Sholat sunnah taubat dikerjakan ketika seorang melakukan kesalahan lalu memohon ampun kepada Allah SWT. Sholat ini menjadi amalan yang menunjukkan penyesalan atas dosa yang telah dilakukan.
Setelah melaksanakan sholat taubat, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, memohon ampunan, dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan. Seorang yang memiliki hati lembut biasanya akan menangis saat memohon ampunan Allah SWT, hal ini telah dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al Anfal ayat 2,
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal."
Hakikat Sholat Taubat dalam Islam
Mengutip buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar, sholat taubat adalah sholat sunnah yang dilakukan sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa yang telah dilakukan, baik dosa kecil maupun dosa besar.
Dalam hadits dari Abu Bakar RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu ia berwudhu dengan baik, kemudian ia berdiri sholat dua rakaat dan memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
Dijelaskan dalam buku Perbaiki Sholatmu Niscaya Allah akan Perbaiki Hidupmu karya Idris bin Umar, sholat ini dianjurkan untuk menyertai taubat nasuha, yang merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim.
Apakah Harus Menangis Saat Berdoa Setelah Sholat Taubat?
Menangis bukanlah syarat diterimanya taubat. Islam tidak mensyaratkan seseorang untuk menangis ketika berdoa agar taubatnya sah atau diterima. Namun, menangis bisa menjadi tanda kelembutan hati dan penyesalan yang mendalam, yang tentu sangat dianjurkan.
Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam Kitab Al-Ghunyah menjelaskan, "Syarat taubat ada tiga: pertama, menyesali atas kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan, ini berdasarkan hadits Rasulullah, 'Menyesali kesalahan adalah taubat'. Tanda dari penyesalan adalah lembutnya hati dan berderainya air mata. Sebab itu, Rasulullah mengatakan, 'Berkumpullah bersama orang yang bertaubat, karena hati mereka lembut'. Kedua, meninggalkan setiap kesalahan di mana pun dan kapan pun. Ketiga, berjanji dan berusaha untuk tidak kembali pada dosa dan kesalahan."
Walaupun tidak wajib, menangis saat berdoa memiliki nilai keutamaan tersendiri. Dalam banyak riwayat disebutkan menangis karena takut kepada Allah adalah tanda keimanan yang kuat.
Rasulullah SAW bersabda, "Dua mata yang tidak akan disentuh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga di jalan Allah." (HR Tirmidzi)
Dalam praktiknya, tidak semua orang mudah menangis, dan itu adalah hal yang wajar. Setiap manusia memiliki karakter emosional yang berbeda. Ada yang mudah tersentuh hingga menangis, ada pula yang mengekspresikan penyesalan dengan cara lain.
Doa Setelah Sholat Taubat
Setelah melakukan sholat taubat, dianjurkan agar beristighfar lalu membaca doa setelah sholat taubat, berikut bacaannya:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Arab latin: Astaghfirullaahal'adziim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih.
Artinya: "Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada-Mu."
Setelah itu bisa dilanjutkan dengan membaca:
اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ
Arab latin: Allahumma anta rabii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana'abduka wa ana'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzubika min syarri maa shana'tu. Abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang layak disembah selain Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui atas dosaku, maka ampunilah aku, karena hanya Engkaulah yang dapat memberikan ampunan wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat."
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Eks Menag Kritik Rencana War Tiket Haji Kemenhaj
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre
Prabowo Ingin Hapus Antrean Haji, Kemenhaj Kaji Sistem "War Ticket"