Ini 5 Hikmah Puasa Sunnah dan Manfaatnya

Ini 5 Hikmah Puasa Sunnah dan Manfaatnya

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Senin, 13 Apr 2026 18:30 WIB
Ini 5 Hikmah Puasa Sunnah dan Manfaatnya
Ilustrasi puasa (Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel)
Jakarta -

Hikmah puasa sunnah menjadi salah satu alasan mengapa ibadah ini dianjurkan dalam Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan, puasa sunnah juga memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Puasa sunnah tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang rutin mengamalkannya di luar bulan Ramadan.

Hikmah dan Manfaat Puasa Sunnah

Beberapa hikmah dan manfaat dari pelaksanaan puasa sunnah antara lain sebagai berikut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Sebagai Rasa Syukur kepada Allah SWT

Puasa menjadi wujud terima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT yang tidak terbatas.

2. Melatih Pengendalian Diri

Puasa mengajarkan untuk menahan lapar dan dahaga, sekaligus melatih kesabaran, mengontrol emosi, serta menjauhi sifat buruk seperti sombong, takabur dan kikir.

ADVERTISEMENT

3. Membentuk Sikap Disiplin, Jujur dan Percaya Diri

Dengan menjalankan puasa sesuai waktu yang ditentukan dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, seseorang akan terbiasa disiplin, jujur, dan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik.

4. Menjaga Kesehatan Tubuh

Puasa memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan sehingga membantu menjaga kesehatan. Hal ini juga didukung oleh berbagai penelitian yang menunjukkan manfaat puasa bagi tubuh.

5. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Puasa dapat melatih empati terhadap sesama, khususnya kepada orang yang kurang mampu. Dengan merasakan lapar dan haus, seseorang akan lebih peka dan memiliki rasa kasih sayang terhadap orang lain.

Macam-Macam Puasa Sunnah

Dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII oleh H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, berikut beberapa macam puasa sunnah.

1. Puasa Senin Kamis

Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa setiap hari Senin dan Kamis. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW berikut:

أَن َّ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الإثنين والخميس (رواه النسائي )

Latin: Anna 'A'isyah qalat inna rasūlallāhi şallallahu 'alaihi wa sallama kāna yataharra şiyāmal-išnaini wal-khamis (rawāhu An-Nasā'ī)

Artinya: Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW memilih waktu puasa hari Senin dan hari Kamis. (HR. Nasa'i)

Tata caranya sama seperti puasa wajib, yang membedakan hanya niatnya.

Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ عَدٍ فِي يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى


Latin: Nawaitu sauma gadin fi yaumil-išnaini sunnatal lillāhi ta'älä.

Artinya: Saya niat puasa besok pada hari Senin sunnah karena Allah Ta'ala.

Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَةً لِلَّهِ تَعَالَى


Latin: Nawaitu sauma gadin fi yaumil-khamisi sunnatan lillāhi ta'älä.


Artinya: Saya niat puasa besok pada hari Kamis sunnah karena Allah Ta'ala.

2. Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, khusus bagi yang tidak sedang berhaji. Keutamaannya adalah menghapus dosa dua tahun, sebagaimana hadits berikut:

Dari Abu Qatadah, Rasulullah SAW bersabda,

"Puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa dua tahun, yaitu satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. (HR. Muslim)

Pelaksanaannya sama seperti puasa wajib. Niat boleh dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum Dzuhur, selama belum makan dan minum.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى


Latin: Nawaitu sauma gadin fi yaumi 'arafata sunnatan lillāhi ta'ala.

Artinya: Saya niat puasa besok pada hari Arafah sunnah karena Allah Ta'ala.

3. Puasa Syawal

Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal setelah Ramadan. Pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.

Dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa puasa dalam bulan Ramadan, kemudian ia mengikutinya dengan puasa pula enam hari dalam bulan Syawal, adalah seperti puasa sepanjang masa." (HR. Muslim)

Niat boleh dilakukan hingga sebelum Dzuhur jika belum makan dan minum.

نَوَيْتُ صَوْمَ عَدٍ فِي شَهْرِ الشَّوَالِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى


Latin: Nawaitu sauma gadin fi syahrisy-syawwali sunnatan lillāhi ta'ala


Artinya: Saya niat puasa besok pada bulan Syawal sunnah karena Allah Ta'ala.

4. Puasa Asyura

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam. Keutamaannya adalah menghapus dosa satu tahun yang lalu.

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَوْمُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ يُكْفَرُ السَّنَةُ (رواه النسائي )

'An Abi Qatādah 'ani-nabiyyi şallallahu 'alaihi wa sallama qala şauma yaumu 'äsyürä'a yukaffirus-sanah (rawāhu An-Nasā'ī)

Artinya: Dari Abu Qatadah, Rasulullah SAW telah bersabda, "Puasa hari Asyura' itu menghapuskan dosa satu tahun (yang telah lalu)." (HR. Nasa'i)

Pelaksanaannya sama seperti puasa wajib, dan niat boleh dilakukan hingga sebelum Dzuhur.

نَوَيْتُ الصَّوْمَ غَدٍ فِي يَومَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى


Latin: Nawaitu sauma gadin fi yauma 'äsyūrā'a sunnatan lillāhi ta 'ala.


Artinya: Saya niat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala.

5. Puasa Syaban

Puasa ini dilakukan pada bulan Syaban, karena Rasulullah SAW banyak berpuasa di bulan tersebut.

عَنْ عَائِشَةَ أَمَّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنْهَا قَالَتْ وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرِ قَط َ إِلَّا مَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرِ أَكْثَر َ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ رواه مسلم

Latin: An 'A'isyah ummil-mu'minina radiyallahu 'anha annahä qalat wa mā ra'aitu rasülallāhi şallallahu 'alaihi wa sallam istakmala şiyāma syahrin qaşțu illā ramadana wa ma ra'aituhu fi syahrin aksara minhu şiyāman fi sya bān. (rawāhu Muslim)

Artinya: Dari Aisyah berkata, Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa penuh sebulan kecuali Ramadan, dan beliau paling banyak berpuasa pada bulan Syaban. (HR. Muslim)

Adapun niat puasa Syaban adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ شَهْرٍ شَعْبَانَ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى


Latin: Nawaitu sauma gadin min syahri syaban sunnatal lillāhi ta'ala.


Artinya: Saya niat berpuasa besok dari bulan Syaban sunnah karena Allah Ta'ala.

6. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa ini dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam bulan Qamariyah.

عَنْ أَبِي ذَرِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا ذَرْ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثلاثةٌ أَنَّامٍ فَضَمْ ثَلَاثَ عَشْرَةً وَأَرْبَعَ عَشْرَةً وَخَمْسَ عَشْرَة (رواه الترمذي )

Latin: An Abi Zarr yaqūlu qāla rasülullahi şallallahu 'alaihi wa sallama ya Abā Zarr iză şumta minasy-syahri salāsata ayyāmin fa sum salāsa 'asyrata wa arba'a 'asyrata wa khamsa 'asyrah. (rawāhu At-Tirmizī)

Artinya: Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." (HR. Tirmizi)

Berikut niat puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدِ عَنْ أَدَاءِ سُنَةٌ أَيَّامَ الْبَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى


Latin: Nawaitu sauma gadin 'an ada'i sunnatan ayyāmal bīdi lillāhi ta'ala.

Artinya: Saya niat puasa besok untuk menunaikan puasa sunnah hari-hari putih karena Allah Ta'ala.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads