3 Tahun Sebelum Kemunculan Dajjal, Umat Manusia Dilanda Kelaparan

3 Tahun Sebelum Kemunculan Dajjal, Umat Manusia Dilanda Kelaparan

Kristina - detikHikmah
Senin, 17 Agu 2026 06:00 WIB
Ilustrasi kelaparan merajalela dan paceklik sebagai salah satu tanda sebelum munculnya Dajjal.
Ilustrasi kelaparan. Foto: Getty Images/ferrantraite
Jakarta -

Kemunculan Dajjal menjadi tanda kiamat besar yang dikatakan dalam hadits-hadits shahih. Tiga tahun sebelum dia muncul, bencana kelaparan akan melanda umat manusia.

Menurut hadits Abu Umamah RA yang dipaparkan Al-Albani dalam Qishah Al Masih Addajjal Ulanuzuli Isa AS Waqatlihi Iyyahu terjemahan Abdul Kadir Ahmad dan Syarullah Iskandar, Dajjal akan menjadi fitnah terbesar di muka bumi. Dia akan muncul dari suatu tempat antara Syam dan Irak dan merusak sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga tahun sebelum kemunculan Dajjal, manusia akan dilanda kelaparan. Kekeringan akan terjadi sejak tahun pertama dan hujan tidak akan turun sama sekali pada tahun ketiga. Tak ada tumbuhan hijau di bumi. Hewan-hewan akan mati kecuali atas izin-Nya.

وَإِنْ قَبْلَ خُرُوجِ الدَّجَّالِ ثَلَاثَ سَنَوَاتِ شِدَادَ يُصِيبُ النَّاسُ فِيهَا جُوعٌ شَدِيدٌ، يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الأُولَى أَنْ تَحْبَسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا، وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبَسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا، ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِي الثَّانِيَةِ فَتَحْبَسُ ثُلُثَي مَطَرِهَا، وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبَسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا، ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِي الثَّانِيَةِ فَتَحْبُسُ ثُلُثَي مَطَرِهَا، وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبَسُ ثُلُثَي نَبَاتِهَا، ثُمَّ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ فَتَحْبَسُ مَطَرَهَا كُلَّهُ، فَلَا تَقْطُرُ قَطْرَةً، وَيَأْمُرُ الْأَرْضِ فَتَحْبَسُ نَبَاتُهَا كُلَّهُ، فَلَا تَنْبُتُ خَضْرَاءَ، فَلَا تَبْقَى ذَاتَ ظُلْفِ إِلَّا هَلَكَتْ إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Sesungguhnya sebelum kemunculan Dajjal, selama tiga tahun manusia ditimpa kelaparan besar. Allah memerintahkan langit pada tahun pertama untuk menahan sepertiga hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan sepertiga tumbuhannya. Kemudian la memerintahkan langit pada tahun kedua untuk menahan dua pertiga hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan dua pertiga tumbuhannya. Kemudian Allah memerintahkan langit pada tahun ketiga untuk menahan hujan secara keseluruhan. Maka hujan pun tidak turun setetes pun. Lalu ia memerintahkan bumi untuk menahan tumbuhan seluruhnya, maka tidak ada tumbuhan hijau. Tidak ada mahluk yang berkuku kecuali binasa, kecuali yang dikehendaki oleh Alah SWT."

قِيلَ: فَمَا يُعِيشُ النَّاسُ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ؟ قَالَ : التَّهْلِيلُ وَالتَّكْبِيرُ، وَالتَّسْبِيحُ، وَالتَّحْمِيدُ، وَيَجْرِي ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مَجْرَى الطَّعَامِ.

Artinya: Seseorang bertanya, "Apa yang membuat manusia dapat hidup pada zaman itu?" Beliau menjawab, "Tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid. Kesemuanya berfungsi makanan."

Dijelaskan dalam 'Asyarah Yantazhiruhal 'Aalam 'Indal Muslimin wal Yahuud wan Nashaara susunan Manshur Abdul Hakim yang diterjemahkan Abdul Hayyie al-Kattani dan Uqinu Attaqi, dunia akan mengalami resesi ekonomi bahkan kelaparan melanda seluruh bagian bumi akibat kekurangan air dan tak ada hujan turun.

Lama Waktu Dajjal Tinggal di Bumi

Para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang lama waktu Dajjal berada di bumi. Kata Rasulullah SAW, Dajjal akan tinggal di bumi selama 40 hari. Satu hari bagaikan satu tahun, satu hari lainnya bagaikan satu bulan, dan satu hari lainnya bagaikan satu Jumat. Sedangkan hari-hari berikutnya sama seperti hitungan hari pada umumnya.

Mereka lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah satu hari yang bagaikan satu tahun itu cukup bagi kami untuk salat satu hari di dalamnya?" Rasulullah SAW menjawab, "Tidak, ukuran harinya itu menurut ukuran Dajjal." (HR Muslim, Kitab Al-Fitan)

Dalam riwayat Imam Ahmad, Hanbal, dan Abdurrazaq dari jalur Ibnu Khaitsam dari jalur masyhur yang meriwayatkannya secara marfu', durasi Dajjal di bumi adalah 40 tahun.

يَمْكُثُ الدَّجَّالَ فِي الْأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةٍ؛ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَالْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَالْيَوْمُ كَاضْطِرَامِ السُّعْفَةِ فِي النَّارِ.

Artinya: "Dajjal itu akan tinggal di bumi selama 40 tahun. Setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan seminggu, seminggu bagaikan sehari dan sehari itu bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma dalam api."

Wallahu a'lam.



(kri/dvs)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads