132 Ribu Jemaah Haji Indonesia Nafar Awal Sudah Tinggalkan Mina

Kabar Haji Bersama Wardah

132 Ribu Jemaah Haji Indonesia Nafar Awal Sudah Tinggalkan Mina

Rachmatunnisa - detikHikmah
Sabtu, 30 Mei 2026 08:00 WIB
Ribuan jamaah haji sedunia kembali dari Mina menuju Kota Makkah via Jamarat usai mengambil nafar awal, Jumat (29/5).
Ribuan jamaah haji sedunia kembali dari Mina menuju Kota Makkah via Jamarat usai mengambil nafar awal, Jumat (29/5). Foto: Media Center Haji 2026
Makkah -

Mayoritas jemaah haji Indonesia memilih nafar awal dan mulai meninggalkan Mina menuju Makkah pada Jumat (29/5/2026) atau 12 Zulhijah 1447 Hijriah. Tercatat sebanyak 132.568 jemaah bergerak dari Mina setelah menyelesaikan rangkaian mabit dan lempar jumrah selama hari-hari tasyrik.

Pergerakan jemaah dimulai sejak pagi hari dengan menggunakan bus menuju hotel masing-masing di Makkah. Proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah disusun oleh petugas haji.

"Jadi jam setengah 7 atau jam 7 (jemaah haji Indonesia) sudah mulai meninggalkan Mina," kata Wakil Satgas Mina, Zaenal Muttaqin, kepada Tim Media Center Haji, Jumat (29/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Zaenal, jumlah jemaah yang mengambil nafar awal mencapai sekitar 68 persen dari total jemaah Indonesia yang menjalani mabit di Mina. Dengan demikian, sebagian besar jemaah memilih menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina pada 12 Zulhijah dan kembali lebih awal ke Makkah.

Ia menjelaskan, dari total 527 kelompok terbang (kloter), sebanyak 424 kloter dijadwalkan meninggalkan Mina pada hari tersebut. Mereka telah menyelesaikan mabit serta melaksanakan lontar jumrah aqabah dan jumrah selama hari tasyrik.

ADVERTISEMENT

"Untuk hari ini, mereka sampai pergerakan pemberangkatan terakhir pukul 14.00, diusahakan nanti sampai pukul 17.00," kata Zaenal.

Petugas juga mengingatkan bahwa jemaah yang belum berhasil keluar dari Mina sebelum matahari terbenam tidak lagi dapat mengikuti skema nafar awal. Mereka wajib melanjutkan mabit hingga keesokan harinya dan mengikuti nafar tsani.

"Jadi, mereka harus sudah keluar dari Mina sebelum gurubusyamsi atau terbenamnya matahari," kata Zaenal.

Selain jemaah yang menginap di Mina, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat terdapat lebih dari 20 ribu jemaah yang mengikuti program tanazul. Program ini memungkinkan jemaah kembali ke hotel di Makkah tanpa bermalam di Mina.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, sebagian besar peserta tanazul juga memilih nafar awal. Begitu pula dengan jemaah yang menjalankan tanazul secara mandiri di luar program resmi Kementerian Haji dan Umrah.

Untuk mendukung kelancaran ibadah, Kementerian Haji dan Umrah sebelumnya telah menyusun jadwal rinci pelaksanaan lempar jumrah bagi jemaah Indonesia selama berada di Mina. Pengaturan waktu dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan jemaah saat menjalankan salah satu rangkaian wajib haji tersebut.

Sementara itu, jemaah yang memilih nafar tsani masih akan melanjutkan mabit di Mina hingga 13 Zulhijah dan melaksanakan lempar jumrah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.



(rns/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads