Puasa 1 Muharram 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwalnya

Puasa 1 Muharram 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwalnya

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Selasa, 09 Jun 2026 07:15 WIB
Puasa 1 Muharram 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwalnya
Ilustrasi Puasa Muharram. Foto: Hello Aesthe/Pexels
Jakarta -

Bulan Muharram ditandai sebagai awal tahun baru Hijriah. Bagi sebagian orang, momen ini dapat dijadikan waktu untuk memperbaiki diri dan memulai kebiasaan-kebiasaan baik. Salah satu amalan yang bisa dikerjakan adalah puasa pada tanggal 1 Muharram.

Dalam buku Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan karya Ceceng Salamudin, M.Ag, dijelaskan bahwa anjuran puasa Muharram didasarkan pada hadits:

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, perlu dipahami bahwa puasa pada tanggal 1 Muharram tidak memiliki ketentuan khusus. Puasa tersebut termasuk puasa sunnah mutlak, sehingga boleh dikerjakan tanpa aturan tertentu yang mengikat pada tanggal tersebut.

Kapan Puasa 1 Muharram 2026 Dilaksanakan?

Mengacu pada kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Maka, puasa 1 Muharram dapat dilaksanakan pada hari tersebut.

ADVERTISEMENT

Penanggalan ini juga selaras dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah dan Almanak Nahdlatul Ulama (NU). Ketiganya sama-sama menetapkan bahwa 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Niat Puasa 1 Muharram

Berikut bacaan niat puasa 1 Muharram:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."

Puasa 9 dan 10 Muharram (Puasa Tasu'a dan Asyura)

Adapun puasa yang lebih dianjurkan di bulan Muharram adalah puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Dikutip dari buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Abbas:

"Tatkala Rasulullah puasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani?' Beliau bersabda, "Tahun depan insyaallah kita akan shaum pada hari ke-9. " Ibnu Abbas berkata, "Namun tidak sampai datang tahun depan, Rasulullah sudah wafat." (HR Muslim dan Abu Dawud)

Para ulama menjelaskan bahwa puasa Asyura memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan paling utama adalah berpuasa selama tiga hari, yaitu tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Tingkatan berikutnya adalah puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Adapun tingkatan paling ringan adalah berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

Ada alasan di balik anjuran berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau puasa Tasu'a. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa tujuannya agar umat Islam tidak mengikuti kebiasaan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Selain itu, dalam buku Seri Fiqih Kehidupan susunan Ahmad Sarwat disebutkan bahwa keutamaan puasa Asyura sangat besar. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Abu Qatadah,

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, "Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

Jadwal Puasa 9 dan 10 Muharram 2026

Mengacu pada Kalender Hijriah Kemenag 2026, KHGT, dan Almanak NU, puasa Tasu'a dan Asyura jatuh pada tanggal berikut:

  • Puasa Tasu'a (9 Muharram): 24 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram): 25 Juni 2026.

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura

Lafal niat puasa sunnah Tasu'a adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."

Lafal niat puasa sunnah Asyura adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT."




(inf/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads