- Anjuran Zikir Setelah Sholat
- Keutamaan Berzikir Setelah Sholat 1. Menenangkan Hati 2. Diberi Pertolongan oleh Allah SWT 3. Zikir sebagai Inti Ibadah dalam Islam
- Bacaan Zikir Setelah Sholat 1. Istighfar dan Doa Keselamatan 2. Bacaan Zikir 1 3. Bacaan Zikir 2 4. Tasbih, Tahmid, dan Takbir 5. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas 6. Membaca Ayat Kursi 7. Bacaan Zikir Setelah Magrib dan Subuh 8. Doa Setelah Sholat Subuh
Usai menunaikan sholat, tidak sedikit yang langsung beranjak meninggalkan tempatnya. Padahal, ada amalan yang sangat dianjurkan sebelum meninggalkan tempat sholat, yaitu berzikir kepada Allah.
Anjuran Zikir Setelah Sholat
Dalam buku Amalan Do'a dan Dzikir dalam Sholat Nabi karya Ahmad 'Abdul Jawwad, dijelaskan bahwa para ulama sepakat dianjurkannya berzikir setelah sholat. Hal ini ditegaskan oleh berbagai hadits Nabi.
Dari Abu Umamah yang berkata: "Rasulullah ditanya: 'Doa apakah yang paling didengar?' Beliau menjawab: 'Doa pada malam terakhir (sebelum Subuh) dan pada akhir sholat-sholat wajib'."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Allah juga memberikan petunjuk agar hamba-Nya berzikir setelah menyelesaikan sholat. Allah berfirman dalam surah An-Nisa ayat 103,
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
Arab latin: Fa iżā qaḍaitumuṣ-ṣalāta fażkurullāha qiyāmaw wa qu'ūdaw wa 'alā junūbikum, fa iżaṭma'nantum fa aqīmuṣ-ṣalāh(ta), innaṣ-ṣalāta kānat 'alal-mu'minīna kitābam mauqūtā(n).
Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan sholat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah sholat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya sholat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin."
Rasulullah juga mengingatkan agar tidak tergesa-gesa dalam berdoa. Dari Fadhalah bin 'Ubaid sahabat Nabi SAW, (dia bercerita) bahwa Rasulullah mendengar seorang lelaki berdoa di dalam sholatnya, tanpa memuji Allah dan bershalawat atas Nabi SAW. Maka Rasulullah bersabda:
"Orang ini terlalu tergesa-gesa." Kemudian beliau memanggilnya dan berkata kepadanya atau kepada orang lain: "Apabila salah seorang dari kalian sholat, maka mulailah dengan memuji Rabbnya dan memuliakan-Nya lalu bersholawat atas Nabi kemudian dia berdoa dengan apa yang dia inginkan selanjutnya." (HR Tirmidzi, Nasai dan Abu Dawud)
Dari dalil dan hadits-hadits tersebut memperlihatkan bahwa zikir dan doa setelah sholat memiliki keutamaan yang besar dan tidak sepatutnya ditinggalkan.
Keutamaan Berzikir Setelah Sholat
1. Menenangkan Hati
Zikir setelah sholat memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah menenangkan hati. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Ar-Ra'd ayat 28,
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Arab latin: Al-lażīna āmanū wa taṭma'innu qulūbuhum biżikrillāh(i), alā biżikrillāhi taṭma'innul-qulūb(u).
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
2. Diberi Pertolongan oleh Allah SWT
Dalam surah Al-Baqarah ayat 152, dijelaskan bahwa Allah akan selalu mengingat hamba-Nya yang berzikir kepada-Nya.
Jika seorang hamba diingat oleh Allah SWT, maka pertolongan Allah senantiasa akan menyertai. Allah SWT berfirman,
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ
Arab latin: Fażkurūnī ażkurkum wasykurū lī wa lā takfurūn(i).
Artinya: "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
3. Zikir sebagai Inti Ibadah dalam Islam
Dari buku Panduan Muslim Sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah oleh Dr. Abu Zakariya Sutrisno, M.Sc., menjelaskan bahwa zikir merupakan inti dari seluruh ibadah dan syariat Islam. Setiap ibadah yang dikerjakan sejatinya mengarah pada satu tujuan, yaitu mengingat dan memuji Allah. Sholat, haji, serta amalan lainnya pada dasarnya dipenuhi dengan zikir kepada-Nya.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Busr radhiallahu 'anhu, seorang lelaki berkata kepada Rasulullah,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam terasa banyak bagiku. Maka beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang dapat aku pegang." Beliau bersabda, "Jadikanlah lisanmu senantiasa basah dengan zikir kepada Allah." (HR Tirmidzi)
Bacaan Zikir Setelah Sholat
Berikut bacaan zikir setelah sholat yang bisa diamalkan:
1. Istighfar dan Doa Keselamatan
أَسْتَغْفِرُ اللهَ . اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
Arab latin: Astaghfirullah (3x). Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikram.
Artinya: "Aku minta ampun kepada Allah," (3x). Lantas membaca: "Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan." (HR Muslim)
2. Bacaan Zikir 1
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Arab latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani'a lima a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.
Artinya: "Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan." (HR Bukhari dan Muslim)
3. Bacaan Zikir 2
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
Arab latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na'budu illa iyyah. Lahun ni'mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.
Artinya: "Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir sama benci." (HR Muslim)
4. Tasbih, Tahmid, dan Takbir
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ (33 ×) لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Arab latin: Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR Muslim)
5. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai sholat (fardhu).
6. Membaca Ayat Kursi
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Arab latin: Allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ na'ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa'u 'indahû illâ bi'idznih, ya'lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai'im min 'ilmihî illâ bimâ syâ', wasi'a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya'ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-'aliyyul-'adhîm
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
7. Bacaan Zikir Setelah Magrib dan Subuh
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. 10× بعد صلاة المغرب والصبح
Arab latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir .
Artinya: "Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu."
8. Doa Setelah Sholat Subuh
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Arab latin: Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'a, wa rizqan thayyiba, wa 'amalan mutaqabbala.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima."
(inf/kri)












































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?