Ayat Kursi Arab, Latin, Terjemahan dan Tafsirnya

Ayat Kursi Arab, Latin, Terjemahan dan Tafsirnya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Kamis, 05 Feb 2026 19:15 WIB
Ayat Kursi Arab, Latin, Terjemahan dan Tafsirnya
Ilustrasi Ayat Kursi dalam surah Al-Baqarah ayat 255. Foto: Getty Images/iStockphoto/Tenerum
Jakarta -

Di antara ribuan ayat dalam Al-Qur'an, terdapat satu ayat yang kedudukannya begitu istimewa, yaitu Ayat Kursi. Bukan sekadar rangkaian kata, ayat ke-255 dalam surah Al-Baqarah ini mengandung makna ketauhidan yang sangat mendalam, menggambarkan keagungan, kekuasaan, serta penjagaan Allah SWT atas seluruh alam semesta.

Bagi umat Islam yang sedang mencari panduan untuk menghafal dan ingin mendalami maknanya, berikut ulasan lengkap Ayat Kursi Arab, latin, terjemahan, dan tafsirnya, lengkap dengan keutamaan bagi siapa saja yang mengamalkannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Ayat Kursi

Dijelaskan dalam buku Proyek Kehidupan: Sesuai Ketentuan Al-Quran dan Sunnah oleh Aziz Amnan, Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung di antara seluruh ayat-ayat Al-Qur'an, karena dalam ayat ini disebutkan kurang lebih 16 hingga 17 kali kata yang menunjukkan Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa.

Dinamakan Ayat Kursi karena dalam ayat tersebut disebutkan tentang kursi Allah SWT yang seluas langit dan bumi. Ayat Kursi merupakan bagian dari surah Al-Baqarah ayat ke 255 yang tergolong sebagai surah Madaniyah.

ADVERTISEMENT

Bacaan Ayat Kursi Arab, Latin, dan Terjemahan

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Arab latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Tafsir Ayat Kursi

Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama (Kemenag) RI, dalam ayat tersebut Allah SWT menegaskan bahwa tidak ada tuhan yang pantas untuk disembah selain Dia. Yang Maha Hidup, Kekal, dan memiliki semua makna kehidupan yang sempurna, yang terus menerus mengurus makhluk-Nya.

Tidak seperti manusia, Dia tidak mengantuk dan tidak pula tidur, sebab keduanya adalah sifat kekurangan yang membuat-Nya tidak mampu mengurus makhluk-Nya. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia yang menciptakan, memelihara, memiliki, dan bertindak terhadap semua itu.

Tidak ada yang dapat memberi syafaat pertolongan di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia demikian perkasa dan kuasa sehingga berbicara di hadapan-Nya pun harus setelah memperoleh restu-Nya, bahkan apa yang disampaikan itu harus sesuatu yang benar.

Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka, yakni apa saja yang sedang dan akan terjadi, dan apa yang di belakang mereka, yakni sesuatu yang telah berlalu. Allah mengetahui apa yang mereka lakukan dan rencanakan, baik yang berkaitan dengan masa kini, masa lampau, atau masa depan.

Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki untuk mereka ketahui dengan memperlihatkan dan memberitahukannya. Kursi-Nya, yaitu kekuasaan, ilmu, atau kursi tempat kedua kaki Tuhan (yang tidak diketahui hakikatnya kecuali oleh Allah) berpijak, sangat luas, meliputi langit dan bumi.

Dan jangan menduga karena kursi-Nya terlalu luas, Dia lelah mengurus itu semua. Tidak! Dia tidak merasa berat maupun kesulitan memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi zat dan sifat-sifat-Nya jika dibanding makhluk-makhluk-Nya, Maha Besar dengan segala keagungan dan kekuasaan-Nya.

Inilah Ayat Kursi, ayat teragung dalam Al-Qur'an karena mencakup nama-nama dan sifat-sifat Allah yang menunjukkan kesempurnaan zat, ilmu, kekuasaan, dan keagungan-Nya. Ayat ini dinamakan Ayat Kursi. Siapa yang membacanya akan memperoleh perlindungan Allah dan tidak akan diganggu setan.

Keutamaan Membaca Ayat Kursi

Dinukil dari buku Rahasia Dahsyat Al-Fatihah, Ayat Kursi dan Al Waqiah untuk Kesuksesan Karier dan Bisnis susunan Ustadz Ramadhan, berikut tujuh keutamaan membaca Ayat Kursi:

1. Dilindungi dari Godaan Jin dan Setan

Keutamaan membaca Ayat Kursi yang pertama adalah dilindungi dari godaan jin dan setan terkutuk. Hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Anas bin Malik RA yang mengatakan Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila seseorang dari umatku membaca Ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwudhu dan mengerjakan salat Subuh, niscaya Allah akan menjaganya dari kejahatan setan dan derajatnya sama dengan orang yang membaca seluruh Al-Qur'an sebanyak 3 kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah RA dikatakan, "Di dalam surah Al-Baqarah ada satu ayat yang menjadi kepala kepada semua ayat ayat Al-Qur'an, tidak dibaca ayat itu di dalam rumah yang ada setan di dalamnya melainkan ia keluar daripada rumah itu yaitu Ayat Kursi."

2. Mendapat Perlindungan Allah SWT

Keutamaan membaca Ayat Kursi yang berikutnya adalah dilindungi oleh Allah SWT. Barang siapa yang rutin membaca Ayat Kursi setiap selesai salat fardhu, maka akan mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Hasan bin Ali, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Barang siapa yang membaca Ayat Kursi di setiap akhir salat fardhu maka ia berada dalam perlindungan Allah sampai salat berikutnya." (HR Thabrani)

3. Mempermudah Jalan ke Surga

Keutamaan Ayat Kursi lainnya adalah menjadi jalan ke surga. Menurut sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai salat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian." (HR An Nasa'i)

4. Setara Membaca Seperempat Al-Qur'an

Rasulullah SAW pernah bertanya kepada salah seorang lelaki dari kalangan sahabatnya, "Hai Fulan, apakah kamu sudah menikah?" Laki-laki itu menjawab, "Belum, karena aku tidak mempunyai biaya untuk menikah." Nabi SAW bertanya, "Bukankah kamu telah hafal qul huwallahu ahad (surah Al-Ikhlas)?" Lelaki itu menjawab, "Memang benar." Nabi SAW bersabda, "seperempat Al-Qur'an."

"Bukankah kamu telah hafal qulya ayyuhal kaafirun (surah Al-Kafirun)?" Laki-laki itu menjawab, "Benar." Nabi SAW bersabda, "seperempat Al-Qur'an."

"Bukankah kamu telah hafal idzaa zulzilati (surah Al-Zalzalah)?" Laki-laki itu menjawab, "Benar." Nabi SAW bersabda, "seperempat Al-Qur'an."

"Bukankah kamu telah hafal idzaa jaa'a nashrullah (surah An-Nashr)?" Laki-laki itu menjawab, "Benar." Nabi SAW bersabda, "seperempat Al-Qur'an."

"Bukankah kamu telah hafal Ayat Kursi (Allahu laa ilaha illa huwa)?" Laki-laki itu menjawab, "Benar." Nabi SAW bersabda, "seperempat Al-Qur'an." (HR Ahmad, dikutip Ibnu Katsir saat menjelaskan tafsir Ayat Kursi)

5. Penjaga Saat Tidur

Ayat Kursi juga diyakini menjadi penjaga saat tidur. Caranya adalah dengan menjadikan Ayat Kursi sebagai dzikir sebelum tidur, maka Allah SWT akan menjaga ketika terlelap. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW:

"Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi." (HR Al-Bukhari)

Wallahu a'lam.




(kri/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads