Nabi Muhammad SAW pernah menuliskan surat kepada Raja Kisra dari Persia. Surat itu berisi ajakan memeluk agama Islam.
Dilansir dari buku Hadits-Hadits Pendek Mudah Dihafal yang ditulis Siti Alifiah, surat dari Rasulullah SAW itu disampaikan melalui Abdullah bin Hudzafah yang berangat ke Persia. Setelah membaca surat itu, Raja Persia murka hingga merobeknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah susunan Syafiyyurahmman Al Mubarakfuri terjemahan Kathur Suhardi, Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi itu ditugaskan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Raja Kisra yang merobek surat sang nabi berkata,
"Seorang hamba yang hina dari rakyatku berani menulis namanya sebelum namaku."
Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda:
"Semoga Allah mengoyak-oyakan kerajaannya."
Atas izin Allah SWT, setelah membaca surat tersebut Kisra menulis surat kepada Badzan yang tak lain gubernurnya di Yaman. Dia meminta agar dua orang prajurit diutus untuk membawa Nabi Muhammad SAW ke hadapan Raja Kisra.
Gertakan kedua prajurit itu tak membuat Rasulullah SAW takut. Beliau tenang dan tersenyum sambil meminta kedua prajurit itu pulang.
"Pulanglah kalian. Aku tidak perlu menghadap Raja Persia. Sebab, tidak lama lagi Allah akan mencabut nyawanya."
Jawaban sang nabi membuat kedua prajurit itu kaget. Mereka mengancam akan melaporkan perkataan Rasulullah SAW kepada Raja Persia.
Meski demikian, Nabi Muhammad SAW tetap tersenyum. Kedua prajurit itu lantas pulang dan tak lama kemudian ucapan Nabi Muhammad SAW menjadi kenyataan.
Raja Persia dibunuh oleh seseorang bernama Syirawaih. Sejak itulah banyak yang mempercayai pada kenabian Rasulullah SAW sehingga banyak di antara mereka yang memeluk Islam, termasuk Gubernur Badzan.
Isi Surat Nabi Muhammad yang Dirobek Raja Persia
Dikutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam di Asia Barat Jilid II susunan Maidir Harun, berikut isi surat Nabi Muhammad SAW yang dirobek Raja Persia.
Bismillahirrahmanirrahim. Dari Muhammad utusan Allah, kepada Kisra, Pembesar Persia.
Salam sejahtera bagi siapa yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan bersaksi tiada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Aku menyeru engkau dengan seruan Allah. Aku adalah utusan Allah untuk seluruh umat manusia. Sungguh aku menyampaikan peringatan kepada siapa saja yang diberi kehidupan dan menyatakan kebenaran kepada orang-orang kafir. Masuklah ke dalam Islam, maka engkau akan selamat. Jika engkau menolak, maka dosa orang Majusi menjadi tanggung jawabmu.
Wallahu a'lam.
(aeb/erd)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre
Prabowo Ingin Hapus Antrean Haji, Kemenhaj Kaji Sistem "War Ticket"