Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar hadir dalam acara harlah ke-100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta hari ini. Dalam pidato pembukaannya, Menag membahas tradisi pondok pesantren dan NU.
Menag mengatakan menghormati kiai dan senior menjadi salah satu tradisi yang melekat di ponpes maupun nahdliyin. Karenanya, ia mengingatkan agar santri harus senantiasa menghormati kiainya.
"Mungkin (ada) santri dengan kiai berbeda pendapat, tetapi akhlakul karimah (akhlak yang baik) seorang santri sangat menjunjung tinggi keberadaan kiai," ujarnya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkataan Rais Syuriah PBNU itu disambut dengan tepuk tangan meriah dari para nahdliyin yang hadir.
Nasaruddin berharap NU bisa menjadi wadah kekuatan besar bagi bangsa Indonesia. Dia menilai, NU seperti keluarga besar yang penuh dengan dinamika tetapi di dalamnya tetap menjadi keluarga sakinah.
"Insyaallah, NU ke depan tetap akan kita jadikan wadah kekuatan bangsa Indonesia," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal itu.
Sebagaimana diketahui, NU menggelar acara peringatan hari lahir ke-100 tahun Masehi. Acara ini merupakan yang kedua kalinya karena peringatan 100 tahun pertama mengacu pada kalender Hijriah yang berlangsung pada 2023 lalu di Jawa Timur.
Harlah ke-100 tahun Masehi NU ini mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia." Tema tersebut merefleksikan komitmen NU untuk tak hanya menjaga warisan perjuangan para pendiri bangsa melainkan juga berkontribusi aktif salam membangun peradaban yang berkeadilan, beradab, dan bermartabat di tingkat nasional maupun global.
Baca juga: 45 Ucapan Harlah NU ke-100 2026 Terlengkap |

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris