Bacaan Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu Lengkap dengan Tata Caranya

Bacaan Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu Lengkap dengan Tata Caranya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Selasa, 22 Sep 2026 10:15 WIB
Ilustrasi wudhu
Ilustrasi wudhu. Foto: Freepik/Freepik
Jakarta -

Wudhu bukan sekadar rutinitas membasuh anggota badan dengan air sebelum menunaikan salat. Dalam syariat Islam, wudhu menjadi salah satu syarat sah salat sekaligus sarana untuk membersihkan dosa-dosa kecil yang berguguran bersama tetesan air wudhu.

Kewajiban bersuci ini berlandaskan langsung pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma'idah ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki...."

Bacaan Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu

Merujuk buku Fiqih Bacaan Shalat karya Abu Khaira Sumarna, berikut lafal doa sebelum dan sesudah wudhu:

ADVERTISEMENT

1. Doa Sebelum Wudhu

Sebelum menyentuh air wudhu, mulailah dengan membaca basmalah, lalu dilanjutkan dengan melafalkan niat wudhu:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul-wudhū'a liraf'il-ḥadatsil-ashghari fardhan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardhu karena Allah Ta'ala."

Tidak ada amalan khusus yang menyebutkan bacaan sebelum wudhu selain membaca basmallah. Sebagaimana hadits Nabi SAW, "Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (ketika akan berwudhu)." (HR. Tirmidzi)

2. Doa Sesudah Wudhu

Setelah selesai membasuh seluruh anggota wudhu, disunnahkan menghadap kiblat sembari mengangkat kedua tangan, lalu melafalkan doa berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَاجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan 'abduhū wa rasūluh. Allāhummaj'alnī minat-tawwābīna waj'alnī minal-mutaṭahhirīna waj'alnī min 'ibādikash-shāliḥīn.

Artinya: "Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertobat, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang suci, dan jadikanlah aku termasuk golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

Barangsiapa yang membaca doa ini sesudah wudhu, memiliki ganjaran yang besar. Sebagaimana sabda Nabi SAW, "Niscaya akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia dipersilakan masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki." (HR. Tirmidzi)

Tata Cara Wudhu yang Sempurna

Dalam buku Rahasia Butiran Air Wudhu karya Mukhsin Mateer, dijelaskan rangkaian tata cara wudhu yang benar, yaitu:

  1. Berniat untuk wudhu kemudian membaca basmallah.
  2. Membasuh kedua telapak tangan hingga sela-sela jari sebanyak tiga kali.
  3. Berkumur-kumur sebanyak tiga kali guna membersihkan rongga mulut.
  4. Istinsyaq (menghirup air ke hidung) dan mengeluarkannya sebanyak tiga kali.
  5. Membasuh seluruh wajah mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala bagian atas sampai dagu secara merata sebanyak tiga kali.
  6. Membasuh kedua tangan hingga siku, dimulai dari tangan kanan lalu kiri sebanyak tiga kali.
  7. Mengusap sebagian kepala atau rambut, kemudian mengusap kedua telinga sebanyak tiga kali.
  8. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki, membersihkan sela-sela jari kaki sebanyak tiga kali.
  9. Tertib, yakni menjaga urutan rukun wudhu secara berkesinambungan tanpa terputus.

Perkara yang Mewajibkan dan Disunnahkan Wudhu

Untuk melengkapi pemahaman, Sayyid Sabiq dalam kitab Fikih Sunnah merinci batasan penting seputar wudhu:

Perkara yang Mewajibkan Wudhu

  • Ketika seseorang dalam keadaan berhadas kecil hendak melaksanakan ibadah salat (baik fardhu maupun sunnah)
  • Tawaf mengelilingi Ka'bah
  • Menyentuh mushaf Al-Qur'an menurut pendapat mayoritas ulama

Kondisi yang Disunnahkan untuk Berwudhu

  • Ketika akan berzikir kepada Allah SWT
  • Ketika hendak tidur
  • Bagi orang yang junub
  • Sebelum mandi, baik mandi wajib atau mandi sunah
  • Sebelum memakan makanan yang dipanggang dengan api
  • Memperbarui wudhu setiap akan mengerjakan sholat



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads