Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah umat manusia. Hal yang menjadi tanda kelahiran beliau adalah munculnya bintang Ahmad. Apa itu?
Dalam berbagai kitab sirah, terdapat sejumlah kisah tentang tanda-tanda yang disebut muncul bersamaan dengan kelahiran Rasulullah SAW. Salah satu kisah yang menarik adalah kemunculan bintang Ahmad di langit Madinah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bintang tersebut disebut menjadi tanda yang dikenali oleh sebagian kaum Yahudi di Yatsrib, nama Madinah sebelum kedatangan Rasulullah SAW.
Mengutip buku Jalan Damai Rasulullah: Risalah Rahmat bagi Semua karya Fuad Abdurahman, para ahli kitab melihat bintang besar bercahaya seolah berlensa tepat pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya, bintang itu tidak pernah terlihat.
Di antara mereka ada yang berseru, "Nabi penutup zaman sudah lahir."
Kisah ini dikaitkan dengan kesaksian sahabat Nabi, Hasan bin Tsabit RA, yang ketika peristiwa tersebut terjadi masih berusia sekitar tujuh atau delapan tahun. Ia kemudian mengingat kembali peristiwa yang pernah didengarnya dari seorang tokoh Yahudi di Madinah. Riwayat mengenai kisah tersebut dinukil dalam literatur sirah, antara lain oleh Ibnu Hisyam.
Ka'ab al-Ahbar, seorang sahabat Nabi SAW, pernah berkata, "Saya telah melihat di dalam Taurat bahwa Allah telah mengabarkan kepada kaum Musa tentang saat lahirnya Muhammad SAW, "Sesungguhnya bintang tetap yang telah kamu ketahui itu, bila ia bergerak dari tempatnya, hal ini menandakan bahwa Muhammad telah keluar."
Ketika Rasulullah SAW lahir, bintang itu bergerak dan berpindah dari tempat asalnya. Maka, orang-orang Yahudi itu semua mengetahui bahwa Nabi yang diberitakan Allah itu telah lahir ke dunia. Namun, mereka merahasiakannya karena kedengkian mereka.
Dalam Al-Qur'an peristiwa ini diabadikan dalam Surah As-Shaff ayat 6,
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".
Apa Itu Bintang Ahmad?
Bintang Ahmad merupakan sebutan yang digunakan dalam kisah tersebut untuk sebuah bintang yang disebut terlihat di langit Yatsrib pada malam kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Menurut riwayat yang dinukil Ibnu Hisyam, Hasan bin Tsabit RA mengenang ketika dirinya masih kecil. Ia mendengar seorang Yahudi berteriak dari tempat yang tinggi dan memanggil orang-orang Yahudi lainnya.
Setelah mereka berkumpul, orang tersebut menyampaikan bahwa bintang Ahmad telah muncul pada malam itu sebagai tanda bahwa sosok yang mereka tunggu telah lahir.
Dalam beberapa sumber yang membahas kisah tersebut, kemunculan bintang itu dikaitkan dengan pengetahuan kaum Yahudi mengenai tanda-tanda kedatangan nabi terakhir.
Nama "Ahmad" sendiri merupakan salah satu nama Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an menyebut nama Ahmad dalam Surah Ash-Shaff ayat 6 ketika Nabi Isa AS menyampaikan kabar tentang datangnya seorang rasul setelahnya yang bernama Ahmad.
Kisah Bintang Ahmad dan Tanda Kelahiran Nabi
Bintang Ahmad bukan satu-satunya kisah mengenai tanda-tanda kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Dilansir dari laman Kementerian Agama RI, berbagai kisah tentang alam yang disebut menyambut kelahiran Rasulullah SAW, termasuk cahaya yang dikaitkan dengan kelahiran beliau dan sejumlah fenomena lainnya. Kemenag juga menekankan bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW merupakan rahmat bagi seluruh alam.
Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW banyak dipaparkan dalam sejumlah kitab sirah. Salah satunya kitab Madarijus Su'ud karya Syekh Nawawi Al-Bantani. Kitab syarah Maulid Al-Barzanji itu menggambarkan bagaimana alam semesta menyambut kelahiran sang rasul:
ولم ولد ﷺ اهتز العرش طر با وزها الكرسى عجبا ومنعت الجن من السماء وقالوا قد لقينا في طريقنا نصيبا وضجت الملائكة بالتسبيح رغباورها ونشرت الرياح وأبدت سحبا و أمالت في الحدائق من الغصون قضبا و نادت الكائنات من جميع الجهات أهلا وسهلا ومر حبا
Artinya: "Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan, Arasy berguncang penuh kegembiraan, Kursi menampakkan ketakjuban, jin-jin dihalangi dari langit. Mereka berkata: 'Kami benar-benar mengalami perjalanan yang melelahkan.' Para malaikat pun bergemuruh dengan tasbih penuh rindu, angin pun bertiup membawa kabar gembira, awan-awan menampakkan diri, pepohonan di taman-taman menundukkan dahan-dahannya, dan seluruh makhluk dari berbagai penjuru berseru: 'Selamat datang dan selamat atas kehadiranmu!" (Syekh Nawawi Al-Bantani, Madarijus Su'ud ila Iktisa'il Burud)
Wallahu a'lam.
(dvs/kri)
