Bolehkah Puasa Syawal 6 Hari Tidak Berurutan? Ini Penjelasan Ulama

Bolehkah Puasa Syawal 6 Hari Tidak Berurutan? Ini Penjelasan Ulama

Tia Kamilla - detikHikmah
Selasa, 24 Mar 2026 08:00 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night background. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Ilustrasi puasa Syawal 6 hari. Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Jakarta -

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari setelah Idul Fitri. Lalu, bolehkah puasa Syawal enam hari tidak berurutan?

Para ulama menjelaskan puasa Syawal tetap sah meski tidak dijalankan secara berurutan, asalkan jumlahnya enam hari dalam bulan Syawal. Berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boleh Puasa Syawal 6 Hari Tidak Berurutan

Dijelaskan dalam buku Fiqih Puasa oleh Dr. Thoat Stiawan dkk, puasa Syawal dimulai pada tanggal 2 Syawal dan berakhir pada akhir bulan Syawal. Puasa ini dilaksanakan selama enam hari.

Ulama fikih terkemuka asal Mesir, Sayyid Sabiq, dalam kitab Fiqhus Sunnah-nya memaparkan sejumlah pendapat ulama terkait pelaksanaan puasa Syawal. Menurut Imam Ahmad, puasa Syawal boleh dilakukan berurutan dan boleh dilaksanakan secara tidak berurutan (terpisah). Tidak ada yang lebih utama antara kedua cara tersebut.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, menurut ulama Hanafiyyah dan Syafi'iyyah, puasa Syawal lebih utama apabila dilakukan secara beruntun setelah Hari Raya Idul Fitri.

Mayoritas ulama menganjurkan untuk melaksanakannya secara berturut-turut satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Namun, jika terdapat halangan, boleh dilakukan secara terpisah.

Niat Puasa Syawal

1. Niat Puasa Syawal 6 Hari Berurutan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min syawwal lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunnah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Syawal Tidak Berurutan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatis Syawwal lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."

3. Niat Puasa Syawal di Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لللهِ تعالى

Arab Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adaa'i sunnatis Syawwaal lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah SWT."

Kapan Puasa Syawal 6 Hari 2026?

Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI, puasa Syawal 1447 H dapat dilakukan mulai 22 Maret hingga 18 April 2026.

Dengan jadwal ini, umat Islam memiliki rentang waktu yang cukup untuk menunaikan enam hari puasa sunnah Syawal setelah berakhirnya puasa Ramadan.

Hal yang Membatalkan dan Makruh Puasa Syawal

Hal-hal yang membatalkan puasa Syawal serupa dengan puasa sunnah lainnya, yaitu makan atau minum, berhubungan suami istri, sengaja muntah, sengaja mengeluarkan mani, serta haid atau nifas bagi wanita.

Sementara itu, hal-hal yang makruh saat puasa Syawal juga sama seperti puasa sunnah lain, misalnya mencicipi makanan tanpa kebutuhan jelas, berbekam, dan berlebihan saat berkumur atau memasukkan air ke hidung.

Keutamaan dan Hikmah Puasa Syawal

Salah satu keutamaan puasa Syawal adalah memperoleh pahala setara dengan puasa selama setahun penuh. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti berpuasa setahun penuh" (HR Muslim, shahih)



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads