Bagaimana Jika Lupa Membaca Niat Mandi Wajib Setelah Haid?

Bagaimana Jika Lupa Membaca Niat Mandi Wajib Setelah Haid?

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Rabu, 16 Sep 2026 06:30 WIB
Ilustrasi mandi wajib
Ilustrasi mandi wajib setelah haid. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash)
Jakarta -

Bagi muslimah, siklus haid yang terjadi setiap bulan harus selalu diakhiri dengan mandi wajib. Mandi wajib bukan sekadar rutinitas mandi biasa untuk membersihkan badan, melainkan syarat menghilangkan hadas agar tubuh kembali suci dan diperbolehkan menunaikan ibadah yang sah.

Dalam hal ini, membaca niat menjadi hal yang penting sebagai pembeda antara mandi biasa dengan mandi wajib. Namun, bagaimana hukumnya jika ketika tubuh sudah basah terguyur air, tetapi lupa membaca niat mandi wajib?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum Membaca Niat Saat Mandi Wajib

Menukil dari buku Ensiklopedia Shalat karya Abdullah Ath-Thayyar, para ulama dari berbagai aliran mazhab memiliki dua pandangan yang berbeda.

Mayoritas ulama mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali berpendapat niat hukumnya wajib atau fardu dan merupakan syarat syah mandi wajib. Tanpa mengucap niat untuk membersihkan hadas besar, mandinya dianggap sekadar mandi biasa dan status hadasnya belum hilang. Pendapat ini didasarkan pada sebuah hadits berikut:

ADVERTISEMENT

"Setiap amal membutuhkan niat, dan amal setiap orang tergantung niatnya." (HR Bukhari)

Sementara itu, mazhab Hanafi berpendapat membaca niat tidak wajib, melainkan sebagai pelengkap ibadah yang hukumnya sunnah. Menurut pandangan ini, yang terpenting adalah seluruh badan sudah terguyur dan dibersihkan menggunakan air suci yang menyucikan.

Hukum Lupa Membaca Niat Mandi Wajib

Merangkum buku Fikih Islam Nusantara karya Syaikh Nawawi al-Bantani, niat mandi wajib dilakukan bersamaan dengan basuhan pertama, tidak dibedakan bagian tubuhnya karena seluruh tubuh orang yang junub seperti satu organ yang utuh.

Apabila niat dibacakan setelah membasuh bagian tertentu, maka wajib untuk mengulangi basuhan bagian tersebut. Hal ini karena basuhan tersebut tidak dianggap sah lantaran dilakukan sebelum berniat. Dengan ini, dapat dipahami bahwa membaca niat wajib dilakukan bersamaan dengan melakukan basuhan pertama agar sah.

Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid: Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan niat pada saat mandi wajib setelah haid ditujukan untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan oleh haid. Berikut adalah bacaan niat mandi wajib setelah haid yang dikutip dari buku Doa Khusus Wanita karya Arina Milatal Haq.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta'alaa

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar disebabkan oleh haid, wajib karena Allah Ta'ala."

Rukun dan Sunnah Mandi Wajib

Menukil buku Fikih 4 oleh Siti Khomisil Fatatil Aqillah dan Kiki Rejeki, terdapat tiga rukun mandi wajib, berikut di antaranya:

  • Membaca niat.
  • Menghilangkan najis pada badan, baik dalam bentuk warna, bau, rasa, hingga wujudnya.
  • Meratakan air ke seluruh rambut dan kulit.

Adapun beberapa sunnah yang dianjurkan dalam melakukan mandi wajib, di antaranya:

  • Membaca basmalah sebelum melakukan mandi wajib.
  • Membersihkan kedua telapak tangan sebelum mandi wajib.
  • Memulai dengan menghilangkan kotoran terlebih dahulu dari qubul (kemaluan) dan dubur (anus).
  • Mendahulukan anggota wudu sebelum anggota lainnya.
  • Berwudu sebelum memulai mandi wajib.
  • Dilaksanakan secara berurutan.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads