Amalan saat haid di malam Lailatul Qadar tetap dapat dilakukan oleh muslimah meskipun sedang tidak menjalankan ibadah salat dan puasa.
Dalam ajaran Islam, perempuan yang sedang haid tidak diperbolehkan melakukan beberapa ibadah tertentu, tetapi masih memiliki kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan lainnya.
Malam Lailatul Qadar sendiri disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan dzikir sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan Saat Haid di Malam Lailatul Qadar
Meski sedang berhalangan, wanita haid tetap memiliki kesempatan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan berbagai amalan yang diperbolehkan.
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan dikutip dari Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita oleh Abdul Syukur Al-Azizi dan Buku Tentang Bagaimana Surga Merindukanmu Sejumlah Amalan Penting Khusus Muslimah agar Terdaftar sebagai Ahli Surga oleh Ustadzah Umi A. Khalil.
1. Memperbanyak Sholawat
Wanita yang sedang haid tetap dianjurkan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW pada malam Lailatul Qadar. Membaca sholawat merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk ketika seorang muslimah sedang berhalangan.
Selain itu, memperbanyak sholawat juga menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meneladani Rasulullah SAW. Malam Lailatul Qadar yang penuh keberkahan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak amalan tersebut.
2. Membaca Istighfar
Amalan lain yang dapat dilakukan wanita haid pada malam Lailatul Qadar adalah memperbanyak istighfar. Istighfar merupakan permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
Berikut salah satu bacaan istighfar yang dapat diamalkan:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Latin: Astaghfirullāhal 'azhīm
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.
Selain itu, wanita haid juga dapat membaca Sayyidul Istighfar, yang dikenal sebagai salah satu doa memohon ampun yang paling utama:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.
3. Membaca Al-Qur'an Tanpa Menyentuh Mushaf
Wanita haid tetap dapat membaca Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar dengan tidak menyentuh mushaf secara langsung. Saat ini, membaca Al-Qur'an dapat dilakukan melalui aplikasi digital di ponsel atau perangkat elektronik lainnya.
Dengan cara tersebut, muslimah tetap dapat memperbanyak tilawah dan merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur'an meskipun sedang berhalangan.
4. Memperbanyak Doa
Doa menjadi salah satu ibadah yang dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk wanita yang sedang haid. Oleh karena itu, malam Lailatul Qadar dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak doa dan memohon kebaikan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW mengajarkan doa Lailatul Qadar berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُو كَرِيمٌ، تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allahumma innaka 'afuwwun kariim, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mulia. Engkau menyukai pemberian maaf, maka maafkanlah aku." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Doa lain yang dipanjatkan dapat berupa permohonan ampunan, rahmat, kelapangan rezeki, serta keselamatan di dunia dan akhirat. Dengan memperbanyak doa, seorang muslimah tetap dapat menghidupkan malam Lailatul Qadar dan berharap memperoleh keberkahan dari Allah SWT.
5. Bersedekah
Bersedekah juga termasuk amalan yang dapat dilakukan oleh wanita haid saat malam Lailatul Qadar. Sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan mendatangkan pahala dan keberkahan yang besar.
Melalui sedekah, muslimah dapat berbagi kepada sesama sekaligus memperbanyak amal kebaikan di malam yang sangat mulia ini.
6. Memberi Makan Orang yang Berpuasa
Ibadah lain yang dapat dilakukan oleh wanita yang tidak menjalankan puasa Ramadan adalah dengan memberikan makanan kepada orang yang sedang berpuasa.
Amalan ini termasuk bentuk kebaikan yang sangat dianjurkan karena tetap menghadirkan pahala meskipun seseorang tidak sedang berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda,
"Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga." (HR. Tirmidzi).
Hadits tersebut menjelaskan bahwa memberi makan orang yang berbuka puasa memiliki keutamaan besar. Orang yang melakukannya akan memperoleh pahala yang setara dengan pahala orang yang menjalankan puasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.
Selain itu, terdapat keutamaan lain dari amalan memberi makan untuk berbuka puasa, yaitu kesempatan memperoleh doa dari orang yang menyantap hidangan tersebut.
Ketika seseorang yang berpuasa mendoakan orang yang memberinya makanan berbuka, doa tersebut memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT, karena doa orang yang berbuka puasa termasuk doa yang mustajab.
Rasulullah SAW bersabda: "Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak, yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan doa orang yang terzhalimi." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)
7. Berdzikir kepada Allah SWT
Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَينُ الْقُلُوبُ
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. ar-Ra'd: 28).
Rasulullah SAW mengajarkan berbagai bentuk dzikir yang dapat diamalkan oleh umat Islam agar hati menjadi lebih tenang sekaligus memperoleh pahala dari Allah SWT. Dzikir tersebut dapat dilakukan dengan membaca berbagai kalimat pujian dan pengagungan kepada Allah.
Beberapa di antaranya yaitu membaca tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaaha illallaah), tahmid (alhamdulillah), taqdis (quddusun), takbir (allahu akbar), hauqalah (laa haula wala quwwata illaa billah), hasbalah (hasbiyallah), serta basmalah (bismillahir rahmanir rahim). Selain itu, dzikir juga dapat dilakukan dengan membaca Al-Qur'an, memanjatkan doa, dan berbagai bentuk ibadah lainnya yang mengingatkan seorang hamba kepada Allah SWT.
8. Menambah Ilmu Saat Ramadan
Selain berpuasa, menuntut ilmu juga dapat menjadi salah satu bentuk ibadah yang baik bagi wanita yang sedang mengalami haid atau nifas. Kegiatan ini dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan mengikuti bimbingan guru, misalnya dengan menghadiri majelis ilmu atau kajian keagamaan.
Dalam Islam, menuntut ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting karena hukumnya wajib (faridlah). Besarnya manfaat ilmu, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain, menjadikan aktivitas ini termasuk amalan yang bernilai ibadah. Bahkan, dalam beberapa penjelasan, menuntut ilmu juga disamakan dengan perjuangan di jalan Allah.
"Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu karena Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih dan mengkajinya adalah jihad." (HR. Ad-Dailami)
