Tata Cara Sholat Istikharah dan Bacaan Niat Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Tata Cara Sholat Istikharah dan Bacaan Niat Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 27 Apr 2026 20:45 WIB
Ilustrasi sholat nisfu syaban
Ilustrasi sholat istikharah (Foto: Gemini AI
Jakarta -

Sholat istikharah dikerjakan agar seseorang memperoleh kemantapan hati saat bimbang menentukan pilihan. Dengan melaksanakannnya, maka muslim memohon petunjuk dari Allah SWT agar mendapat pilihan yang terbaik.

Dilansir dari buku Serba Serbi Shalat Istikharah karya Aini Aryani, istikharah berasal dari bahasa Arab dengan arti meminta kebaikan pada sesuatu. Dalilnya merujuk pada hadits dari Jabir bin Abdullah RA,

""Nabi SAW mengajarkan kami sholat istikharah dalam setiap urusan sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an. Beliau bersabda: Jika salah seorang di antara kalian berniat melakukan suatu hal, hendaklah ia menunaikan sholat dua rakaat selain sholat wajib, kemudian berdoa: Ya Allah, aku memohon pilihan terbaik dengan ilmu-Mu, aku meminta keputusan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Tahu sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau mengetahui perkara yang ghaib." (HR Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum mengerjakan sholat istikharah adalah sunnah. Ibadah ini dikerjakan sebanyak dua rakaat dan bisa dilakukan sendiri maupun berjamaah, seperti dijelaskan dalam buku Rahasia Shalat Istikharah oleh M Shodiq Mustika.

ADVERTISEMENT

Tata Cara Sholat Istikharah

Dilansir dari buku Penuntun Mengerjakan Sholat Istikharah oleh Tim Redaksi Qultummedia, berikut tata cara sholat istikharah.

  1. Membaca niat sholat istikharah
  2. Takbiratul ihram, yaitu mengangkat kedua belah tangan sambil mengucap Allahu Akbar
  3. Kedua tangan berada di atas dada sambil membaca doa iftitah dan surah Al Fatihah
  4. Membaca surah pendek, diutamakan surah Al Kafirun pada rakaat pertama
  5. Rukuk
  6. Iktidal
  7. Sujud pertama
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Kembali berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua
  11. Membaca surah Al Fatihah dan dilanjutkan surah pendek, diutamakan surah pendek Al Ikhlas
  12. Rukuk
  13. Iktidal
  14. Sujud pertama
  15. Duduk di antara dua sujud
  16. Sujud kedua
  17. Duduk tahiyat akhir
  18. Salam

Niat Sholat Istikharah: Arab, Latin dan Arti

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

Usholli sunnatal istikharati rak'ataini lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat sholat istikharah dua rakaat karena Allah ta'ala."

Kapan Sholat Istikharah Dikerjakan?

Masih dari buku yang sama, sholat istikharah bisa dilakukan kapan saja entah siang atau malam. Asalkan, sholat tidak dilakukan pada waktu yang dilarang dalam Islam.

Meski bisa kapan saja, ada waktu yang tergolong lebih utama untuk berdoa agar permohonan terkabul yaitu pada sepertiga malam terakhir. Waktu ini bisa digunakan untuk mengerjakan sholat istikharah.

Pada momen tersebut, suasana juga lebih tenang dan hening sehingga muslim bisa lebih khusyuk serta fokus dalam beribadah.

Doa Setelah Sholat Istikharah: Arab, Latin dan Arti

Setelah sholat istikharah, ada doa yang bisa dibaca muslim. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Sukseskan Bisnismu dengan 21 Amalan Sunnah yang Terbukti Dahsyat karya Ahmad Jarifin.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ وَعَـاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَبَارِكْ لِي فِيهِ ثُمَّ يَسِّرْهُ لِي وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ أَيْنَـــمَا كَانَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidina muḫamamdin, Alḫamdulillâhi rabbil 'âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta'lamu wa lâ a'lamu, wa anta 'allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta'lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa 'âqibati amrî 'âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta'lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa 'âqibati amrî 'âjilihi wa âjilihi fashrifnî 'anhu washrfhu 'annî waqdur liyal khaira ainamâ kânû innaka 'alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu 'alâ sayyidina muḫamamdin, walḫamdulillâhi rabbil 'âlamîn.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Bisa atas segala sesuatu."

Tanda Jawaban dari Sholat Istikharah

Dijelaskan dalam buku Manfaat Sholat Perspektif Kesehatan Mental dan Spiritual karya Muntaha Nour, tanda dari jawaban sholat istikharah biasanya berupa kemantapan dan kelapangan hati terhadap satu pilihan. Selain itu, dimudahkan juga jalan menuju pilihan tersebut atau bahkan dihalangi jalannya menuju pilihan lain.

Muslim tak dianjurkan menunggu tanda pasif dari mimpi. Sebaiknya muslim melanjutkan proses pengambilan keputusan dengan lebih mantap.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya) melalui ceramahnya menyebut setelah melakukan sholat istikharah seseorang harus benar-benar menyerahkannya kepada Allah SWT dan melepasnya agar tidak berharap.

"Selagi Anda sudah melakukan istikharah, Anda lepas. Kalau memang itu milik Anda akan sampai kepada Anda, (lepas) supaya Anda benar-benar netral nanti," katanya dalam ceramah yang diunggah di YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

Usai menyerahkan sepenuhnya kepada Sang Khalik, maka musim menjalani proses tersebut. Biasanya, dari proses itu muncul pertanda seperti dipermudah jalannya mengambil satu pilihan.



(aeb/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads