Sholat Idul Fitri Jam Berapa Dimulai? Ini Waktu Terbaik Menurut Ulama

Sholat Idul Fitri Jam Berapa Dimulai? Ini Waktu Terbaik Menurut Ulama

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Sabtu, 21 Mar 2026 04:00 WIB
Umat Muslim melakukan Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di kawasan Jatinegara, Jakarta, Senin (31/3/2025). Warga muslim setempat melaksanakan shalat Idul Fitri di kawasan samping Gereja Protestan Koinonia yang didirikan pada 1889.
Umat Islam melakukan Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di kawasan Jatinegara, Jakarta, Senin (31/3/2025). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sholat Idul Fitri adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada 1 Syawal. Ibadah ini menjadi bentuk syukur atas kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Dalam pelaksanaannya, sholat Idul Fitri memiliki batasan waktu. Berikut ketentuan, hukum, hingga tata cara pelaksanaannya agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.

Waktu Terbaik Sholat Idul Fitri Menurut Ulama

Dijelaskan dalam buku Fikih Empat Madzhab karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi yang diterjemahkan oleh Shofa'u Qolbi Djabir dkk, para ulama berbeda pendapat terkait pelaksanaan sholat Idul Fitri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut mazhab Syafi'i, waktu sholat Id (Idul Fitri) dimulai sejak matahari terbit hingga matahari hendak tergelincir (sebelum waktu zuhur tiba). Apabila waktunya terlewat, maka disunnahkan untuk mengqadhanya.

Sementara menurut mazhab Maliki, waktu sholat Idul Fitri dimulai saat tiba waktu diperbolehkannya melaksanakan sholat sunnah hingga matahari hendak tergelincir. Jika waktunya terlewat, maka tidak perlu mengqadhanya.

ADVERTISEMENT

Waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri menurut mazhab Hambali dan Hanafi, sama halnya dengan mazhab Maliki, yang membedakan hanya cara mengqadha sholatnya saja. Menurut mazhab Hambali, apabila terlewat waktu sholat Idul Fitri, maka boleh mengqadha keesokan harinya, bahkan jika telah terlewat selama berhari-hari.

Lebih lanjut, dijelaskan dalam buku Fikih Sunnah oleh Sayyid Sabiq, waktu sholat Idul Fitri (hari raya) dimulai sejak terbit matahari kira-kira tiga meter, hingga tergelincirnya matahari.

Landasan waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri merujuk pada sebuah riwayat Hasan bin Ahmad al-Banna dari Jundub, ia berkata, "Rasulullah SAW menunaikan sholat Idul Fitri bersama kami di saat ketinggian matahari kira-kira dua tombak, dan sholat Idul Adha di saat ketinggiannya kira-kira satu tombak." (HR Ahmad)

Hadits di atas menjelaskan terkait disunnahkannya untuk melambatkan pelaksanaan sholat Idul Fitri. Ibnu Qudamah berkata, "Disunnahkan menyegerakan sholat Idul Adha untuk memberi kesempatan yang memadai untuk berkurban. Sebaliknya, disunnahkan mengundurkan sholat Idul Fitri agar terbuka pula peluang yang luas untuk mengeluarkan zakat fitrah. Dalam hal ini, aku tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat."

Hukum Sholat Idul Fitri

Dinukil dari buku Panduan Sholat Rosulullah oleh Imam Abu Wafa, terdapat perbedaan pendapat terkait hukum pelaksanaan sholat Idul Fitri.

Ulama mazhab Hanafi berpendapat sholat Idul Fitri hukumnya wajib bagi setiap individu muslim. Sementara itu, ulama mazhab Syafi'i dan Maliki berpendapat sholat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkad.

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Masih merujuk dari sumber sebelumnya, berikut tata cara sholat Idul Fitri sesuai sunnah:

  • Membaca niat sholat Idul Fitri
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca takbir sebanyak tujuh kali. Setiap takbir dipisah dengan membaca doa berikut:

سُبْحَانَ اللهُ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.

Artinya: "Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."

  • Membaca Al-Fatihah
  • Membaca surah dalam Al-Qur'an. Dianjurkan membaca surah Qaf, Al-Qamar, Al-A'la, atau Al-Ghasiyah
  • Rukuk
  • Iktidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri untuk melakukan rakaat kedua
  • Takbir dilakukan sebanyak lima kali dengan cara yang sama seperti rakaat pertama
  • Sholat diakhiri dengan tasyahud dan salam
  • Setelah selesai sholat, dilanjut dengan mendengar dua khutbah

Bacaan Niat Sholat Idul Fitri

Dinukil dari buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-Hari oleh KH Muhammad Habibillah, berikut bacaan niat sholat Idul Fitri:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (إِمَامًا مَأْمُوْمًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatan li'iidil fitri rak'ataini (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat Idul Fitri dua rakaat (imaaman/makmuman) karena Allah Ta'ala."




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads