Puasa Pertama 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Puasa Pertama 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Tia Kamilla - detikHikmah
Selasa, 03 Feb 2026 12:30 WIB
Panduan Persiapan Puasa Ramadhan 2026 untuk Anak dan Keluarga
Ilustrasi orang berbuka puasa (Foto: Getty Images/AscentXmedia)
Jakarta -

Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Hukum puasa Ramadan adalah wajib bagi umat Islam yang sudah baligh, berakal, dan mampu menjalankannya. Kewajiban puasa Ramadan ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab Latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanū kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alal-lażīna min qablikum la'allakum tattaqūn(a).

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Menjelang datangnya bulan suci tersebut, penetapan puasa pertama Ramadan 2026 pun menjadi perhatian umat Islam di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Penetapan tanggal pertama puasa tidak semata-mata mengacu pada kalender Masehi, melainkan mengikuti kalender Islam (Hijriah) yang bersifat lunar. Penentuannya umumnya dilakukan melalui metode hisab (perhitungan) atau rukyat (pengamatan hilal).

Di Indonesia, sebagian umat Islam menggunakan cara yang sedikit berbeda dalam menentukan awal Puasa Ramadan 1447 H/2026 M, meski tujuannya tetap sama, yaitu memastikan awal puasa dimulai.

Lantas, puasa pertama Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada tanggal berapa menurut Muhammadiyah, NU, dan pemerintah?

Prediksi Tanggal Puasa Pertama 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah sudah lebih dahulu menetapkan awal Ramadhan di tahun ini. Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini berdasarkan perhitungan hisab hakiki dan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) tanpa menunggu pengamatan hilal.

Prediksi Tanggal Puasa Pertama 2026 Versi Pemerintah

Pemerintah juga belum menetapkan resmi 1 Ramadan 2026 sebelum sidang isbat, tetapi perkiraan awal puasa berdasarkan kalender resmi kemungkinan pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan akhir tetap menunggu keputusan sidang isbat yang biasa digelar sehari sebelum puasa.

Prediksi Tanggal Puasa Pertama 2026 Versi Nahdlatul Ulama (NU)

NU belum secara resmi mengumumkan tanggal awal puasa 2026 karena masih menunggu hasil tim pemantauan hilal pada akhir bulan Syaban. Namun, prediksi kalender Almanak NU menunjukkan 1 Ramadan kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Metode Penentuan Puasa Pertama Ramadan 2026

Penentuan awal puasa Ramadan di Indonesia dilakukan dengan beberapa metode, tergantung pada cara penetapan awal bulan Hijriah yang digunakan. Secara umum, metode yang dipakai meliputi hisab (perhitungan), rukyat (pengamatan bulan), atau gabungan keduanya.

Di Indonesia, penetapan awal Ramadan biasanya mengacu pada tiga pihak utama, yaitu Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Pemerintah Republik Indonesia. Masing-masing memiliki cara penetapan yang berbeda.

Penentuan Awal Puasa Menurut Muhammadiyah

Niat puasa Ramadan bisa dibaca pada malam hari sampai sebelum terbitnya fajar. Berikut adalah niat puasa ramadan mengutip dari buku Praktis Ibadah oleh Irwan, dkk.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh

Masih mengutip sumber sebelumnya, ada juga bacaan niat puasa Ramadan untuk sebulan penuh, sebagai berikut,

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads