Sumur Zamzam di Makkah menjadi salah satu fenomena menakjubkan. Airnya tidak pernah habis, meski setiap tahun digunakan oleh jutaan jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia.
Sumur ini berada sekitar 20 meter di sebelah timur Ka'bah, tepat di dalam Masjidil Haram, Makkah. Kedalamannya sekitar 30 meter.
Air Zamzam kemudian ditampung dan didistribusikan ke berbagai bagian Masjidil Haram. Selain itu, air ini juga dikemas untuk dibawa pulang oleh jamaah haji dan umrah ke berbagai negara di seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak yang penasaran kenapa air Zamzam bisa terus ada tanpa bisa mengering. Selain keajaiban menurut keyakinan agama, para ilmuwan juga meneliti untuk memahami fenomena unik ini.
Simak penjelasan ilmiah di balik sumur Air Zamzam yang tak pernah kering berikut ini dan sejarah keberadaan sumur ini.
Sejarah Terbentuknya Sumur Air Zamzam
Arti kata Zamzam adalah "berkumpul", karena airnya awalnya tergenang di permukaan tanah sebelum akhirnya menjadi sumur yang bisa diambil semua manusia.
Menukil buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an oleh Nadiah Thayyarah, sumur Zamzam sudah ada lebih dari 3.300 tahun. Berbeda dengan sumur biasa yang hanya bisa mengalir 50-150 tahun sebelum mengering, air Zamzam terus memancar ribuan tahun tanpa henti. Hal ini jelas merupakan mukjizat Allah SWT.
Sumur air Zamzam muncul saat Nabi Ibrahim AS meninggalkan istrinya, Hajar, dan anaknya Ismail di tengah padang pasir yang sangat tandus atas perintah Allah SWT. Panas terik matahari membuat Hajar berlari bolak-balik di antara bukit Shafa dan Marwah tujuh kali untuk mencari air.
Sementara itu, bayi Ismail menangis dan ia pun menendang-nendang tanah. Dari tendangan kakinya itu, terbentuk lubang yang memancarkan air, yang kemudian dikenal sebagai sumur air Zamzam.
Dengan begitu, sumur air Zamzam adalah mukjizat Allah yang diberikan kepada keluarga Nabi Ibrahim AS. Hingga sekarang, airnya tetap mengalir tanpa pernah kering.
Penjelasan Ilmiah Sumur Air Zamzam yang Tak Pernah Kering
Dikutip dari buku Sejarah Ibadah karya Syahruddin El-Fikri, sumur air Zamzam di Makkah tidak pernah kering. Selama lebih dari 14 abad, airnya selalu tersedia meski digunakan jutaan orang setiap tahun.
Secara logika, hal ini terasa tidak masuk akal, karena kota Makkah berada di tengah padang pasir. Sumur air Zamzam sendiri hanya berukuran kecil, dengan lebar 3-4 meter dan kedalaman sekitar 30 meter, namun mampu menghasilkan air dengan jumlah sangat besar.
Rovicky Dwi Putrohari, anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), dalam artikelnya "Rahasia Air Zamzam", menyebutkan bahwa sumur ini pernah diuji sebelum tahun 1950-an. Hasil uji pemompaan menunjukkan sumur bisa mengalirkan 11-18,5 liter per detik, setara 660 liter per menit atau sekitar 40 ribu liter per jam.
Pada tahun 1953, dibangunlah pompa untuk menyalurkan air ke bak penampungan dan keran di sekitar sumur. Saat diuji dengan pemompaan 8.000 liter per detik selama 24 jam, permukaan air turun 3,23 meter, tapi hanya 11 menit setelah pemompaan berhenti, air kembali ke posisi semula.
Penelitian ini membuktikan bahwa air Zamzam banyak berasal dari rekahan atau celah di bebatuan perbukitan sekitar Makkah. Beberapa celah memanjang ke arah Hajar Aswad sepanjang 75 cm dengan tinggi 30 cm, sementara celah-celah kecil lain menuju arah Shafa dan Marwah.
Keterangan geometris sumur juga dicatat bahwa celah di bawah area tawaf sekitar 1,56 meter, kedalaman total sumur 30 meter, kedalaman air dari bibir sumur sekitar 4 meter, kedalaman mata air 13 meter, dan dari mata air sampai dasar sumur 17 meter. Diameter sumur berkisar 1,46-2,66 meter. Celah-celah inilah yang terus memasok air ke sumur air Zamzam.
Meski sudah dijelaskan menurut penelitian ilmiah, fenomena ini tetap merupakan mukjizat Allah SWT. Banyak ilmuwan dan ahli geologi yang meneliti, tapi sampai sekarang belum ada jawaban ilmiah yang bisa menjelaskan mengapa sumur ini tidak pernah kering selama lebih dari ribuan tahun.
Kandungan Air Zamzam Menurut Penelitian Ilmiah
Masih mengutip sumber sebelumnya, yaitu Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an, berbagai penelitian menunjukkan bahwa air Zamzam bebas bakteri, kecuali jika tempat penyimpanan atau pipa airnya sudah terkontaminasi.
Air Zamzam kaya akan mineral penting seperti kalsium, magnesium, sodium, potassium, dan bikarbonat yang baik untuk pencernaan. Rasanya sedikit asin karena kandungan mineralnya yang tinggi.
Hasil analisis laboratorium menunjukkan, setiap 1 liter air Zamzam mengandung:
- Kalsium: 200 mg
- Magnesium: 50 mg
- Sodium: 250 mg
- Potassium: 120 mg
- Klorin: 350 mg
- Sulfur: 370 mg
- Bikarbonat: 366 mg
- Nitrat: 270 mg
- Nitrit: 0,01 mg
Kandungan mineral tersebut membuat air Zamzam tidak hanya menyegarkan tapi juga menyehatkan, sesuai penelitian ilmiah.
Dalil Tentang Keistimewaan Air Zamzam
Ada banyak dalil yang menjelaskan bahwa air Zamzam memiliki keistimewaan dan keberkahan tersendiri.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Ia air yang diberkati dan makanan terbaik." (HR Muslim)
Dalam riwayat lain, air Zamzam juga disebut sebagai penyembuh penyakit. "Ia penyembuh penyakit." (HR Al-Bazzar)
Cara meminum air Zamzam pun diajarkan Rasulullah SAW. Dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa,
"Jika meminumnya, menghadap kiblat dan sebut nama Allah (basmalah), tarik napas tiga kali, lalu minum dengan baik. Setelah selesai, pujilah Allah (hamdalah). Karena Rasulullah bersabda, 'Tanda pemisah antara kita dengan kaum munafik adalah mereka tidak minum air Zamzam dengan baik.'" (HR Ibnu Majah)

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam