Niat sholat dhuha 2 rakaat diamalkan sebelum takbiratul ihram. Sebagaimana diketahui, niat jadi salah satu syarat sah sekaligus rukun dalam sholat.
Sholat dhuha adalah ibadah sunnah yang dikerjakan sebelum masuk waktu zuhur, tepatnya ketika pagi. Dalil sholat dhuha merujuk pada hadits Nabi SAW berikut,
"Allah Azza wa Ja'ala berfirman, 'Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (salat dhuha), niscaya, pasti akan aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya'." (HR Hakim dan Thabrani)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari buku Penuntun Mengerjakan Sholat Dhuha karya Huriyah Huwaida, jumlah rakaat sholat dhuha adalah 2 sampai 12. Ketentuan tersebut merujuk pada hadits dari Abi Dzar,
"Wahai paman, berwasiatlah kepadaku." Kemudian Abu Dzar berkata, "Wahai keponakanku, aku pernah meminta (wasiat) kepada Rasulullah sebagaimana engkau meminta kepadaku. Maka beliau bersabda:
'Jika engkau sholat dhuha dua rakaat, engkau dicatat tidak termasuk orang-orang yang lalai; Jika engkau sholat dhuha empat rakaat, engkau dicatat sebagai ahli ibadah; Jika engkau sholat dhuha enam rakaat, engkau tidak akan berbuat dosa pada hari itu; Jika engkau sholat dhuha delapan rakaat, engkau dicatat sebagai orang yang taat; Jika engkau sholat dhuha dua belas rakaat, Allah membuatkan untukmu sebuah rumah di surga'." (HR Asy-Syaibani dalam Al-Ahad wa Al-Matsani)
Niat Sholat Dhuha 2 Rakaat: Arab, Latin dan Arti
Berikut bacaan niat sholat dhuha 2 rakaat yang dinukil dari buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh dan Dhuha: Keberkahan Bangun Pagi oleh Adnan Tarsyah.
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat dhuha dua rakaat menghadap kiblat, sunnah karena Allah ta'ala."
Cara Mengerjakan Sholat Dhuha 2 Rakaat
- Membaca niat sholat dhuha 2 rakaat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa Iftitah
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah dalam Al-Qur'an
- Rukuk
- Iktidal atau berdiri untuk melakukan sujud
- Sujud
- Duduk iftirasy (duduk di antara dua sujud)
- Sujud kedua
- Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah dalam Al-Qur'an
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud
- Duduk iftirasy (duduk di antara dua sujud)
- Sujud kedua
- Tahiyat
- Salam
Kapan Waktu Terbaik Sholat Dhuha?
Dijelaskan dalam buku Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi oleh Abu Utsman Kharisma, sholat dhuha tidak boleh dikerjakan sebelum matahari terbit. Maksudnya, sholat baru sah ketika matahari terbit sempurna dan naik.
Waktu terbaik mengerjakannya yaitu pertengahan waktu antara terbit matahari sampai masuk waktu zuhur. Jika terbit mataharinya adalah jam 6 pagi dan zuhur jam 12, berarti waktu terbaik sholat dhuha yaitu sejak jam 9 pagi.
Sampai Kapan Sholat Dhuha Bisa Dikerjakan?
Merujuk pada sumber yang sama, rentang waktu pelaksanaan sholat dhuha yaitu sejak 15 menit setelah terbit matahari sampai 10 menit sebelum masuk waktu zuhur. Rasulullah SAW bersabda:
"Sholat awal waktu yang dikerjakan ketika matahari mulai meninggi adalah sholat orang-orang yang kembali kepada Allah (sholat awwabîn)." (HR Muslim)
Adapun, batas waktu sholat dhuha adalah ketika matahari belum tergelincir atau waktu zuhur belum tiba. Berdasarkan pendapat mayoritas ulama termasuk mazhab Syafi'i dan Hambali, waktu sholat dhuha berakhir saat matahari sudah condong ke arah barat.
Doa Setelah Sholat Dhuha: Arab, Latin dan Arti
Setelah sholat dhuha ada doa yang bisa diamalkan muslim. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Bertambah Kaya & Berkah dengan Shalat Dhuha oleh Khalillurahman El Mahfani.
1. Doa Pendek Setelah Sholat Dhuha
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Allāhummaghfir lî wa tub 'alayya, innaka antat tawwâbur rahîm
Artinya: "Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan Maha Pengampun." (HR Bukhari)
Rasulullah SAW membaca doa tersebut 100 kali.
2. Doa Panjang Setelah Sholat Dhuha
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya: "Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
(aeb/kri)












































Komentar Terbanyak
Anggaran Sewa Laptop & Meja Disebut Terlalu Besar, Kemenag: Ini Jauh Lebih Efisien
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
Kenapa Mayoritas Penduduk Madinah Dulu Beragama Yahudi?