2 Macam Syirik dalam Islam Beserta Dalil dan Cara Menghindarinya

2 Macam Syirik dalam Islam Beserta Dalil dan Cara Menghindarinya

Hanif Hawari - detikHikmah
Sabtu, 31 Jan 2026 18:01 WIB
2 Macam Syirik dalam Islam Beserta Dalil dan Cara Menghindarinya
Foto: Getty Images/Raul C
Jakarta -

Syirik merupakan perbuatan yang bersumber dari hati, sehingga setiap orang berpotensi melakukannya tanpa disadari. Dalam kehidupan sehari-hari, praktik syirik kerap tampak melalui sikap manusia yang meyakini dan menggantungkan harapan kepada selain Allah SWT.

Sebagai salah satu dosa besar, syirik merupakan perbuatan yang harus dijauhi karena dapat merusak keimanan serta menjerumuskan manusia dari jalan yang lurus. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami macam-macam syirik agar dapat mempersiapkan diri, menjaga akidah, dan tidak terjerumus dalam kesesatan.

Macam-macam Syirik dan Dalilnya

Dalam kitab Kiat Membersihkan Hati dari Kotoran dan Maksiat, Ibn Qayyim al-Jauziyah menjelaskan bahwa syirik memiliki beberapa bentuk. Syirik tersebut terbagi ke dalam dua kelompok utama, yakni syirik besar dan syirik kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Asy-Syirk al-Akbar

Syirik besar merupakan bentuk kesyirikan yang berkaitan langsung dengan akidah, seperti meyakini adanya tuhan selain Allah atau mempersekutukan Allah SWT dengan makhluk-Nya dalam urusan ketuhanan. Jenis syirik ini selanjutnya terbagi ke dalam empat bentuk.

Syirik Doa

Syirik doa adalah perbuatan memohon atau berdoa tidak hanya kepada Allah SWT, tetapi juga kepada selain-Nya.

ADVERTISEMENT

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا تَجْهُمْ إِلَى الْبَرِ إِذَا هُمْ يُشْرِكُوْنَ

Artinya: "Maka seandainya mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (Ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)." (QS. Al-'Ankabut: 65)

Syirik dalam Niat, Keinginan, dan Tujuan

Syirik dalam niat, keinginan, dan tujuan adalah ketika seseorang melakukan suatu ibadah bukan semata-mata karena Allah SWT, melainkan ditujukan kepada selain-Nya.

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

Artinya: Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Syirik Ketaatan

Syirik ketaatan adalah perbuatan menaati selain Allah SWT dalam hal-hal yang bertentangan dengan perintah-Nya atau mengandung unsur kemaksiatan kepada Allah SWT.

ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا۟ إِلَٰهًا وَٰحِدًا ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Artinya: Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Syirik Mahabbah

Syirik mahabbah atau syirik dalam kecintaan merupakan sikap menyamakan rasa cinta kepada selain Allah SWT dengan kecintaan kepada Allah SWT.


وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ

Artinya: Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

2. Asy-Syirk al-Ashgar

Syirik kecil merupakan bentuk kesyirikan yang terjadi ketika seseorang mencampurkan niat ibadah atau perbuatan baik dengan keinginan mendapatkan pujian dari manusia, padahal ibadah dan amal tersebut seharusnya ditujukan semata-mata untuk mengharap rida Allah SWT.

Syirik kecil ini kemudian terbagi ke dalam dua jenis utama, yaitu sebagai berikut.

Syirik Zahir

Syirik zahir atau syirik yang tampak merupakan bentuk syirik kecil yang dapat terlihat melalui ucapan maupun perbuatan. Salah satu contohnya adalah bersumpah dengan nama selain Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW.

مَن حلَفَ بغَيرِ اللهِ فقدْ كفَرَ أو أشرَكَ

"Barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan" [Abu Daud dalam kitab Al-Iman 3251. At-Tirmidzi dalam kitab An-Nudzur 1535]

Syirik Khafi

Syirik khafi atau syirik tersembunyi merupakan bentuk kesyirikan yang berkaitan dengan niat dan dorongan hati, seperti riya' yang mengharap pujian serta sum'ah yang ingin didengar oleh orang lain, dan perbuatan sejenisnya. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam sabda Rasulullah SAW.

أَخْوَفَ ما أَخافُ عليكُمُ الشِّركُ الأصغرُ، فسئل عنه، فقال: الرِّياءُ

"'Yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil'. Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ditanya tentang syirik kecil tersebut, lalu beliau menjawab: 'ar-riya'." (HR. Ahmad, Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Perbedaan Syirik Besar dan Kecil

Perbedaan mendasar antara syirik besar dan syirik kecil terletak pada dampak serta konsekuensi yang ditimbulkan bagi pelakunya. Syirik besar merupakan dosa yang sangat berat karena dapat merusak akidah dan menghilangkan nilai keimanan seseorang.

Seseorang yang terjerumus dalam syirik besar akan menyebabkan seluruh amal perbuatannya menjadi sia-sia dan tidak bernilai di sisi Allah SWT. Selain itu, pelaku syirik besar diancam dengan siksa neraka serta tidak mendapatkan keselamatan di akhirat.

Berbeda dengan syirik besar, syirik kecil tidak menghapus seluruh amal perbuatan seseorang. Amal yang menjadi tidak bernilai hanyalah perbuatan yang tercampur dengan unsur syirik kecil tersebut.

Pelaku syirik kecil tidak akan kekal di neraka sebagaimana halnya pelaku syirik besar. Jika mereka mendapat hukuman, azab tersebut sesuai dengan kadar dosanya, dan setelahnya tetap memiliki kesempatan untuk masuk surga.

Menghindar dari Perbuatan Syirik

Disebutkan dalam buku Akidah Akhlak, terdapat beberapa sikap dan upaya yang dapat dilakukan agar terhindar dari perbuatan syirik, di antaranya sebagai berikut:

  • Senantiasa menegakkan sholat, karena sholat yang dilaksanakan dengan benar dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.
  • Terus berupaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta meyakini bahwa setiap persoalan pasti memiliki jalan keluar atas izin-Nya.
  • Senantiasa menyadari bahwa syirik merupakan dosa paling besar yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT.
  • Senantiasa mengingat Allah SWT melalui ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya, sehingga tercipta hubungan batin yang kuat dengan Sang Khaliq.



(hnh/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads