Ketua MPR RI Ahmad Muzani hadir memberikan sambutan menggantikan Presiden Prabowo Subianto dalam acara harlah ke-100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU). Muzani membeberkan peran kiai dan santri NU dalam membebaskan penjajahan di Indonesia.
"Sejak NU berdiri kesadaran untuk membebaskan agar kita terbebas dari penjajah mulai digelorakan," kata Muzani di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, para ulama dan kiai memiliki kesadaran tinggi untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat usia NU berdiri kondisi rakyat kita, bangsa kita dalam keadaan miskin, dalam keadaan tidak berpendidikan, dalam keadaan serba kekurangan tapi kesadaran yang tinggi dari para ulama, kesadaran yang tinggi dari para kiai akan bangsanya, akan rakyatnya, akan umatnya kemudian mendirikan Nahdlatul Ulama," sambung Muzani.
Muzani bilang kesadaran ingin terbebas dari penjajahan tumbuh di berbagai pondok pesantren sejak berdirinya NU pada 1926 silam.
"Sejak NU berdiri kesadaran untuk membebaskan agar kita terbebas dari penjajah mulai digelorakan dari berbagai macam pondok pesantren, mulai digelorakan dari berbagai pengajaran-pengajaran agama," kata Muzani.
Dia mengatakan kontribusi NU terhadap NKRI sangat besar. "Heroisme untuk menentang penjajah, menegakkan keadilan, mengusir penjajah mulai menggeliat sejak NU berdiri. Kontribusi NU terhadap RI sejak berdiri sampai sekarang begitu besar," tambahnya.
Di akhir, Muzani menegaskan NU selalu berada di garis depan dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. "NU selalu berdiri di depan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," pungkasnya.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup