Bolehkah Membaca Al Matsurat Tanpa Wudhu?

Bolehkah Membaca Al Matsurat Tanpa Wudhu?

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 04 Feb 2026 08:00 WIB
Bolehkah Membaca Al Matsurat Tanpa Wudhu?
Ilustrasi Berzikir Foto: Yourillustration/Pixabay
Jakarta -

Al Matsurat adalah kumpulan doa dan dzikir yang rutin dibaca umat Islam, terutama pada pagi dan sore hari. Membaca Al Matsurat diyakini dapat mendekatkan diri kepada Allah serta menjadi perlindungan dari gangguan dan kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dalam buku Biblioterapi untuk Pengasuhan oleh Susanti Agustina, Al Matsurat merupakan kumpulan dzikir pagi dan petang yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Didalamnya terdapat ayat-ayat yang dapat menyembuhkan jiwa.

Dalam pelaksanaannya, muncul pertanyaan terkait adab dan kondisi ketika membaca Al Matsurat. Lalu, bagaimana adab dan kondisi yang tepat saat membaca Al Matsurat? Apakah harus selalu dalam keadaan suci seperti berwudhu, ataukah dzikir ini tetap bisa diamalkan kapan saja, menyesuaikan kondisi masing-masing tanpa mengurangi keberkahannya? Simak penjelasan berikut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebolehan Dzikir Al Matsurat Tanpa Berwudhu Menurut Pandangan Ulama

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya (Yahya Zainul Ma'arif), menjelaskan bahwa dzikir pada dasarnya boleh dibaca meskipun tanpa berwudhu. Dzikir yang bersumber dari Al-Qur'an maupun hadits Nabi SAW tetap boleh dibaca, bahkan oleh wanita yang sedang haid. Menurut beliau, dzikir harian sebaiknya dibiasakan agar hati tetap tenang dan hubungan dengan Allah tetap terjaga, meskipun kondisi fisik atau keadaan tertentu tidak memungkinkan untuk berwudhu.

"Jadi Dzikir biarpun di dalam Al Quran dari Al Quran, yang diambil dari Al Quran, apalagi hadits-hadits nabi Muhammad SAW, boleh dibaca oleh wanita dalam keadaan haid sekalipun. Cuma memang martabat keutamaan itu ada," terang Buya Yahya dalam cuplikan video di kanal youtube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip tayangan dalam channel tersebut.

ADVERTISEMENT

Beliau juga menekankan bahwa martabat dzikir atau keutamaannya lebih tinggi jika dilakukan dalam keadaan suci, dengan berwudhu, menghadap kiblat, dan menutup aurat.

"Sebaik-baik dzikir adalah dalam keadaan suci. Kemudian menghadap kiblat. Cuma kan kita tidak bisa selamanya seperti itu," lanjut Buya Yahya.

Akan tetapi, dzikir tetap sah dan mendapatkan pahala meskipun salah satu atau beberapa kondisi tersebut tidak terpenuhi. Buya Yahya menambahkan bahwa fleksibilitas ini penting agar ibadah tidak terhenti, misalnya ketika seseorang sedang bepergian, bekerja, atau mengalami keterbatasan fisik.

"Jadi yang mudah saja, yang bisa menghadap kiblat silakan ngadep kiblat, kalau memang mampu lakukan, kalau tidak, Allah Mahatahu karena ada uzur, kemudian khususnya wanita haid jangan gara gara haid tidak berdzikir, justru harus diperbanyak," tegas beliau.

Pandangan ini memiliki relevansi langsung dengan praktik membaca Al Matsurat. Al Matsurat merupakan dzikir harian yang bisa diamalkan setiap hari, baik dalam kondisi sempurna maupun terbatas. Membaca Al Matsurat dengan wudhu, menghadap kiblat, dan menutup aurat tentu lebih utama, tetapi dzikir ini tetap sah dan memperoleh pahala meskipun dilakukan saat sedang haid atau dalam perjalanan.

Sehingga umat Islam dianjurkan untuk tetap rutin membaca Al Matsurat, menyesuaikan kondisi masing-masing tanpa mengurangi keberkahan dan hikmah dari dzikir tersebut.

Bacaan Al Matsurat

Menurut buku Al-Ma'tsurat: Doa dan Zikir Rasulullah SAW karya Hasan al-Banna, Al Matsurat Sugra disusun sebagai dzikir ringkas bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau sedang merasa semangatnya menurun. Dalam kondisi seperti ini, rangkaian dzikir dapat dipersingkat dengan membaca ta'awudz, Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, penutup Surah Al-Baqarah, serta Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas masing-masing tiga kali.

Setelah itu, bacaan dilanjutkan dengan susunan dzikir lengkap hingga istighfar terakhir, yaitu astaghfirullahalladzi laa ilaaha illa huwal-hayyul-qayyum, dan ditutup dengan subhanakallahumma wa bihamdika. Dengan demikian, meskipun dalam bentuk ringkas, Al Matsurat tetap bisa diamalkan secara utuh sesuai sunnah.

Berikut bacaan Al Matsurat Sugra:

Dzikir 1 Baca Al Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ ٢ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مُلِكِ يَوْمِ الدِّيْنُ ٤ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمُ ٦ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ، غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ٧٥

Latin: bismillahir-rahmānir-rahīm al-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-rahmānir-rahīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'in ihdinaş-şirātal-mustaqīm şirāțallażīna an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dāllīn

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."

Dzikir ke-2: Membaca Surah al-Baqarah Ayat 1-5

الم أُذلِكَ الْكِتَبُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ٢ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلوةَ وَمِمَّا رَزَقْنَهُمْ يُنْفِقُونَ ٣ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ٤ أُولبِكَ عَلَى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ٥

Arab latin: alif lām mīm żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn allażīna yu'minuna bil-gaibi wa yuqīmunaş-şalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqun wallażīna yu minuna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-akhirati hum yuqinun ulā`ika 'alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-muflihun

Artinya: "Alif Lam Mīm Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman pada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Dzikir ke-3: Membaca Surah al-Baqarah Ayat 255-257

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ، لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوتِ وَالْأَرْضُ وَلَا يَوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ ٢٥٥ لَا إِكْرَاهَ فِى الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرُ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنُ بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ٢٥٦ اللهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمَتِ إِلَى النُّورُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِّنَ النَّوْرِ إِلَى الظُّلُمَتِ أُولَئِكَ أَصْحَبُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خُلِدُونَ [ ٢٥٧

Arab latin: allāhu lā ilaha illa huw, al-hayyul-qayyum, là ta khużuhu sinatuw wa là na`um, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-ard, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa ma khalfahum, wa là yuhīțuna bisyai im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-ard, wa lā ya`uduhụ hifzuhumā, wa huwal-'aliyyul-'azīm lā ikrāha fid-dīn, qat tabayyanar-rusydu minal-gayy, fa may yakfur bit-tāguti wa yu`mim billāhi fa qadistamsaka bil-'urwatil-wuśqā lanfişāma lahā, wallāhu samī'un 'alīm allāhu waliyyullażīna āmanu yukhrijuhum minaz-zulumāti ilan-nur, wallażīna kafarū auliya uhumut-tāgutu yukhrijunahum minan-nuri ilaz-zulumāt, ulā`ika aş-hābun-nār, hum fihā khālidun

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung. Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut79) dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan menuju cahaya (iman). Sedangkan orang-orang yang kufur, pelindung-pelindung mereka adalah tagut. Mereka (tagut) mengeluarkan mereka (orang-orang kafir itu) dari cahaya menuju aneka kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."

Dzikir ke-4: Membaca Surah al-Baqarah ayat 284-286

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ٢٨٤ أَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلِّ أَمَنَ بِاللهِ وَمَلَبِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ منْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ ٢٨٥ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلُنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَفِرِينَ ٢٨٦٥

Arab latin: lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-ard, wa in tubdụ mã fī anfusikum au tukhfuhu yuḥāsibkum bihillāh, fa yagfiru limay yasyā`u wa yu'ażżibu may yasyā', wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr āmanar-rasulu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu'minun, kullun āmana billāhi wa malā ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina ahadim mir rusulih, wa qālu sami'nā wa ața'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maşır lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu ākhiżnā in nasīnā au akhța`nā, rabbanā wa lā tahmil 'alainā işrang kamā hamaltahu 'alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuhammilnā mā lā tāqata lanā bih, wa'fu 'anna, wagfir lanā, war-hamnā, anta maulānā fanșurnā 'alal-qaumil-kāfirīn

Artinya: "Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. la mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

Dzikir ke-5: Membaca Surah Al-Ikhlas 3X

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَد ١ اللهُ الصَّمَد ۲ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدُ ٣ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ٤٥

Arab latin: qul huwallāhu ahad allāhuş-şamad lam yalid wa lam yulad wa lam yakul lahu kufuwan ahad

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

Dzikir ke-6: Membaca Surah Al-Falaq 3X

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقُ ۲ وَمِنْ شَرَّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبْ وَمِنْ شَرَّ النَّفْتِ فِي الْعُقَدِ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥

Arab latin: qul a'użu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāśāti fil-'uqad wa min syarri ḥāsidin iżā hasad

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

Dzikir ke-7: Membaca Surah An-Naas 3X

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۱ مَلِكِ النَّاسِ ۲ إِلَهِ النَّاسِ 3 مِنْ شَرَّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ٤ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ٦٥

Arab latin: qul a'użu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī şudurin-nās minal-jinnati wan-nās

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."

Dzikir ke-8: Membaca Do'a Al-Ma'tsurat 3X

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Arab latin: ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaahi wal hamdulillaahi laa syariikalah, laa ilaaha illaa huwa, wa ilaihin nusyuur

Artinya: "Kami berpagi hari dan berpagi hari pula kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bgai-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia, dan kepada-Nya tempat kembali."

Dzikir ke-9 Dibaca Sebanyak 3X


أَصْبَحْنَا ( أَمْسَيْنَا ( عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلامِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلَاصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Arab latin: ash-bahnaa 'alaa fithratil islaam wa 'alaa kalimatil ikhlaash, wa 'alaa diini nabiyyinaa muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallam, wa 'alaa millati abiina ibraahiima haniifan wa maa kaana minal musyrikiin

Artinya: "Kami berpagi hari di atas fitrah Islam, di atas kata ikhlasan, di atas agama Nabi kami; Muhammad SAW, dan di atas millah bapak kami Ibrahim yang hanif dan ia bukan termasuk golongan orang-orang yang musyrik"

Dzikir ke-10 Dibaca Sebanyak 3X

اللَّهُمَّ إِنِّي أصْبَحْتُ ( أمْسَيتُ ) مِنْكَ فِي نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْر فَأْتِمَّ عَلَيَّ نِعْمَتَكَ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Arab latin: Allahumma innii ash-bahtu minka fii ni'matin wa 'aafiyatin wa sitrin, fa atimma 'alayya ni'mataka wa 'aafiyataka wa sitraka fid-dunyaa wal aakhirah

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berpagi hari dari-Mu dalam kenikmatan, kesehatan, dan perlindungan. Maka sempurnakanlah untukku kenikmatan, kesehatan, dan perlindungan-Mu itu, di dunia dan akhirat"

Dzikir ke-11 Dibaca Sebanyak 3X

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ أَمْسَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَو بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشَّكْرُ

Arab latin: Allaahumma maa ash-baha bii min mi'matin au bi ahadin min khalqika fa minka wahdaka laa syariika laka falakal hamdu walakasy-syukru

Artinya: "Ya Allah, kenikmatan yang aku atau salah seorang dari makhluk-Mu berpagi hari (bersore hari) dengannya adalah dari-Mu semata; tiada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan rasa syukur."

Dzikir ke-12 Dibaca Sebanyak 3X

يَا رَبِّي لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيمِ سُلْطَانِكَ

Arab latin: Yaa rabbi lakal hamdu kamaa yanbaghii li jalaali wajhika wa a'zhiimmi sulthaanik

Artinya: "Ya Tuhanku, Segala puji bagi-Mu sebagaimana seyogyanya kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu."

Dzikir ke-13 Dibaca Sebanyak 3X

رَضِيتُ باللهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُولًا

Arab latin: Radhitu billahhi rabbaa, wa bil islaami diinaa, wa bi muhammadin nabiyyaw warasuulaa

Artinya: "Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul."

Dzikir ke-14 Dibaca Sebanyak 3X

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كلِمَاتِهِ

Arab latin: Subhaanallahi wabihamdih, 'adada khalqih, wa ridhaa nafsih, wa zinata 'arsyih, wa midaada kalimaatih

Artinya: "Maha Suci Allah dan Segala Puji bagi-Nya, sebanyak bilangan makhluk-Nya, seridha diri-Nya, setimbangan 'arsy-Nya, dan sebanyak tinta dari kata-kata-Nya."

Dzikir ke-15 Dibaca Sebanyak 3X

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab latin: Bismillahilladzii laa yadhurru ma-'as-mihi syal-un fil ardhi wa laa fis samaa-I wa huwas samii-'ul 'aliim

Artinya: "Dengan nama Allah Yang bersama Nama-Nya sesuatu apa pun tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi maha Mengetahui."

Dzikir ke-16 Dibaca Sebanyak 3X

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُه

Arab latin: Allahumma innaa na-'uu-dzubika min an nusyrika bika syai-an na'lamuh, wa nastagh-firuka limaa laa na'-lamu

Artinya: "Ya Allah sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampunan-Mu dari apa-apa yang tidak kami ketahui."

Dzikir ke-17 Dibaca Sebanyak 3X

أعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ


Arab latin: A-'uudzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa-apa yang Dia ciptakan."

Dzikir ke-18 Dibaca Sebanyak 3X

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمَّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدِّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Arab latin: Allaahumma innii a-'uu-dzubika minal

hammi wal hazani, wa a'udzubika minal ajzi wa kasali, wa a-;uu-dzubika minal jubni wal bukhli, wa a-'uu-dzubika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijaal

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dan dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan orang."

Dzikir ke-19 Dibaca Sebanyak 3X

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي

Arab latin: Allaahumma 'aafini fii badanii, allahumma 'aafinii fii sam-'il, allahumma 'aafinii fii basharii.

Artinya: "Ya Allah berikanlah kesehatan bagi badanku, bagi pendengaranku, bagi penglihatanku."

Dzikir ke-20 Dibaca Sebanyak 3X

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِلا إله إلا أنت

Arab latin: Allaahumma innii a-'uu-dzu bika minal kufri wal faqri, wa a-'uu-dzu-bika min 'a-dzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta.

Artinya: "Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, tidak ada llah kecuali Engkau."

Dzikir ke-21 Dibaca Sebanyak 3X

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلهَ إِلا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Arab latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa

anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta

Artinya: "Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu, semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui banyaknya nikmat (yang Engkau anugerahkan) kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau."

Dzikir ke-22 Dibaca Sebanyak 3X

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Arab latin: Astaghfirullahal 'azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih

Artinya: "Aku memohon ampunan Allah Yang Tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus (makhluk-Nya)."

Dzikir ke-23 Dibaca Sebanyak 10X

اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Arab latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad wa 'ala ali sayyidina muhammad, kama shallaita 'ala sayyidina ibrahima wa 'ala ali sayyidina ibrahim wa barik 'ala sayyidina muhammad wa 'ala ali sayyidina muhammad, kama barakta 'ala sayyidina ibrahima wa 'ala ali sayyidina ibrahim fil 'alamina innaka hamidum majid.

Artinya: "Ya Allah berikanlah sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Berikanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Di alam Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Dzikir ke-24 Dibaca Sebanyak 100X

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Arab latin: Subhanaallahi waal hamdu lillahi wa laa illaha illaallahu waa-allhu akbar

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar."

Dzikir ke-25 Dibaca Sebanyak 10X

لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير

Arab latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir.

Artinya: "Tiada Tuhan melainkan Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu."

Dzikir ke-26 Dibaca Sebanyak 3X

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أن لا إلهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ

Arab latin: subhaanakallohumma wa bihamdika, asy-hadu alla ilaha illa anta, as-taghfiruka wa atuubu ilaik

Artinya: "Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu."

Dzikir ke-27 Dibaca Sebanyak 3X

اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا عَدَدَ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَخَطَ بِهِ قَلَمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّينِ سُبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِينَ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ

Arab latin: Alloohumma sholli 'alaa sayyidina Muhammadin 'abdika wa nabiyyika wa rosuulikan-nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallama tasliiman 'adada maa ahaatho bihi 'ilmuka wa khoth tho bihi qolamuka wa ahshoohu kitaabuk, wardholloohumma 'an saadaatinaa abii bakrin wa 'umaro wa 'utsmaana wa 'aliyy, wa 'anishshohaabati ajma'iin, wa 'anit-taabi'iina wa taabi'iihim bi ihsaanin ilaa yaumid-diin. Subhaana robbika robbil 'izzati 'ammaa yashifuun, wa salaamun 'alal mursaliin, wal-hamdu lillaahi robbil 'aalamiin.

Artinya: "Ya Allah berikanlah sholawat kepada Nabi Muhammad; hamba-Mu, nabi-Mu, dan Rasul-Mu; Nabi yang ummi. Juga kepada keluarga dan para sahabatnya serta berilah keselamatan sebanyak yang terjangkau oleh ilmu-Mu yang tergores oleh pena-Mu, dan yang terangkum oleh kitab-Mu. Ridhailah ya Allah para pemimpin kami, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, semua sahabat, semua tabi'in dan orang-orang yang mengikuti mereka sampai hari pembalasan. Maha suci Tuhanmu; Tuhan kemuliaan, dari apa-apa yang mereka sifatkan. Keselamatan semoga tercurah kepada para utusan dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Dzikir ke-28: Membaca Surah Ali 'Imran Ayat 26-27

قُلِ اللَّهُمَّ مُلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ٢٦ تُولِجُ الَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي الْيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيْتِ وَتُخْرِجُ الْمَيْتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ۲۷

Arab latin: Qulillāhumma mālikal-mulki tu til-mulka

man tasyā'u wa tanzi'ul-mulka mim man tasyā u wa tu'izzu man tasyā'u wa tużillu man tasyā', biyadikal-khair, innaka 'alā kulli syai`ing qadīr Tulijul-laila fin-nahāri wa tulijun-nahāra fil-laili wa tukhrijul-hayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-hayyi wa tarzuqu man tasyā'u bigairi hisab

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan."

Dzikir ke-29: Membaca doa Robithoh Sebanyak 3X

اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا إِقْبَالُ نَهَارِكَ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْلِ

Arab latin: Allahumma inna hadza iqbalu laylaka wa idbaru naharaka wa ashwatu du'atika faghfirli

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya ini adalah siang-Mu (malam-Mu) yang telah menjelang dan (malam-Mu) siang-Mu yang tengah berlalu serta suara-suara penyeru-Mu, maka ampunilah aku.

Dzikir ke-30 Membaca doa Robithoh sebanyak 3X

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذِهِ الْقُلُوبَ قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَى مَحَبَّتِكَ وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيعَتِكَ فَوَثِّقْ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا وَأَدِمْ وُدَّهَا وَاهْدِهَا سُبُلَهَا وَامْلَأْهَا بِنُورِكَ الَّذِي لَا يَخْبُو وَاشْرَحْ صُدُورَهَا بِفَيْضِ الْإِيْمَانِ بِكَ وَجَمِيلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ وَأَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ وَأَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِي سَبِيلِكَ إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ. اللَّهُمَّ آمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latin: Allahumma innaka ta'lamu anna haadhihil quluuba qad ijtama'at 'alaa mahabbatik, waltaqat 'alaa thaa'atik, wa tawahhadat 'alaa da'watik, wa ta'aahadat 'alaa nushratisyarii'atik. Fawattiqillaahumma raabithatahaa, wa adim wuddahaa, wahdihas subulaha, wamla'haa binuurikal ladzii laa yakhbuu, wasyrah shuduurohaa bifaidhil iimaan bika, wa jamiilittawakkuli 'alaik, wa ahyihaa bima'rifatik, wa amit-haa 'alaasy-syahaadati fii sabiilik. Innaka ni'mal maulaa wa ni'man nashiir. Allahumma aamiin. Wa shalla Allahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahawa hati-hati ini, telah berhimpun di atas dasar kecintaan terhadapmu, bertemu di atas ketaatan kepada-Mu dan bersatu bagi memikul beban dakwah-Mu, hati-hati ini telah mengikat persetiaan untuk menolong meninggikan syariat-Mu. Oleh itu, Ya Allah, Engkau perkukuhkan ikatannya dan Engkau kekalkan kemesraan hati-hati ini, tunjukilah hati-hati ini akan jalan yang sebenarnya, serta penuhkanlah (piala) hati-hati ini dengan cahaya Rabbani-Mu yang tidak kunjung redup, lapangkanlah hati-hati dengan limpahan keimanan serta keindahan tawakkal kepada-Mu, hidup suburkanlah hati-hati ini dengan makrifat (pengenalan yang sebenarnya) tentang-Mu. (Jika Engkau takdirkan kami mati) maka matikanlah hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agama-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah perkenankanlah doa kami. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya dan kepada semua sahabatnya."

Doa robithoh di akhir dzikir Al Matsurat oleh Hasan al-Banna ini sifatnya tidak harus dibaca atau boleh saja dibaca salah satunya. Namun, akan lebih afdal jika semua urutan dzikir dibaca semuanya.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads