Malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada waktu tersebut karena malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan.
Pada Ramadan 2026, sepuluh malam terakhir diperkirakan dimulai pada 10 Maret 2026. Dari rentang waktu tersebut, terdapat beberapa malam ganjil yang sering dikaitkan sebagai waktu datangnya Lailatul Qadar.
Berikut perkiraan malam Lailatul Qadar 2026 pada 10 malam terakhir Ramadan yang dapat menjadi panduan untuk memperbanyak ibadah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 di 10 Malam Terakhir Ramadan
Malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Hal ini merujuk pada sejumlah hadits yang menjelaskan bahwa malam penuh kemuliaan tersebut tidak ditetapkan secara pasti waktunya.
Jika mengacu pada kalender Ramadan 2026, sepuluh malam terakhir Ramadan diperkirakan dimulai pada 10 Maret 2026. Dengan demikian, malam-malam ganjil yang berpeluang menjadi Lailatul Qadar adalah:
- Malam 21 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2026 malam
- Malam 23 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2026 malam
- Malam 25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026 malam
- Malam 27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026 malam
- Malam 29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026 malam
Meski begitu, tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan datangnya malam Lailatul Qadar. Dengan begitu, sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur'an, dan berdoa.
Hadits tentang Lailatul Qadar di Malam Ganjil
Sejumlah hadits menjelaskan bahwa Lailatul Qadar berada pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Salah satunya diriwayatkan dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi dasar anjuran bagi umat Islam untuk menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai ibadah.
Rasulullah SAW sangat giat beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan dan menganjurkan kepada umat Islam untuk melakukan hal yang sama. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, ia berkata,
"Rasulullah giat sekali beriktikaf pada 10 malam yang terakhir Ramadan. Beliau bersabda, 'Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan'." (HR Bukhari dan Muslim)
Mengutip buku Fiqih Wanita: Edisi Lengkap oleh Syaikh Kamil Muhammad, dijelaskan bahwa malam-malam ganjil dari bulan tersebut, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.
Lailatul Qadar kerap diyakini terjadi pada malam ke-27 Ramadan. Hal ini merujuk pada riwayat sahabat Nabi, Ubay bin Ka'ab, yang menyatakan keyakinannya tentang waktu tersebut berdasarkan tanda-tanda yang disampaikan Rasulullah.
"Lailatul Qadar ini sering kali jatuh pada malam kedua puluh tujuh, sebagaimana Ubay bin Ka'ab pernah bersumpah; bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam kedua puluh tujuh. Lalu ditanyakan kepadanya: 'Dengan apa engkau mengetahui hal itu? Ubay menjawab: Aku mengetahuinya melalui tanda-tanda yang diberitahukan oleh Rasulullah, bahwa matahari akan terbit pada pagi harinya seperti bejana tembaga yang tidak memancarkan sinarnya' (HR. Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)."
Riwayat lain datang dari Ibnu Abbas. Ia menceritakan bahwa Umar bin Khattab pernah mengumpulkan para sahabat Nabi untuk membahas waktu Lailatul Qadar. Para sahabat sepakat malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
"Diriwayatkan oleh Abdurrazzak dari Ibnu Abbas, di mana ia menceritakan: 'Bahwa Umar pernah memanggil para sahabat Rasulullah dan menanyakan kepada mereka mengenai Lailatul Qadar. Mereka sepakat, bahwa Lailatul Qadar jatuh pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadan. Kemudian Ibnu Abbas berkata kepada Umar: Aku mengetahui (mengira), malam apa yang dimaksud. Lalu Umar bertanya: Malam apa yang dimaksud? Ibnu Abbas menjawab: Malam ketujuh dari sepuluh malam yang terakhir. Maka Umar pun bertanya: Dari mana engkau mengetahui hal itu? Ibnu Abbas menjawab: Allah telah menciptakan tujuh langit, tujuh bumi serta tujuh hari dan waktu itu berputar dalam tujuh putaran.'"
Selain itu, Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang terang dan tenang, tidak terlalu panas maupun dingin. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa sebagian orang dapat melihat tanda-tanda malam tersebut.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
- Melaksanakan salat malam atau tahajud
- Membaca Al-Qur'an
- Memperbanyak zikir dan istighfar
- Berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT
- Melakukan iktikaf di masjid
Amalan-amalan tersebut dilakukan dengan harapan memperoleh keutamaan Lailatul Qadar yang disebut lebih baik dari seribu bulan.
Anjuran Bangun dan Berdoa pada Malam Lailatul Qadar
Diriwayatkan dari Aisyah RA, ia pernah bertanya kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan malam ini, maka dengan apa aku harus berdoa? Beliau menjawab, bacalah doa,
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan yang suka memberi ampunan,
maka ampunilah aku." (HR. Tirmidzi)
Selain itu, terdapat pula riwayat dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
"Barangsiapa bangun pada malam Lailatul Qadar karena dorongan iman dan mengharapkan pahala, maka diberikan ampunan baginya atas dosanya yang telah lalu."(Muttafaqun Alaih)
(inf/inf)

Komentar Terbanyak
MUI Tegaskan Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Kodrat, Tapi Penyimpangan
Iran Berencana Bentuk NATO Versi Islam, Ajak Saudi dan Turki
MUI Godok Naskah Akademik RUU Pidana LGBT