Amalan bulan Syawal menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan setelah Ramadan. Beberapa riwayat hadits menyebutkan sejumlah amalan yang dapat dilakukan oleh umat Islam pada bulan ini.
Syawal juga menjadi kesempatan untuk melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan.
Amalan Bulan Syawal Sesuai Sunah Rasul
Dinukil dari buku Kunci-kunci Surga Rahasia Dahsyat Amalan & Doa Calon Penghuni Surga oleh Ahya Alfi Shobari, Buku Haji oleh Miftahul Achyar Kertamuda, dan Buku Harian Orang Islam: Agenda Syar'i Muslim/Muslimah Teladan Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut beberapa amalan yang dapat diamalkan ketika memasuki bulan Syawal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Puasa Syawal
Puasa Syawal adalah puasa sunah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal. Ibadah ini biasanya dilakukan setelah umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri dan menyelesaikan puasa wajib di bulan Ramadan selama satu bulan penuh.
Pelaksanaan puasa ini tidak harus berurutan, sehingga dapat dilakukan pada tanggal berapa pun selama masih berada dalam bulan Syawal.
Keutamaan puasa Syawal dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW berikut:
"Siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti puasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa satu tahun." (HR. Ahmad dan Muslim)
Puasa sunah di bulan Syawal merupakan salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Dengan menjalankan ibadah ini, seorang muslim diharapkan dapat memperoleh berbagai keutamaan dan pahala sebagai bekal di akhirat.
Dikutip dalam buku Tak Henti Engkau Berlari Dikejar Rezeki Amalan-Amalan Dahsyat Sumber Kekayaan dan Kemakmuran oleh Taufiq Fr, Puasa Syawal yang dilakukan selama enam hari bahkan disebut memiliki pahala yang sebanding dengan berpuasa selama satu tahun penuh.
Sebagaimana dalam sebuah riwayat yang berbunyi:
"Allah telah melipatgandakan setiap kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Puasa Ramadan setara dengan sepuluh bulan, dan puasa enam hari di bulan Syawal menyempurnakannya menjadi satu tahun." (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah, tercantum dalam Shahih At-Targhib)
2. Menikah di Bulan Syawal
Aisyah RA menuturkan, "Nabi SAW menikahiku pada bulan Syawal dan mulai membina keluarga bersamaku pada bulan Syawal. Maka tiada istri-istri beliau yang lebih baik di sisinya selain diriku" (HR. Ibnu Majah)
Dalam hadits lainnya juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dikatakan, "Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW menikahi Ummu Salamah pada bulan Syawal, dan mulai membina keluarga bersamanya pada bulan Syawal."
3. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunah yang dianjurkan dalam Islam. Dalam buku Cinta Shaum, Zakat, dan Haji karya Miftahul Achyar Kertamuda dijelaskan bahwa puasa ini termasuk amalan yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Puasa Ayyamul Bidh dikerjakan selama tiga hari pada setiap bulan Hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15.
Anjuran pelaksanaan puasa ini juga didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Milhan Al Qoisiy dari ayahnya. Ia berkata:
"Rasulullah SAW biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriah)." Dan beliau bersabda, "Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun." (HR. Abu Daud dan An Nasai).
4. Melaksanakan Salat Idul Fitri
Hari raya Idul Fitri diperingati setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan salat Idul Fitri sebagai bentuk syiar dan ungkapan syukur setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Hukum melaksanakan salat Idul Fitri adalah sunah muakkad, yaitu sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
5. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat
Umat Islam juga dianjurkan untuk berjalan kaki ketika menuju tempat pelaksanaan salat Idul Fitri apabila memungkinkan dan tidak menimbulkan kesulitan. Namun jika kondisi tidak memungkinkan, maka diperbolehkan menggunakan kendaraan.
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Termasuk sunah, yaitu engkau berjalan kaki menuju tempat salat Id dan memakan sesuatu sebelum berangkat." (HR. Tirmidzi)
6. Membaca Takbir
Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahlil, dan tahmid sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Salah satu bacaan takbir yang umum dibaca adalah sebagai berikut:
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Latin: Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar. Allaahu Akbar Wa Lillaahil Hamdu.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan hanya bagi-Nya segala pujian."
7. Puasa Senin Kamis
Puasa Senin dan Kamis termasuk puasa sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan biasa beliau lakukan secara rutin setiap minggu.
Puasa ini memiliki berbagai keutamaan, di antaranya dapat menghapus kesalahan serta mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa hari Senin dan Kamis merupakan waktu ketika amal perbuatan manusia diangkat kepada Allah SWT, sehingga beliau menyukai menjalankan puasa pada kedua hari tersebut.
"Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai." (HR. Muslim)
8. Mempererat Silaturahmi
Dalam Buku Harian Orang Islam: Agenda Syar'i Muslim/Muslimah Teladan Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dijelaskan bahwa bulan Syawal merupakan waktu yang sangat dinantikan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia.
Pada bulan ini, umat Islam biasanya memperbanyak amalan silaturahmi, baik dengan keluarga besar, kerabat, tetangga, sahabat lama, maupun teman lainnya. Tradisi saling mengunjungi dan bermaafan ini menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan sosial dan persaudaraan.
Karena itu, Syawal sering dipandang sebagai bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT. Hal tersebut tercermin dari semangat umat Islam dalam memperkuat tali silaturahmi serta mempererat ukhuwah Islamiyah setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan.
