Perjalanan bangsa Iran dari era Persia kuno hingga ditaklukkan Islam bukanlah proses singkat. Puncaknya terjadi pada sebuah pertempuran yang dikenal sebagai Perang Nahavand. Di medan perang inilah, Kekaisaran Sassanid runtuh dan berakhir pada proses islamisasi wilayah tersebut.
Etnis Persia adalah kelompok etnis dominan di Iran, menurut Encyclopedia Britannica. Meski memiliki beragam leluhur, mereka disatukan oleh bahasa Persia (Farsi) yang termasuk kelompok Indo-Iran dari keluarga bahasa Indo-Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nenek moyang bangsa Iran mendirikan peradaban besar. Berikut asal-usul bangsa Iran selengkapnya.
Asal-usul Bangsa Iran dari Persia Kuno
Iran yang kita kenal saat ini berada di wilayah yang dulu merupakan wilayah Persia. Dijelaskan dalam buku Sejarah Majusi hingga Menjadi Negara Iran karya Nor Kandir, para ahli sejarah Islam seperti Imam Thabari dalam Tarikh al-Rusul wal Muluk mengatakan bangsa Persia memiliki garis keturunan yang terhubung ke Nabi Nuh AS.
Sebagian besar sejarawan menyebut mereka adalah keturunan dari Yafits bin Nuh, sementara sebagian lainnya mengatakan hubungan nasab dengan Sam bin Nuh. Dari garis itulah lahir suku-suku besar yang membangun peradaban di dataran tinggi Iran.
Dijelaskan dalam buku Bangsa Romawi dan Perang Akhir Zaman karya Manshur Abdul Hakim, Al-Maidyun yang merupakan orang-orang yang mendirikan negara Iran pada zaman dulu disebut dengan Aryan. Hal ini sesuai dengan riwayat sejarawan Heredot.
Raja Persia Al-Akhmini Daryus Agung (522-486 SM), dalam salah satu ukirannya yang masyhur, merasa bangga karena dirinya adalah orang Persia Arya.
Nama Iran menunjukan bahwa bangsa Iran berasal berasal dari suku Arya yang berpindah ke sana dari padang rumput yang luas di Timur dan Utara Laut Qazwin (Kaspia).
Lebih lanjut, dalam Tarikh Al-Muslimin wa Hadharatuhum fi Asia Wustha wa Bilad Qawqaz karya Muhammad Abdul Azhim Abu An-Nashr terjemahan Khalifurrahman Fath dan Masturi Irham, dikatakan ketika para penakluk Arab datang ke Asia Tengah, wilayah tersebut dihuni oleh berbagai elemen penduduk, antara lain Iran, Turki, China, dan Mongol.
Referensi Persia menunjukkan struktur sosial di Asia Tengah sebelum Islam didominasi oleh bangsa Arya (Aria). Konon, Bukhara merupakan kota paling tua yang dihuni oleh bangsa Arya. Hal ini terbukti karena terdapat beberapa kota yang didirikan oleh orang-orang Iran hingga sebelum masa Daulah Akhemeniyah (550-330 SM).
Tidak lama dari itu, Bukhara terlibat dalam peperangan Al-Iskandar, kemudian menjadi bagian dari Dinasti Bakhdziniyyun (Balkh). Ketika beberapa kelompok Turki datang ke wilayah Transoxiana pada abad keenam Masehi lalu menguasai beberapa kota Iran, beberapa dari mereka tinggal di Bukhara. Hal ini menyebabkan kota tersebut lama kelamaan didominasi oleh bangsa Turki.
Kisah Penaklukan Bangsa Persia oleh Islam
Kisah penaklukan Persia oleh Islam sangat erat kaitannya dengan perang Nahavand dan menjadi titik balik penentu runtuhnya kekuasaan kekaisaran Sassanid Persia.
Dikisahkan dalam buku Sejarah Penaklukan-Penaklukan Muslim yang Mengubah Wajah Dunia oleh Yulian Harsono, upaya penaklukan Persia (kini wilayah Iran) terjadi saat Perang Nahavand sekitar tahun 642 M ketika pasukan Persia Sassanid bentrok dengan pasukan Arab (Islam).
Perang ini menjadi titik balik dalam sejarah bangsa Iran. Pertempuran tersebut berakhir dengan kekalahan bagi pasukan Persia Sassanid dan membuka jalan bagi penaklukan Arab, yang berakhir pada islamisasi wilayah tersebut.
Perang Nahavand melibatkan sekitar 30.000 pasukan Islam di bawah komando Nu'man. Pasukan ini menyerang pasukan Sassanid yang diperkirakan berjumlah 150.000 orang.
Pasukan Sassanid yang dipimpin oleh Firuzan bertahan di posisi yang dibentengi dengan kuat. Setelah pertempuran berjalan secara lambat, Nu'man menggunakan taktik berpura-pura kalah dan memerintahkan pasukannya untuk mundur dari medan perang.
Melihat lawannya mundur, Firuzan kemudian meninggalkan posisinya dan mengejar pasukan Nu'man. Pengejaran tersebut menjadi kesalahan taktik yang dilakukan oleh pasukan Sassanid. Pasukan Islam sudah menunggu dan menyergap mereka.
Pasukan Sassanid dipaksa bertempur di medan yang tidak menguntungkan. Mereka terjebak di antara dua jurang gunung sehingga menjadi target mudah bagi pasukan Arab. Nu'man dan Firuzan tewas dalam peperangan tersebut, korban di pihak Iran dikatakan berjumlah 100.000 orang.
Kemenangan pasukan Islam dalam perang Nahavand kemudian dijuluki dengan sebutan "Kemenangan di Atas Kemenangan". Setelah Perang Nahavand berakhir, Imperium Persia dinyatakan runtuh dan ditandai dengan kaburnya Yazdegerd III ke arah Timur.

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Bukan Muslim, 5 Karakter Cristiano Ronaldo Ini Justru Sesuai Syariat Islam