Bacaan Ayat Kursi Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Bacaan Ayat Kursi Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Rabu, 06 Mei 2026 05:45 WIB
Bacaan Ayat Kursi Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Ayat Kursi. Foto: Getty Images/iStockphoto/M32
Jakarta -

Ayat kursi terdapat dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 255. Ayat ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa di dalam Al-Qur'an. Bukan hanya sederet kalimat, ayat kursi mengandung makna mendalam tentang keesaan, kekuasaan, serta kebesaran Allah SWT sebagai penguasa alam semesta.

Lantas, apa sebenarnya keutamaan dan manfaat luar biasa di balik ayat ini? Bagaimana pula bacaan lengkap dalam teks Arab, Latin, serta terjemahannya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Bacaan Ayat Kursi Arab, Latin, dan Artinya

Berikut bacaan Arab ayat kursi:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).

ADVERTISEMENT

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Tafsir Ayat Kursi

Berdasarkan tafsir singkat Kementerian Agama (Kemenag) RI, ayat ini menjelaskan bahwa tidak ada tuhan yang pantas disembah dan dipertuhan selain Allah. Yang Maha Hidup, Kekal, dan memiliki semua makna kehidupan yang sempurna, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya.

Tidak seperti manusia, Dia tidak mengantuk dan tidak pula tidur, sebab keduanya adalah sifat kekurangan yang membuat-Nya tidak mampu mengurus makhluk-Nya. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Dia yang menciptakan, memelihara, memiliki, dan bertindak terhadap semua itu. Tidak ada yang dapat memberi syafaat pertolongan di sisi-Nya tanpa seizin-Nya.

Dia demikian perkasa dan kuasa sehingga berbicara di hadapan-Nya pun harus setelah memperoleh restu-Nya, bahkan apa yang disampaikan itu harus sesuatu yang benar. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka, yakni apa saja yang sedang dan akan terjadi, dan apa yang di belakang mereka, yakni sesuatu yang telah berlalu.

Allah mengetahui apa yang mereka lakukan dan rencanakan, baik yang berkaitan dengan masa kini, masa lampau, atau masa depan. Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki untuk mereka ketahui dengan memperlihatkan dan memberitahunya.

Kursi-Nya, yaitu kekuasaan, ilmu, atau kursi tempat kedua kaki Tuhan (yang tidak diketahui hakikatnya kecuali oleh Allah) berpijak, sangat luas, meliputi langit dan bumi.

Dan jangan menduga karena kursi-Nya terlalu luas, Dia lelah mengurus itu semua. Tidak! Dia tidak merasa berat maupun kesulitan memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi zat dan sifat-sifat-Nya jika dibanding makhluk-makhluk-Nya Maha Besar dengan segala keagungan dan kekuasaan-Nya.

Inilah ayat kursi, ayat teragung dalam Al-Qur'an karena mencakup nama-nama dan sifat-sifat Allah yang menunjukkan kesempurnaan zat, ilmu, kekuasaan, dan keagungan-Nya. Ayat ini dinamakan ayat kursi. Siapa yang membacanya, maka akan memperoleh perlindungan dari Allah dan tidak akan diganggu oleh setan.

Keutamaan Membaca Ayat Kursi

Dinukil dari buku Fadhilah Al-Qur'an karya Asaduddin Luqman, terdapat beberapa ayat Al-Qur'an yang memiliki keutamaan dibandingkan ayat-ayat Al-Qur'an lainnya. Salah satunya adalah ayat kursi atau Al-Baqarah ayat 255. Berikut keutamaan ayat kursi:

1. Ayat Al-Qur'an Paling Utama

Ayat kursi menjadi ayat paling utama dibandingkan ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baghowi dalam Al-Mu'jam Al-Shohabah dan Imam 'Alauddin Ali Al-Muttaqi dalam Kanzul 'Ummal dari Robi'ah Al-Jarsyi, Rasulullah SAW bersabda:

أَيُّ سُورَةِ الْقُرْآنِ أَفْضَلُ؟ فقال: {البقرة). قيل : أَيُّ أَي الْقُرْآنِ أَفْضَلُ؟ قال: {آيَةُ الْكُرْسِي}

Artinya: "Manakah surat Al-Qur'an yang paling utama? Rasulullah bersabda, 'Surat Al-Baqarah.' Kemudian ditanyakan, 'Manakah ayat Al-Qur'an yang paling utama?' Rasulullah bersabda, 'Ayat Kursi'."

Diriwayatkan oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Ad-Durr Al-Mantsur dari Rabi'ah Al-Jarsyi bertanya kepada Rasulullah SAW:

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليهِ وسلمَ : أَيُّ الْقُرْآنِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: ((السُّورَةُ الَّتِي تُذكَرُ فِيهَا الْبَقَرَةُ) قِيلَ: فَأَيُّ الْبَقَرَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: (({آيَةُ الْكُرْسِي وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ نَزَلَتْ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ))

Artinya: "Rasulullah SAW pernah ditanya, 'Bagian Al-Qur'an yang manakah yang paling utama?" Rasulullah SAW menjawab, 'Surat yang di dalamnya disebutkan tentang masalah sapi.' Ditanyakan lagi, 'Bagian Al-Baqarah yang manakah yang paling utama? Rasulullah SAW menjawab, 'Ayat Kursi dan akhir Surat Al-Baqarah yang turun dari bawah 'Arsy'."

2. Pemimpin Ayat-Ayat Al-Qur'an

Ayat kursi juga disebut sebagai Sayyidatu ayyil Qur'an. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Al-Jami' Al-Kabir dan Imam Al-Mundziri dalam At-Targhib Wat-Tarhib dari sahabat Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَامٌ وَإِنَّ سَنَامَ الْقُرْآنِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ, وَفِيهَا آيَةٌ هِيَ سَيِّدَةُ أي الْقُرْآنِ: {آيَةُ الْكُرْسِي}

Artinya: "Setiap sesuatu itu mempunyai ujung tombak dan ujung tombak Al-Qur'an adalah Surat Al-Baqarah. dan di dalamnya terdapat sebuah ayat yang menjadi pemimpin semua ayat Al-Qur'an yaitu Ayat Kursi."

3. Setara dengan Seperempat Al-Qur'an

Membaca ayat kursi sebanyak satu kali, maka sama dengan membaca seperempat Al-Qur'an. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Syaikh dan Imam As-Suyuthi dalam Jam'ul Jawami' dari Anas bin Malik RA:

آيَةُ الكُرْسِي رُبُعُ الْقُرْآنِ

Artinya: "Ayat Kursi itu sebanding dengan seperempat Al-Qur'an."

Berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad bin Hanbal, Ibnu Dhoris serta Imam Suyuthi dalam Ad-Darrul Mantsur Fit-Tafsiri bil Ma'tsur dari Anas bin Malik RA, berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليهِ وسلمَ سَأَلَ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِهِ: هَلْ تَزَوَّجْتَ؟ قَالَ: لَا وَلَيْسَ عِنْدِي مَا أَتَزَوَّجُ بِهِ. قَالَ: أَلَيْسَ مَعَكَ {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ}؟ قَالَ: بَلَى قَالَ: رُبُعُ الْقُرْآنِ أَلَيْسَ مَعَكَ {قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ؟ قَالَ: بَلَى. قَالَ: رُبُعُ الْقُرْآنِ, أَلَيْسَ مَعَكَ {إِذَا زُلْزِلَتِ} قَالَ: بَلَى قَالَ: رُبُعُ الْقُرْآنِ أَلَيْسَ مَعَكَ إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ قَالَ: بَلَى. قَالَ: رُبُعُ الْقُرْآنِ, أَلَيْسَ مَعَكَ آيَةُ الْكُرْسِي قَالَ: بَلَى. قَالَ: رُبُعُ الْقُرْآنِ فَتَزَوَّجْ

Artinya: "Bahwasanya Rasulullah SAW bertanya kepada seorang laki-laki dari beberapa sahabatnya, 'Apakah kamu sudah menikah?' Laki-laki itu menjawab, 'Belum, dan aku tidak memiliki apa-apa untuk menikah?' Rasulullah berkata, 'Apakah kamu memiliki "Qul Huwallahu Ahad"?' Laki-laki itu menjawab, 'Iya.' Rasulullah bersabda, 'Qul Huwallahu Ahad itu Seperempat Al-Qur'an.' Rasulullah bertanya, 'Apakah kamu memiliki "Qul Ya Ayyuhal Kafirun"?' Laki-laki itu menjawab, 'Iya.' Rasulullah bersabda, "Qul Ya Ayyuhal Kafirun" itu Seperempat Al-Qur'an.' Rasulullah bertanya, 'Apakah kamu memiliki "Idza Zulzilat"?' Laki-laki itu menjawab, 'lya.' Rasulullah bersabda, "Idza Zulzilat" itu Seperempat Al-Qur'an.' Rasul bertanya kembali, 'Apakah kamu memiliki "Idza Ja a Nasrullah"?' Laki-laki itu menjawab, 'lya.' Rasulullah bersabda, '"Idza Ja a Nasrulloh" itu Seperempat Al-Qur'an, maka menikahlah kamu'."

4. Memberikan Pertolongan Jika Dibaca ketika sedang Susah

Dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan oleh Ibnu As-Sunni dan Imam As-Suyuthi dalam Jam'ul dari Abu Qatadah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ {آيَةَ الْكُرْسِي وخَوَاتِيمَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ عِنْدَ الْكَرْبِ أَغَاثَهُ اللَّهُ عَزَّ

Artinya: "Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi dan akhirnya surat Al-Baqarah ketika mendapatkan kesulitan, maka Allah 'Azza Wa Jalla akan menolongnya."

5. Mendapatkan Perlindungan Jika Dibaca Sebelum Tidur

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Al-Jami' Ash-Shahih dan Imam Al-Baihaqi dalam Syu'bul Iman dari Abu Hurairah RA, menceritakan bahwa Rasulullah SAW untuk menjaga hasil zakat pada bulan Ramadan, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ} حَتَّى تَخْتِمَ الْآيَةَ, فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

Artinya: "Ketika beranjak ke tempat tidurmu maka bacalah Ayat Kursi "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)", sampai akhir ayat, maka tidak akan henti-hentinya dijaga oleh Malaikat Hafadzah yang diutus Allah dan sungguh syetan tidak akan mendekat kepadamu sampai waktu pagi."




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads