Doa Sholat Jenazah Lengkap untuk Laki-laki dan Perempuan

Doa Sholat Jenazah Lengkap untuk Laki-laki dan Perempuan

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 16 Feb 2026 09:00 WIB
Ilustrasi salat jenazah. (Dok. NU Online)
Ilustrasi salat jenazah. (Dok. NU Online)
Jakarta -

Sholat jenazah merupakan salah satu kewajiban kaum muslimin terhadap saudaranya yang telah wafat. Sholat ini berisi doa-doa untuk orang meninggal dunia.

Hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah, artinya jika sudah ada sebagian kaum muslimin yang melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Namun jika tidak ada seorang pun yang mengerjakannya, maka seluruh kaum muslimin di daerah tersebut berdosa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dijelaskan melalui sabda Rasulullah SAW,

"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengikuti jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin." (HR Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

Sholat jenazah berbeda dengan sholat pada umumnya. Tidak ada rukuk, sujud, duduk, dan tasyahud. Sholat ini dilakukan dengan empat kali takbir, membaca doa, dan ditutup dengan salam.

Dalil Disyariatkannya Sholat Jenazah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah At Taubah ayat 84,

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰٓ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِۦٓ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ فَٰسِقُونَ

Artinya: "Janganlah engkau (Nabi Muhammad) melaksanakan sholat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik) selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (berdoa) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik."

Ayat ini menunjukkan bahwa sholat jenazah adalah amalan yang disyariatkan, karena larangan dalam ayat tersebut khusus ditujukan kepada orang munafik.

Selain itu, dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,

"Barang siapa yang menghadiri jenazah hingga disholatkan, maka baginya satu qirath. Dan barang siapa yang menghadirinya hingga dimakamkan, maka baginya dua qirath."

Para sahabat bertanya, "Apa itu dua qirath?"

Beliau menjawab, "Seperti dua gunung besar." (HR Muslim)

Hadits ini menunjukkan besarnya pahala sholat jenazah.

Tata Cara Singkat Sholat Jenazah

Niat dalam hati.

Takbir pertama, membaca Al-Fatihah.

Takbir kedua, membaca sholawat kepada Nabi SAW.

Takbir ketiga, membaca doa untuk jenazah.

Takbir keempat, membaca doa singkat.

Salam.

Doa Sholat Jenazah untuk Laki-laki dan Perempuan

Dirangkum dari buku Fikih Wanita karya Ust. Muiz al Bantani, berikut bacaan lengkap doa dan tata cara sholat jenazah untuk laki-laki dan perempuan.

1. Memposisikan Diri Saat Sholat Jenazah

Saat menunaikan sholat jenazah, posisi Imam berdiri ke arah kepala (apabila jenazahnya laki-laki) atau ke arah perut (apabila jenazahnya perempuan). Sementara makmum dalam sholat jenazah sekurang-kurangnya terdiri dari 3 shaf sholat dengan masing-masing shaf terdiri dari 5 atau 7 orang.

2. Niat

Bagi jenazah laki-laki niatnya sebagai berikut.

أُصَلَّى على هَذَا المَيِّتِ أَرْبَعَ تَكبِيرَاتٍ فَرضَ كِفَايَةِ إِمَامًا مَأْمُومَا رَكْعَتَيْنِ اللَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ.

Latin: Ushalli 'alaa haadzal mayyiti 'arba'a takbiiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi ta'ala. Allahu akbar.

Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."

Apabila jenazah perempuan, niatnya sebagai berikut

أَصَلِّي على هَذِهِ المَيْتَةِ أَرْبَعَ تَكبِيرَاتٍ فَرضَ كِفَايَةِ إِمَامًا مَأْمُوماً رَكْعَتَيْنِ اللَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ.

Latin: Ushalli 'alaa haadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala. Allahu akbar.

Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."

3. Bacaan Takbir

Takbir pertama, membaca surah Al-Fatihah.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Latin: bismillāhir-raḥmānir-raḥīm, al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn, ar-raḥmānir-raḥīm, māliki yaumid-dīn, iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn, ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm, ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Takbir kedua, membaca sholawat ibrahimiyah

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا إِبْرَاهِيمَ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيدٌ

Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala ali sayyidina Muhammad, kama shallaita 'alaa sayyidina Ibrahim, wa 'ala ali sayyidina Ibrahim, wa baarik 'ala sayyidina Muhammad, wa 'alaa ali sayyidina Muhammad, kama barakta 'ala sayyidina Ibrahim, wa 'alaa ali sayyidina Ibrahim, fil 'alamina innaka hamiidum majid.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkanlah pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."

Takbir ketiga membaca do'a berikut:

اللهمَّ اغْفِرْ لَهُ )هَا (وَارْحَمْهُ )هَا (وَعَافِيْهِ )هَا (وَاعْفُ عَنْهُ )هَا (وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ )هَا (وَوَسَعْ مَدْخَلَهُ )هَا ( وَأَغْسِلُهُ )هَا ( بِالْمَاءِ وَالتَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِهِ )هَا (مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدنس و أَبْدِلْهُ )هَا (دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ )هَا (وَ أَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ )هَا (وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ )هَا (وَأَدْخِلْهُ )هَا (الْجَنَّةَ وَ أَعِذْهُ )هَا (مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ فِتْنَتِهِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Latin: Allahummaghfirlahu (ha) warhamhu (ha) wa'afihi (ha) wa'fu 'anhu (ha) wa akrim nuzulahu (ha) wa wassi' madkalahu (ha) wa agsilhu (ha) bilmaa-i wats tsalji walbaradi wa naqqihi (ha) minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu (ha) daaran khairan min daarihi (ha) wa ahlan khairan min ahlihi (ha) wa zaujan khairan min zaujihi (ha) wa adkhilhu (ha) aljannata wa a'idzhu (ha) min adzaabil qabri wa fitnatihi wa min adzaa bin naar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka."

Saat membaca doa, ganti lafadz 'hu' menjadi 'ha' apabila jenazahnya perempuan.

Takbir keempat membaca do'a berikut

اللهم لا تخررمْنَا أَجْرَهُ )هَا (وَلَا تَفْتِنَا بَعْدَهُ )هَا (وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ )هَا (وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُونَ بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلَا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبِّنَا إِنَّكَ رَاوَفٌ رَحِيمٌ

Latin: Allahumma laa tahrimna ajrahu (ha) wa laa taftinna ba'dahu (ha) waghfir lana wa lahu (ha) wa li ikhwanina ladzina sabaquna bil imaani wa la taj'al fii qulubina ghillal lilladzina aamanu rabbana inaka ra'uufur rahiim.

Artinya: "Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia."

Saat membaca doa, ganti lafadz 'hu' menjadi 'ha' apabila jenazahnya perempuan.

4. Membaca Salam

Setelah melaksanakan takbir hingga yang keempat, selanjutnya membaca salam dengan lengkap sebanyak dua kali sembari memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Latin: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Artinya: "Semoga Allah SWT selalu melimpahkan keselamatan, rahmat, dan keberkahan-Nya kepadamu."

Doa untuk Jenazah

1. Doa Ketika Mendengar Kabar Kematian

Ketika seorang muslim mendengar kabar wafatnya seseorang, dianjurkan membaca istirja' sebagai bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.

إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn.

Artinya: "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali."

2. Doa untuk Jenazah Laki-laki

اَللّٰهُمَّ إِنَّ (فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ) فِيْ ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، فَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ، فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Latin: Allâhumma inna fulân bin fulân (diganti nama orang yang dimaksud) fî dzimmatika wa ḫabli jiwârika fa qihi min fitnatil qabri, wa min 'adzâbin nâri, fa anta ahlul wafâ'i wal ḫaqqi, faghfir lahu war ḫamhu, innaka antal ghafûrur raḫîm(u)

Artinya: "Ya Allah, sungguh fulan bin fulan (bisa diganti dengan nama orang yang dimaksud) dalam jaminan-Mu dan tali perlindungan-Mu. Peliharalah dia dan fitnah (cobaan) kubur dan siksa neraka. Engkau Maha Menepati Janji dan Mahabenar. Ampunilah dan belaskasihanilah dia. Sungguh Engkau Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

3. Doa untuk Jenazah Perempuan

اَللّٰهُمَّ إِنَّ (فُلَانَةَ بِنْتَ فُلَانٍ) فِيْ ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهَا مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، فَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ، فَاغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Latin: Allâhumma inna fulânah binti fulân (diganti nama orang yang dimaksud) fî dzimmatika wa ḫabli jiwârika fa qihâ min fitnatil qabri, wa min 'adzâbin nâri, fa anta ahlul wafâ'i wal ḫaqqi, faghfir lahâ war ḫamhâ, innaka antal ghafûrur raḫîm(u)

Artinya: "Ya Allah, sungguh fulanah binti fulan (bisa diganti dengan nama orang yang dimaksud) dalam jaminan-Mu dan tali perlindungan-Mu. Jagalah dia dari fitnah (cobaan) kubur dan siksa neraka. Engkau Maha Menepati Janji dan Mahabenar. Ampunilah dan belaskasihanilah dia. Sungguh Engkau Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

4. Doa Ziarah Kubur

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

Latin: Assalâmu 'alâ ahlid diyâr minal mu'minîna wal muslimîn yarhamukumuLlâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta'khirîn, wa wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

Artinya: Assalamu'alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan [yang telah mendahului dan akan menyusul] kami. Sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul kalian.




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads