Sebagian orang mungkin pernah mendengar istilah Hari Tasyrik yang dikaitkan dengan Idul Adha. Lalu, bagaimana dengan Hari Raya Idul Fitri? Apakah ada Hari Tasyrik Idul Fitri?
Dalam ajaran Islam, Hari Tasyrik sebenarnya memiliki waktu dan makna tersendiri yang berkaitan dengan perayaan Idul Adha. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan tentang Hari Tasyrik dalam Islam berikut ini.
Pengertian Tari Tasyrik
Dijelaskan dalam buku Puasa Wajib dan Sunah yang Paling Dianjurkan oleh Zainul Arifin, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, yakni tiga hari setelah Idul Adha. Menurut para ulama, istilah "tasyrik" memiliki beberapa asal kata. Ada yang menyebut dari yusyrikun (menjemur), karena daging qurban dijemur, ada pula yang dari yusyrik (terbit), karena hewan kurban disembelih saat matahari terbit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian ulama lainnya mengatakan sebutan ini muncul karena salat Idul Adha dilakukan setelah matahari terbit, dan Hari Tasyrik mengikuti Hari Raya.
Sementara itu, dalam buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat, Petunjuk Nabi Muhammad untuk Terkabulnya Semua Hajat karya M. Ghofur Khalil, disebutkan bahwa pada Hari Tasyrik, para jemaah haji berada di Mina dan sedang melempar jumrah.
Dalil Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik
Umat Islam dilarang berpuasa pada Hari Tasyrik, kecuali bagi yang tidak mendapatkan hewan kurban saat haji. Sebagaimana hadits berikut ini:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ
Artinya: "Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: 'Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada Hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji'." (HR Bukhari)
Selain itu, dalam sebuah riwayat juga disebutkan bahwa Hari Tasyrik merupakan hari untuk makan dan minum. Berikut bunyi haditsnya:
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Artinya: "Dari Uqbah bin Amir, Rasulullah SAW bersabda: 'Hari Arafah, Hari Idul Adha, dan Hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum'." (HR An-Nasa'i)
Hari Tasyrik Idul Fitri Apakah Ada?
Berdasarkan buku Fikih Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq, para ulama sepakat tentang adanya larangan berpuasa wajib maupun sunnah saat hari raya.
Hal ini didasarkan pada perkataan Umar RA yang menyebut bahwa Rasulullah SAW melarang puasa pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Alasannya, Hari Raya Idul Fitri adalah saat berbuka setelah sebulan berpuasa, sedangkan Idul Adha agar umat Islam bisa menikmati hasil ibadah kurban. (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan an-Nasa'i)
Hari Tasyrik sendiri berlaku pada tiga hari setelah Idul Adha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Sedangkan pada Hari Raya Idul Fitri, tidak ada Hari Tasyrik. Larangan berpuasa hanya berlaku pada tanggal 1 Syawal, hari perayaan Idul Fitri itu sendiri.
Setelah Idul Fitri, umat Islam diperbolehkan berpuasa lagi, baik untuk mengganti puasa Ramadan (qadha), menjalankan puasa sunnah Syawal, maupun puasa sunnah lainnya.
Jadi, Hari Raya Idul Fitri memang menjadi waktu umat Islam untuk bersukacita dan menikmati kemenangan setelah sebulan berpuasa.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Prabowo Akan Salat Idul Adha di Prancis, Kurban 1.098 Sapi Tetap Jalan
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara