Niat sholat jenazah termasuk rukun yang tidak boleh ditinggalkan muslim. Sebagaimana diketahui, niat jadi penentu sah atau tidaknya ibadah seseorang.
Dalam Islam, mengantarkan jenazah jadi hak muslim atas muslim lainnya. Terkait hal ini disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:
"Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia memanggilmu maka penuhilah, bila dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, bila dia bersin dan mengucapkan Alhamdulillah maka bacalah Yarhamukallah (semoga Allah memberikan rahmat kepadamu), bila dia sakit maka jenguklah, dan bila dia meninggal dunia maka hantarkanlah (jenazahnya)." (HR Muslim).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum pelaksanaan sholat jenazah sendiri adalah fardhu kifayah. Dengan begitu, kewajiban tersebut dianggap terpenuhi jika dalam suatu wilayah sudah ada yang melaksanakannya.
Sayyid Sabiq dalam kitabnya Fiqh As Sunnah terjemahan Khairul Amru Harahap menganjurkan muslim memperbanyak jemaah ketika menyolati jenazah. Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah jenazah dishalati kaum Muslimin yang mencapai seratus orang dan mereka melakukannya dengan ikhlas, kecuali dia akan mendapatkan syafaat." (HR Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)
Niat Sholat Jenazah Laki-laki dan Perempuan
Berikut bacaan niat sholat jenazah laki-laki dan perempuan yang dikutip dari Buku Pintar Shalat karya M Khalilurrahman Al Mahfani.
1. Niat Sholat Jenazah Laki-laki
أُصَلَّى عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَات فَرْضُ كِفَايَةِ إماما/مَأْمُوماً لله تَعَالَى
Ushalli 'ala hadzal mayyiti arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala. Allahu akbar.
Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."
2. Niat Sholat Jenazah Perempuan
أُصَلَّى عَلَى هَذِهِ لْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَات فَرْضُ كِفَايَةِ إماما/مَأْمُوماً لله تَعَالَى
Ushalli 'ala hadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala. Allahu akbar.
Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."
Tata Cara Sholat Jenazah dari Awal hingga Akhir
Mengacu pada sumber yang sama, berikut langkah-langkah mengerjakan sholat jenazah dari awal sampai akhir.
1. Membaca niat
2. Takbiratul ihram
3. Membaca surah Al Fatihah
4. Takbir kedua
5. Membaca sholawat nabi. Berikut lafaznya,
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ
Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin wa 'ala aali Muhammadin kamaa shallaita 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiima, wa baarik 'alaa Muhammadin wa 'alaa aali Muhammadin kamaa baarakta 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiima fill 'aalamiina innaka hamiidun majiidun.
Artinya: "Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berikanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya di seluruh alam semesta. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Mahamulia."
6. Takbir ketiga
7. Membaca doa jenazah,
Mengutip buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa oleh Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah, doa untuk jenazah berbunyi:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ (هَا) وَارْحَمْهُ (هَا) وَعَافِهِ (هَا) وَاعْفُ عَنْهُ (عَنْهَا) وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ (هَا) وَوَسِعْ مَدْخَلَهُ (هَا) وَاغْسِلْهُ (هَا) بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِهِ (هَا) مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ (هَا) دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ (هَا) وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ (هَا) وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ (هَا) وَأَدْخِلْهُ (هَا) الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Allaahummaghfir lahu (haa) warhamhu (haa) wa'aafihii (haa) wa'fu 'anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wa wassi' madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa-i wats-tsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal khathaayaa kamaa naqqaytats-tsaubal abyadha minad-danasi wa abdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul (hal) jannata wa a-'idzhu min 'azaabil qabri wa min 'azaabin nar
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan gantilah pasangan hidupnya yang lebih baik daripada pasangan hidupnya yang dahulu, masukkanlah ia ke dalam surga, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka."
8. Takbir keempat
9. Membaca doa setelah takbir keempat, berikut bunyinya:
أَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتَنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ
Allaahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinnaa ba'dahu wagfirlanaa wa lahu.
Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia."
10. Salam
Syarat Sah Sholat Jenazah
Terdapat beberapa syarat sah sholat jenazah yang harus diperhatikan muslim. Dikutip dari buku Panduan Praktis Shalat Jenazah & Perawatan Jenazah karya Fathoni El-Kaysi.
(numbering)
Jenazah sudah dimandikan atau disucikan dari najis, baik tubuh, kafan serta tempatnya
Orang yang menyalatkan jenazah sudah memenuhi syarat sah salat
Apabila jenazah hadir, imam berdiri sejajar posisi kepala mayat laki-laki. Jika mayatnya perempuan, maka imam berdiri di posisi pertengahan mayit wanita atau pinggangnya
Tak ada penghalang antara keduanya, jika jenazah berada di dalam keranda maka keranda tersebut tidak boleh dipaku
Siapa Saja yang Berhak Menyolatkan Jenazah?
Dinukil dari kitabal-Fiqhu al-Madzahib al-Arba'ah al-Juz' al-Awwal, Kitab Ash-Shalah susunan Syeikh Abdurrahman Al-Jaziri terjemahan Syarif Hademasyah dan Luqman Junaidi, berikut beberapa orang yang berhak menyolatkan jenazah.
- Ayah dari jenazah dan terus ke atas
- Putranya dan terus ke bawah. Saat terjadi kesamaan derajat antara dua anak laki-lakinya, hendaklah yang paling dahulu masuk Islam, yang lebih pandai, dan lebih fasih bacaannya
- Saudara laki-laki sekandung
- Saudara laki-laki sebapak
- Keponakan sekandung
- Keponakan sebapak dan seterusnya sesuai dengan waris
Keutamaan Sholat Jenazah bagi Muslim
Keutamaan mengerjakan sholat jenazah bagi muslim terhadap sesamanya yang meninggal dunia disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. Beliau bersabda,
"Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud dua qiroth?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas menjawab, "Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar." (HR Bukhari)
(aeb/inf)












































Komentar Terbanyak
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, MUI: Kehancuran bagi AS-Israel
Perkiraan Lebaran 2026 Menurut NU, Muhammadiyah, Pemerintah, BMKG dan BRIN
Kisah Turunnya Malaikat yang Menjabat Tangan Manusia di Malam Lailatul Qadar