Niat Puasa Syawal: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

Niat Puasa Syawal: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 17 Apr 2026 06:30 WIB
Ilustrasi Puasa Syawal 6 Hari
Ilustrasi puasa (Foto: Khats Cassim/Pexels)
Jakarta -

Niat puasa Syawal dibaca sebelum melaksanakan amalan tersebut, tepatnya pada malam sebelum mengerjakan puasa Syawal. Pelaksanaan puasa Syawal tidak seperti Ramadan yang berlangsung selama 30 hari berturut-turut, karena ibadah ini tergolong sunnah bukan wajib.

Terkait puasa Syawal juga disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda:

"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan lalu dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, seakan-akan dia berpuasa sepanjang tahun." (HR Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut buku Puasa Bukan Hanya saat Ramadhan oleh Ahmad Sarwat, hukum puasa Syawal adalah sunnah jika merujuk pada mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanafi.

ADVERTISEMENT

Niat Puasa Syawal: Arab, Latin dan Arti

Berikut bacaan niat puasa Syawal yang dinukil dari buku Kedahsyatan Puasa karya M Syukron Maksum.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku niat puasa besok pagi pada bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta'ala."

Cara Mengerjakan Puasa Syawal

Tata cara puasa Syawal sama seperti puasa pada umumnya. Ibadah sunnah ini dapat dilakukan sejak 2 Syawal atau hari kedua Idul Fitri.

Diterangkan dalam buku Mempercepat Datangnya Rezeki dengan Ibadah Ringan oleh Mukhlis Allyudin dkk, puasa Syawal biasanya dilakukan selama enam hari berturut-turut. Meski begitu, tidak masalah jika puasa Syawal dikerjakan tidak berturut-turut.

Turut dijelaskan daam buku Jangan Lepaskan Islam Walau Sedetik karya Masyuril Khamis, Imam Hanafi dan Syafi'i berpendapat puasa Syawal lebih utama dilakukan pada 2-7 Syawal. Namun, tak masalah jika dilakukan di luar tanggal tersebut selama masih dalam rentang bulan Syawal.

Sampai Kapan Puasa Syawal 2026 Bisa Dikerjakan?

Terdapat perbedaan penetapan 1 Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh sehari lebih awal yaitu pada Jumat, 20 Maret 2026.

Merujuk pada perbedaan penetapan antara pemerintah dan Muhammadiyah, berikut batas waktu puasa Syawal 2026:

  • Jumat, 17 April 2026 (versi Muhammadiyah)
  • Sabtu, 18 April 2026 (versi pemerintah)

Manfaat Mengerjakan Puasa Syawal

Mengacu pada sumber yang sama, berikut sejumlah manfaat yang bisa diraih muslim dari mengerjakan puasa Syawal.

  • Mendapat pahala sepanjang tahun
  • Penyempurna puasa Ramadan
  • Mendapat syafaat dari Rasulullah SAW

Wallahu a'lam.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads