- Bacaan Surat Al-Ikhlas Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
- Tafsir Surat Al Ikhlas
- Keutamaan Surat Al-Ikhlas 1. Meneguhkan Tauhid dan Keimanan 2. Pahala Besar Setara Sepertiga Al-Qur'an 3. Menjadi Sebab Dicintai Allah 4. Memberikan Perlindungan dan Ketenangan Jiwa 5. Bekal Keselamatan di akhirat
- Doa Surat Al Ikhlas
Surat Al-Ikhlas adalah surat ke-112 dalam Al-Qur'an yang tergolong sebagai surah Makkiyah. Surat ini diturunkan setelah surat An-Naas dan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam karena memuat inti dari konsep tauhid.
Surat Al-Ikhlas sering dibaca oleh umat Islam dalam berbagai ibadah, baik salat wajib maupun salat sunnah. Surat Al-Ikhlas memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW bersabda, "Demi Zat yang menguasai diriku, sesungguhnya surat al-Ikhlas seimbang (senilai) dengan sepertiga Al-Qur'an." (HR Shahihain)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sabdanya yang lain, beliau menyatakan, "Barang siapa membacanya sebanyak 10 kali, maka Allah membangunkan gedung di surga untuknya." (HR at-Tirmidzi)
Bacaan Surat Al-Ikhlas Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Arab latin: qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yūlad wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya." (QS Al Ikhlas: 1-4)
Tafsir Surat Al Ikhlas
Berdasarkan Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, surat Al-Ikhlas menjelaskan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak memiliki sekutu dalam zat, sifat, maupun ketuhanan-Nya. Dia adalah tempat bergantung seluruh makhluk, yang Mahakaya dan tidak membutuhkan apa pun, sementara semua makhluk bergantung kepada-Nya.
Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, sehingga tidak memiliki asal-usul maupun keturunan seperti makhluk. Selain itu, tidak ada sesuatu pun yang setara atau sebanding dengan-Nya dalam hal apa pun, baik dari segi zat, sifat, maupun perbuatan.
Berdasarkan Tafsir Tahlili, surat Al-Ikhlas menegaskan keesaan Allah secara menyeluruh yang mencakup zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Allah tidak tersusun dari bagian-bagian dan tidak membutuhkan apa pun, karena seluruh kejadian terjadi atas kehendak-Nya. Dia menjadi satu-satunya tempat bergantung bagi semua makhluk, sementara Dia sendiri tidak bergantung kepada siapa pun.
Allah juga Mahasuci dari memiliki anak atau berasal dari sesuatu, sekaligus membantah berbagai keyakinan yang menyekutukan-Nya. Pada akhirnya, ditegaskan bahwa tidak ada satu pun yang setara dengan Allah, sehingga Dia berbeda sepenuhnya dari makhluk dalam segala aspek.
Keutamaan Surat Al-Ikhlas
Dinukil dari buku Terjemahan dan Makna Surah 112 Al-Ikhlas (Tauhid & Keikhlasan Hati) Pure Monotheist Faith Edisi Bilingual oleh Xeno Medisium, berikut beberapa keutamaan membaca surat Al-Ikhlas:
1. Meneguhkan Tauhid dan Keimanan
Membaca surat Al-Ikhlas secara rutin dapat memperkuat keimanan dan memurnikan tauhid. Kandungan surat ini menegaskan keesaan Allah serta menolak segala bentuk kesyirikan dan penyerupaan Allah dengan makhluk.
Dengan sering membacanya, seseorang akan semakin memahami hakikat Tuhannya dan kepada siapa ia bergantung. Hal ini akan menumbuhkan ketenangan, keyakinan, serta keteguhan hati dalam menjalani kehidupan, dan menjadi dasar keselamatan di akhirat.
2. Pahala Besar Setara Sepertiga Al-Qur'an
Surat Al-Ikhlas memiliki keutamaan pahala yang sangat besar. Dalam hadits disebutkan bahwa surat ini setara dengan sepertiga Al-Qur'an dari sisi kandungan tauhid. Membacanya dengan penuh keikhlasan dan penghayatan dapat mendatangkan pahala yang besar. Amalan ini juga menjadi pilihan yang ringan tetapi bernilai tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu.
3. Menjadi Sebab Dicintai Allah
Mencintai dan membiasakan membaca surat Al-Ikhlas dapat menjadi sebab seseorang mendapatkan cinta Allah SWT. Hal ini sebagaimana diceritakan dalam hadits tentang seorang sahabat yang gemar membaca surah ini dalam salatnya. Cinta Allah SWT membawa keberkahan, ketenangan hidup, serta pertolongan di dunia, dan menjadi jalan menuju keselamatan serta kedudukan mulia di akhirat.
4. Memberikan Perlindungan dan Ketenangan Jiwa
Surat Al-Ikhlas sering dibaca bersama surat Al Falaq dan An Nas sebagai bentuk perlindungan diri. Membacanya dapat memberikan rasa aman, menenangkan hati, serta melindungi dari gangguan lahir dan batin.
Rasulullah SAW juga mencontohkan membacanya sebelum tidur sebagai ikhtiar menjaga diri. Kebiasaan ini membantu mengurangi kecemasan dan memperkuat rasa tawakal kepada Allah SWT.
5. Bekal Keselamatan di akhirat
Surat Al-Ikhlas mengandung inti ajaran tauhid yang menjadi fondasi utama dalam Islam. Membaca dan mengamalkan maknanya akan memperkuat akidah serta menjadi syarat penting diterimanya amal.
Dengan menjadikannya sebagai amalan rutin, seorang muslim akan terus diingatkan tentang keesaan Allah dan ketergantungan sepenuhnya kepada-Nya, sehingga menjadi bekal utama menuju keselamatan di kehidupan akhirat.
Doa Surat Al Ikhlas
Agar lebih mendapat manfaat, dijelaskan dalam buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa oleh Ust. Ahmad Zacky El-Syafa, terdapat doa surat Al Ikhlas yang dapat diamalkan setelah membaca surat Al Ikhlas, berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا وَاحِدُ يَا أَحَدُ يَا صَمَدُ يَا مَنْ لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا، يَا مَنْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، أَسْأَلُكَ بِحَقِّ أَسْمَائِكَ الْعِظَامِ ، وَأَنْبِيَائِكَ الْكِرَامِ أَنْ تُسَخَّرَ لِي هَذِهِ السُّورَةِ الْعَظِيمَةِ عَبْدِكَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِكَ عَبْدِ الصَّمَدِ وَعَبْدِكَ عَبْدِ الوَاحِدِ يَكُونُوالِي عَوْنَا عَلَى قَضَاءِ حوَائِجى الْعَجَلْ الْعَجَلْ الْوَحَا الْوَحَا السَّاعَةَ السَّاعَةَ بَارَكَ اللَّه فِيكُمْ وَعَلَيْكُمْ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ
Arab latin: Allaahumma innii as-aluka ya waahidu yaa ahadu ya shamadu yaa man lam yattakhidz shaahibatan walaa waladan, yaa man lam yalid walam yuulad walam yakun lahuu kufuwan ahad. As-aluka bihaqqi asmaa-ika al-'adziimi wa anbiyaaikal kiraami an tusakhkhira lii khuddaama haadzihis suuratil 'adzi-imati 'abdika 'abdirrahmaani 'abdika 'abdish shamadi wa'abdika 'abdil waahidi yakuunuu lii 'aunan 'alaa qadhaa-i hawaaijii al-'ajal al-'ajal alwahaa alwahaa as-saa'ata as-saa'ata baarakallaahu fiikum wa 'alaikum wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi washahbihi wa sallam
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu wahai Zat Yang Satu, wahai Zat Yang Esa, wahai Zat Yang Maha Kekal, wahai Zat yang tidak mengambil pendamping dan juga tidak berputra, wahai Zat yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan dan juga tidak ada seorang pun yang menyamai. Aku memohon kepada-Mu dengan keagungan asma-Mu yang agung, nabi-nabi-Mu yang mulia. Tundakkanlah para khadam surat ini untukku, hamba-hamba-Mu hamba Zat Yang Maha Pengasih, hamba-Mu hamba Zat yang dituju, dan hamba-Mu hamba Zat Yang Maha Satu. Jadikanlah mereka sebagai penolongku untuk mendapatkan keinginanku, segera, segera, alwahaa, alwahaa, saat ini juga saat ini juga. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kamu semua. Dan semoga rahmat serta salam Allah dilimpahkan kepada junjungan kami Muhammad, seluruh keluarga dan para sahabatnya."
Lalu dapat dilanjutkan dengan membaca surat Al Falaq dan An Nas.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Arab latin: qul a'ūdzu birabbil-falaq min sharri mā khalaq wa min sharri ghāsiqin idzā waqab wa min sharrin-naffāṡāti fil-'uqad wa min sharri ḥāsidin idzā ḥasad.
Artinya: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul (tali), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." (QS Al Falaq: 1-5)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Arab latin: qul a'ūdzu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min sharril-waswāsil-khannās alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās minal-jinnati wan-nās.
Artinya: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia." (QS An Nas: 1-6)
