Gus Ipul Bicara soal Bursa Caketum PBNU, Siapa Paling Berpeluang?

Gus Ipul Bicara soal Bursa Caketum PBNU, Siapa Paling Berpeluang?

Andhika Dwi - detikHikmah
Rabu, 17 Jun 2026 05:34 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Foto: Kemensos
Jakarta -

Jelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membocorkan sejumlah nama yang berpeluang maju dalam bursa pemilihan calon ketua umum. Dia juga menyebut adanya sejarah bahwa biasanya kandidat yang berpeluang pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU.

Menurut dia, jika melihat sejarah kepemimpinan NU dalam beberapa dekade terakhir, posisi Katib Aam PBNU kerap menjadi jalur yang mengantarkan seorang kandidat terpilih menjadi ketua umum. Sejumlah Ketua Umum PBNU sebelumnya memiliki latar belakang yang sama. Mulai dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Muzadi, hingga KH Yahya Cholil Staquf pernah menduduki posisi Katib Aam sebelum terpilih memimpin PBNU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ditarik dalam sekitar 40 tahun terakhir, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam. Itu menunjukkan posisi tersebut memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam melahirkan pemimpin NU," kata Gus Ipul seperti dikutip dari detikJatim.

ADVERTISEMENT

Selain Katib Aam, Gus Ipul juga menyebut jabatan Sekretaris Jenderal PBNU dan Ketua PWNU Jawa Timur juga menjadi posisi strategis yang kerap melahirkan tokoh-tokoh sentral di tubuh NU. Misalnya KH Idham Chalid yang pernah menjabat Sekjen PBNU sebelum menjadi Ketua Umum PBNU. Sementara KH Hasyim Muzadi menapaki jalan kepemimpinan nasional NU setelah memimpin PWNU Jawa Timur.

"Kalau melihat statistik, yang pernah menjadi Sekjen punya peluang, yang pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Timur punya peluang, dan yang pernah menjadi Katib Aam juga punya peluang," kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul saat ini sejumlah nama tokoh santer dibicarakan menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Siapakah nama itu?

Artikel selengkapnya baca di sini.



(kri/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads