Apa Bedanya Jin Ifrit dengan Jin Lainnya?

Apa Bedanya Jin Ifrit dengan Jin Lainnya?

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Sabtu, 14 Feb 2026 18:00 WIB
Invisible person wearing mysterious clothes and head cover illustration type three
Ilustrasi jin. Foto: Getty Images/Artreyu
Jakarta -

Jin ifrit termasuk golongan jin yang dikenal memiliki kekuatan besar dibandingkan jenis jin lainnya. Dalam berbagai literatur Islam, ifrit sering digambarkan sebagai makhluk dari golongan jin yang kuat, cerdas, dan memiliki kemampuan luar biasa.

Perbedaan antara jin ifrit dengan jin lainnya terletak pada tingkat kekuatan, sifat, serta perannya dalam kisah-kisah keislaman. Memahami perbedaan ini membantu mengenali bagaimana Islam menjelaskan keberadaan berbagai jenis jin.

Apa Itu Jin Ifrit?

Penyebutan jin ifrit tercantum dalam Al-Qur'an melalui kisah Nabi Sulaiman AS, tepatnya pada Surah An-Naml ayat 39,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

قَالَ عِفْرِيتٌ مِّنَ الْجِنِّ أَنَا ءَاتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ وَإِلَى عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ

Latin: Qaala 'ifriitum minal jinni anaa aatiika bihi qabla an taquuma min maqaamika wa innii 'alaihi la qawiyyun amiin.

ADVERTISEMENT

Artinya: Ifrit dari golongan jin berkata, "Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari singgasanamu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat lagi dapat dipercaya."

Dikutip dari buku Menguak Tabir Kehidupan Bangsa Jin Sebagai Penghuni Bumi Dari Sebelum Terciptanya Nabi Adam Hingga Saat Ini karya Ghofur, dalam kisah Nabi Sulaiman dijelaskan bahwa ifrit digambarkan sebagai jin yang tidak menentang perintah tertentu. Namun, hal tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa ifrit termasuk golongan jin yang taat.

Ifrit disebut memiliki kecenderungan mengikuti kebenaran, tetapi dalam sejumlah riwayat juga dijelaskan bahwa golongan jin ini kerap mengganggu dan menjerumuskan manusia. Bahkan, keberadaannya disebut dalam beberapa kisah yang berkaitan dengan peristiwa Isra' Mi'raj yang dialami Nabi Muhammad SAW.

Ketika dalam perjalanan, tiba-tiba beliau melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar Beliau dengan semburan api. Kemudian Malaikat Jibril berkata:

"Tidakkah aku ajarkan kepada engkau beberapa kalimat, jika engkau membacanya maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa."

Kemudian Jibril mengajarkan doa tersebut kepada Rasulullah.

أعوذ بوجه الله الكريم وبكلمات الله التامات التي لا يجاوز من بر و لا فاجر من شر ما ينزل من السماء و مِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيها و من شر ما ذرا في الأرض ومن شر ما يخرج منها و من فتن الليل والنهار ومن طوارق الليل والنهار إلا طارقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَن

Latin: A'uudzu bi wajhillahil kariim wa bi kalimaatillahit taammaat allatii laa yujaawizuhunna barrun wa laa faajir min syarri maa yanzilu minas samaa'i wa min syarri maa ya'ruju fiihaa wa min syarri maa dzara'a fil ardhi wa min syarri maa yakhruju minhaa wa min fitanil laili wan nahaari wa min thawaariqil laili wan nahaari illaa thaariqan yathruqu bikhairin yaa Rahmaan.

Artinya: "Aku berlindung dengan kemuliaan Allah Yang Maha Dermawan dan dengan firman-firman Allah yang sempurna yang tidak bisa ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari keburukan yang turun dari langit, dan dari keburukan yang naik ke langit, dan dari keburukan makhluk yang ada di bumi, dan dari keburukan yang keluar dari bumi, dan dari fitnah siang dan malam, dan dari kejadian yang datang tiba-tiba di siang dan malam, kecuali sesuatu kejadian yang datang membawa kebaikan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih".

Perbedaan Jin Ifrit dengan Jenis Jin Lainnya

Jin terdiri dari berbagai jenis. Dalam buku Ajar Pendidikan Agama Islam karya Dodi Ilham Mustaring dijelaskan bahwa terdapat lima jenis jin selain ifrit. Penjelasan ini menunjukkan perbedaan karakter dan peran masing-masing jenis jin dibandingkan dengan jin ifrit.

Secara umum, jin merupakan makhluk ciptaan Allah SWT seperti manusia, namun bersifat gaib sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Meskipun berbeda dari manusia, jin juga memiliki kehidupan, golongan, serta sifat yang beragam.

1. Al-Jan

Al-Jan merupakan istilah umum yang merujuk pada bangsa jin secara keseluruhan. Jin dalam kategori ini memiliki kehidupan yang mirip dengan manusia. Mereka ada yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, ada yang beriman maupun tidak, serta memiliki kebutuhan seperti makan, minum, dan tidur.

2. Al-A'mir

Al-A'mir adalah jenis jin yang sering dikaitkan dengan suara atau aktivitas yang menyerupai perbuatan manusia di suatu tempat, seperti di rumah atau kamar mandi. Misalnya terdengar suara orang mandi atau berwudhu, padahal tidak ada siapa pun di sana. Fenomena tersebut sering dihubungkan dengan jin Al-A'mir yang dikenal suka meniru kebiasaan manusia untuk menakut-nakuti.

Selain itu, jin jenis ini juga disebut dapat mengikuti aktivitas manusia seperti membaca, bernyanyi, atau bahkan sholat. Namun tidak selalu bersifat jahat, karena ada kemungkinan mereka hanya ingin belajar atau mengikuti aktivitas manusia.

3. Al-Ifrit

Ifrit merupakan jenis jin yang dikenal memiliki kekuatan dan potensi besar, bahkan dalam beberapa kepercayaan disebut dapat menjadi pembantu atau khodam bagi manusia. Terdapat ifrit yang beriman dan berperilaku baik, tetapi ada pula yang bersifat jahat dan dimanfaatkan oleh tukang sihir atau dukun untuk tujuan tertentu.

Ifrit yang bersifat buruk sering dikaitkan dengan praktik sihir dan gangguan terhadap manusia, sedangkan ifrit yang baik dipercaya dapat membantu manusia yang beriman.

4. Al-Arwah

Al-Arwah merupakan jenis jin yang kerap menggoda dan menakut-nakuti manusia. Mereka disebut mampu menyerupai sosok tertentu, seperti orang yang telah meninggal atau makhluk lain, sehingga dapat mengelabui sebagian orang.

Jenis jin ini dikenal memiliki kekuatan besar karena mampu menjelma menjadi berbagai bentuk. Selain itu, mereka juga sering digambarkan bersifat usil dan mengganggu manusia, terutama di tempat-tempat sepi.

5. As-Syaithan

As-Syaithan adalah jenis jin yang berfokus menggoda manusia dari sisi keimanan dan batin. Mereka membisikkan dorongan menuju kekafiran, keingkaran, dan perbuatan buruk. Dalam beberapa penjelasan ulama, setan tidak hanya berasal dari golongan jin, tetapi juga bisa merujuk pada manusia yang berperilaku jahat.

Sebagian ulama berpendapat bahwa setan bukan sekadar makhluk, melainkan sifat buruk yang ada pada jin maupun manusia. Oleh karena itu, meskipun banyak orang merasa takut pada jin Al-Arwah, As-Syaithan justru dianggap paling berbahaya karena dapat memengaruhi hati dan keimanan manusia.

Wallahu a'lam




(inf/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads