Sebuah manuskrip Al-Qur'an langka dari abad ke-19 kini menjadi sorotan dalam pameran yang digelar di Museum Al-Qur'an, Distrik Budaya Hira, Makkah. Kehadiran naskah bersejarah ini tidak hanya menarik perhatian pengunjung, tetapi juga menjadi bukti nyata kekayaan tradisi keilmuan dan seni dalam peradaban Islam.
Dilansir Arab News dari Saudi Press Agency (SPA), Selasa (7/4/2026), manuskrip tersebut mencerminkan penghormatan yang secara historis ditunjukkan umat Islam terhadap Al-Qur'an. Manuskrip ini juga sekaligus menunjukkan sisi artistik dan dekoratif. Hal ini terlihat jelas dari detail ornamen yang menghiasi setiap bagian mushaf.
Keindahan Al-Qur'an ini terpancar melalui dekorasi yang rumit, penyepuhan yang halus, serta motif bunga yang menghiasi bagian pembuka, tengah, hingga penutup. Setiap elemen menunjukkan tingkat keahlian tinggi para pengrajin pada masanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini membuktikan bahwa pembuatan Al-Qur'an bukan sekadar menyalin teks suci, tetapi juga memperindahnya dengan sentuhan seni bernilai tinggi.
Tak hanya sekadar koleksi kuno, manuskrip ini juga telah melalui proses pemugaran secara hati-hati di masa lalu. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keutuhan dan keindahan fitur artistiknya, sehingga tetap dapat dinikmati oleh generasi masa kini dan mendatang.
Saat ini, naskah berharga tersebut tersimpan di Perpustakaan Raja Abdulaziz, yang dikenal memiliki komitmen besar dalam melestarikan khazanah Islam. Keberadaan manuskrip ini menjadi bukti nyata dedikasi lembaga tersebut dalam menjaga warisan intelektual dan spiritual umat Islam.
Pameran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Al-Qur'an tidak hanya dijaga dari sisi hafalan dan penulisan, tetapi juga melalui karya seni yang mencerminkan kecintaan mendalam umat Islam terhadap kitab sucinya.

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM