Kabar terbaru dari Bulletin of the Atomic Scientist memberikan peringatan bahwa kini Jam Kiamat atau Doomsday Clock berada di titik yang paling mengkhawatirkan sepanjang sejarah, yaitu 85 detik menuju tengah malam. Pergeseran ini bukan sekadar angka, melainkan simbol pengingat waktu bagi kehancuran bumi sudah semakin dekat.
Sejak 1947, dunia mengenal Jam Kiamat sebagai alat untuk mengukur seberapa dekat manusia dengan bencana. Pengukuran ini lahir dari pemikiran para ilmuwan di Bulletin of the Atomic Scientists, seperti Albert Einstein dan J. Robert Oppenheimer. Jam Kiamat yang semakin dekat dengan tengah malam, menandakan kondisi bumi yang akan mengalami kehancuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab Jam Kiamat Bergeser
Terdapat beberapa faktor krusial yang dianggap sebagai penggerak jarum Jam Kiamat. Dilansir dari laman Bulletin of the Atomic Scientists, berikut beberapa faktor yang mempengaruhinya:
Perang Kekuatan Antarnegara
Harapan akan perdamaian sempat muncul pada awal 2025. Sayangnya konflik malah terjadi di berbagai belahan dunia. Sepanjang tahun ini, perang nuklir meningkat drastis di tiga wilayah, seperti konflik Rusia dan Ukraina, India dan Pakistan, hingga serangan udara terhadap fasilitas nuklir di Iran.
Perang kekuatan ini semakin parah dengan dimulainya perlombaan senjata modern yang merambah hingga luar angkasa. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok dan Rusia berlomba dalam meningkatkan senjata Nuklir mereka.
Krisis Iklim yang Tak Terkendali
Pada 2025, kadar karbon dioksida di atmosfer mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah manusia, memicu suhu panas ekstrem yang melampaui rekor tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya siklus cuaca menjadi kacau, kekeringan hebat melanda wilayah Peru, Amazon, dan Afrika.
Sementara itu, banjir besar menenggelamkan ribuan pemukiman di Brasil dan Kongo. Bahkan di Eropa, puluhan ribu nyawa melayang akibat gelombang panas yang ekstrim. Hal ini membuktikan bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan.
Ancaman Teknologi AI
Tak hanya itu, kecerdasan buatan (AI) kini menjadi ancaman. AI telah mencapai tahap di mana ia mampu merancang patogen baru yang tidak memiliki pertahan efektif. Kondisi ini diperburuk dengan melemahnya norma dan mekanisme terhadap senjata biologis dan merosotnya infrastruktur kesehatan publik di negara-negara maju.
Kiamat dalam Pandangan Islam
Kiamat adalah hal yang pasti terjadi. Dalam Islam, kiamat digambarkan sebagai hancurnya alam semesta dan bergantinya bumi dengan yang baru, menurut sejumlah dalil Al-Qur'an.
Tidak ada yang tahu kapan kiamat terjadi. Allah SWT merahasiakan waktu peristiwa besar itu, sebagaimana Dia berfirman dalam surah Al-A'raf ayat 187,
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ١٨٧
Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Nabi Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Meski begitu, terdapat sejumlah hadits yang menjelaskan tanda-tanda kiamat. Ulama ahli hadits, Ibnu Katsir, menghimpun hadits tentang kiamat dalam kitabnya, An-Nihayah.
Salah satu hadits yang masyhur di kalangan umat Islam menyebut ada 10 tanda menjelang datangnya kiamat. Diriwayatkan dari Abu Syuraihah Hudzaifah bin Usaid, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya: (1) terbitnya matahari dari barat, (2) asap, (3) binatang melata, (4) munculnya Ya'juj dan Ma'juj, (5) keluarnya Dajjal, (6) munculnya Isa bin Maryam, (7) tiga gerhana; gerhana di barat (8) gerhana di timur, (9) gerhana di Jazirah Arab, (10) api yang keluar dari dasar Aden yang menggiring manusia atau mengumpulkan manusia dan bersama mereka di mana saja berada." (HR Muslim, Ahmad, dan lainnya. Ibnu Katsir mengatakan hadits ini shahih)
Wallahu a'lam.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
JK Bertemu Tokoh Ormas Islam, Bahas Kasus Dugaan Penistaan Agama
Bongkar Isi Travel Kit dari Wapres Gibran yang Dibawa Jemaah SUB-32 ke Madinah
Saat Petugas Haji Ganti Popok Lansia di Bandara Madinah