Ke Mana Hilangnya Kota Ubullah, Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid?

Ke Mana Hilangnya Kota Ubullah, Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid?

Tia Kamilla - detikHikmah
Rabu, 01 Apr 2026 15:30 WIB
Ilustrasi perang, sahabat nabi, pasukan berkuda.
Foto: Vector_Corp/Freepik
Jakarta -

Ubullah dikenal sebagai salah satu pelabuhan besar di wilayah Persia yang ramai pada masanya. Kota ini menjadi pusat perdagangan sekaligus jalur penting bagi peradaban kuno.

Namun, setelah penaklukan oleh pasukan Islam di bawah Khalid bin Walid, nama Ubullah perlahan menghilang dari catatan sejarah. Lalu, ke mana hilangnya Kota Ubullah, pelabuhan penting Persia yang pernah ditaklukkan Khalid bin Walid?

Sejarah Singkat Kota Ubullah di Masa Persia

Mengutip Encyclopaedia Iranica, Ubullah (Obolla) adalah pelabuhan di Irak Hilir pada masa Islam klasik dan abad pertengahan. Kota ini berada di delta Sungai Tigris, dekat Shatt al-Arab, di tepi barat Tigris dan utara kanal Nahr al-Obolla yang menghubungkan Ubullah dengan Basrah lewat Nahr Maqel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ubullah sudah ada sejak masa pra-Islam dan berkembang pesat di bawah kekuasaan Persia di Mesopotamia. Beberapa sumber menyebut kota ini dibangun oleh Ardashir I. Kota ini kemungkinan sama dengan "pelabuhan Apologos" yang disebut dalam Periplus Laut Erythraean abad ke-2 M.

Saat bangsa Arab pertama menyerbu dari timur laut Arab, Ubullah dijaga 500 pasukan kavaleri Persia. Kota ini direbut pada tahun 14 H/635 M oleh Otba bin Ghazwan al-Mazeni yang menjarah 600 dirham dan menunjuk Nafe bin al-Hareth al-Thaqafi sebagai gubernur.

ADVERTISEMENT

Ubullah tetap menjadi pelabuhan perdagangan dengan India dan Timur Jauh, meski pusat administrasi baru dibangun di Basrah.

Ubullah dikenal sebagai pusat manufaktur, khususnya sorban, saputangan, dan pakaian linen. Wilayahnya juga sangat subur untuk pertanian. Pada abad ke-5 H/11 M, pelancong Naser-e Khosraw memuji istana, pasar, masjid, dan bangunan umum di kota ini.

Namun, setelah masa Mongol, Ubullah mulai menurun menjadi desa, seperti yang dicatat Ebn Battuta. Kini, kawasan Asar di Basrah modern menempati lokasi lama Ubullah.

Meski memiliki keunggulan alam, Ubullah tidak pernah menggantikan Basrah sebagai pusat administratif dan militer karena Basrah lebih besar dan dekat dengan Gurun Arab.

Penaklukan Ubullah oleh Khalid bin Walid

Mengutip buku Kitab Sejarah Lengkap Khulafaur Rasyidin oleh Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa setelah menaklukkan Yamamah, Khalid bin Walid diperintahkan menuju Irak. Ia diminta memulai penaklukan dari wilayah Ubullah, lalu bergerak ke daerah lain. Selain itu, Abu Bakar juga berpesan agar masyarakat diajak masuk Islam dengan cara yang baik.

Khalid berangkat pada tahun 12 H melalui jalur Basrah. Dalam perjalanan, ia singgah di beberapa kota. Banyak wilayah memilih berdamai dengan membayar upeti dan mendapat jaminan keamanan.

Ubullah dikenal sebagai wilayah penting dan menjadi benteng kuat Persia. Pemimpinnya saat itu adalah Hurmuz, yang dikenal kejam dan kufur. Ia segera menyiapkan pasukan besar untuk menghadapi kaum muslimin.

Khalid memimpin sekitar 18.000 pasukan. Saat menghadapi musuh, mereka sempat kesulitan air. Namun, hujan turun deras sehingga kebutuhan air terpenuhi. Hal ini membuat pasukan semakin kuat.

Pertempuran besar pun terjadi. Hurmuz menantang duel, dan Khalid menerimanya. Dalam pertempuran itu, Khalid berhasil mengalahkan Hurmuz. Pasukan Persia akhirnya kalah dan tercerai-berai. Perang ini dikenal sebagai Perang Dzatus Salasil karena banyak tentara Persia yang dirantai.

Setelah menang, pasukan muslim menguasai banyak harta dan perlengkapan perang. Sebagian dikirim kepada Abu Bakar sebagai laporan kemenangan. Nilainya sangat besar, bahkan perlengkapan Hurmuz terkenal sangat mahal.

Dalam rangkaian ekspansi Islam di Irak yang dipimpin Khalid bin Walid, wilayah Ubullah kemudian berhasil dikuasai oleh pasukan Muslim di bawah Utbah bin Ghazwan.

Meski menang, Khalid tidak mengganggu warga sipil seperti petani, perempuan, dan anak-anak. Ia hanya memerangi pasukan Persia, bukan masyarakat umum.

Ke Mana Hilangnya Kota Ubullah?

Kota Ubullah tidak benar-benar hilang. Perannya perlahan meredup seiring berkembangnya Basrah yang didirikan oleh Utbah bin Ghazwan sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan baru. Kini, Ubullah hanya tersisa sebagai lokasi sejarah di sekitar Basrah modern.

Di sana dibangun masjid besar yang menjadi pusat ibadah, dakwah, dan kegiatan umat. Dari sinilah kehidupan masyarakat Islam di Basrah mulai berkembang.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads