Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir membagikan cerita unik terkait salah satu perangkat kerjanya yaitu iPad yang tertinggal di kereta api saat melakukan perjalanan. Melalui cerita yang diunggah di akun media sosial pribadinya sekaligus situs resmi Muhammadiyah itu, dia menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.
Ketika Haedar turun dari Kereta Api Gajayana jurusan Malang di Stasiun Tugu Yogyakarta pada dini hari Selasa (10/2/2026), dia menyadari iPad yang biasa digunakan untuk mengetik materi kuliah tertinggal di atas kereta. iPad yang berisi kumpulan tulisan, data serta materi penting itu jadi bagian dari rutinitas kerjanya.
"Kehilangan iPad tentu sangat merisaukan. Bukan bendanya, tapi isinya. Di dalamnya banyak data dan dokumen penting, lebih-lebih tulisan," tulis pria yang juga merupakan Guru Besar Sosiologi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haedar menjelaskan kejadian tersebut terjadi saat perjalanan dari Stasiun Gambir pada malam sebelumnya. Setelah mengetik materi kuliah untuk kegiatan akademik esok pagi, kantuk membuatnya tertidur sampai kereta tiba di tujuan berikutnya tanpa sempat mengambil iPad.
Menyadari iPadnya hilang, Haedar bersama tim Media Komunikasi Kantor PP Muhammadiyah segera membuat laporan resmi ke petugas stasiun. Dia menjelaskan jenis, warna, casing, serta nomor kursi di mana iPad itu diletakkan.
Haedar segera mengirim pesan WhatsApp kepada Kepala Stasiun Yogyakarta, Raja Husein Pandapotan Harahap. Walau pesan tersebut dikirim dini hari, respons dari pihak Kereta Api Indonesia (KAI) mengejutkan Haedar.
"Respons Pak Raja bermahkota KAI itu, sungguh baik. Siap Bapak, katanya. Baru kali ini saya menjumpai sang Raja bersiap-tegap seakan menerima dawuh. Padahal Raja biasanya mengirim perintah," ungkap Ketum PP Muhammadiyah itu.
Setelah pencarian iPad yang berlangsung sepanjang pagi, tepat pada pukul 06.15 WIB kabar gembir datang. iPad tersebut berhasil ditemukan di perjalanan terakhir, tepatnya di Stasiun Kota Malang. Foto perangkat tersebut sempat dikirimkan sebagai bukti sebelum dikembalikan.
Waktu pengiriman iPad ke Stasiun Tugu Yogyakarta diumumkan dan pada siang harinya peranbgkat itu sudah tiba kembali. Tim Muhammadiyah kemudian menyerahkan pengambilan iPad kepada staf dan mendokumentasikan hal itu.
Haedar menutup ceritanya dengan ucapan terima kasih kepada pihak KAI.
"Alhamdulullah iPad sudah saya terima dengan baik di rumah, Pak Raja. Terima kasih untuk seluruh kru KAI atas pelayanan dan bantuan terbaiknya, sehingga iPad saya kembali dengan utuh," jelasnya.
Ketum PP Muhammadiyah itu menilai pengalama tersebut tak hanya tentang barang yang kembali, melainkan juga pelayanan modern dari KAI yang responsif, mencerminkan peningkatan kualitas layanan transportasi kereta api di Indonesia. Ke depannya, Haedar berharap moda transportasi KAI bisa merata di seluruh Indonesia, tak hanya Pulau Jawa.
(aeb/erd)












































Komentar Terbanyak
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, MUI: Kehancuran bagi AS-Israel
Kisah Turunnya Malaikat yang Menjabat Tangan Manusia di Malam Lailatul Qadar
Perkiraan Lebaran 2026 Menurut NU, Muhammadiyah, Pemerintah, BMKG dan BRIN