Percaya kepada hari akhir dan kehidupan setelah kematian merupakan salah satu rukun iman dalam Islam. Allah SWT menjanjikan kehidupan abadi di akhirat, baik berupa balasan kenikmatan bagi orang-orang beriman maupun azab bagi orang-orang yang ingkar.
Kenikmatan tertinggi yang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa adalah surga. Namun, tidak semua tingkatan surga sama. Dalam ajaran Islam, surga memiliki beberapa tingkatan, dan yang paling tinggi serta paling mulia adalah Surga Al-Firdaus.
Dalam Al-Qur'an surah An-Nisa' ayat 13, Allah SWT berfirman,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدْخِلْهُ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Artinya: "(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar."
Apa Itu Surga Al-Firdaus?
Surga Al-Firdaus adalah surga yang paling tinggi derajatnya dan paling utama di antara seluruh surga. Al-Firdaus berada di bagian tertinggi surga dan menjadi puncak dari seluruh kenikmatan yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya.
Surga Firdaus dikenal sebagai tingkatan surga tertinggi di akhirat. Kedudukannya yang paling mulia menjadikan Firdaus sebagai harapan dan cita-cita setiap umat Islam agar kelak dapat menghuni surga terbaik yang dijanjikan Allah SWT.
Surga Firdaus digambarkan sebagai tempat yang sepenuhnya terbebas dari kesusahan, bencana, dan segala hal yang sia-sia. Surga tertinggi ini dilukiskan sebagai kebun yang sangat indah, lengkap dengan sungai-sungai yang mengalir di antara pepohonan, menciptakan suasana penuh ketenangan dan kenikmatan abadi.
Dalam buku Megahnya Surga karya Abdullah Syafi'ie dijelaskan bahwa kata Firdaus berasal dari istilah bustān yang berarti kebun. Surga Firdaus berada tepat di bawah 'Arsy atau singgasana Allah SWT. Letaknya yang sangat dekat dengan 'Arsy menjadikan Firdaus sebagai surga yang memiliki keutamaan dan kemuliaan paling tinggi dibandingkan tingkatan surga lainnya.
Keutamaan Surga Firdaus juga ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah Jilid 3. Dalam riwayat tersebut disebutkan:
"Dari Suwaid bin Sa'id, dari Hafsh bin Maisarah, dari Zaid bin Aslam, dari Atha bin Yasar, dari Mu'adz bin Jabal RA, ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Surga terdiri dari seratus tingkatan. Antar tiap tingkatan jaraknya seperti antara langit dan bumi. Surga yang tertinggi adalah Surga Firdaus, surga yang paling afdhal juga Firdaus, dan singgasana itu berada di atas Firdaus, dari dalamnya terpancar sungai-sungai surga, apabila kalian memohon surga kepada Allah maka mohonlah surga Firdaus'" (Shahih: Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah)
Hadits ini menegaskan bahwa Al-Firdaus merupakan surga paling tinggi dan paling mulia.
Surga Al-Firdaus disebutkan secara khusus dalam Al-Qur'an sebagai balasan bagi orang-orang beriman yang memiliki sifat-sifat mulia.
Termaktub dalam surah Al-Kahfi ayat 107, Allah SWT berfirman,
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّٰتُ ٱلْفِرْدَوْسِ نُزُلًا
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal."
Ciri-ciri Penghuni Surga Al-Firdaus
Al-Qur'an menjelaskan sejumlah sifat utama yang dimiliki oleh calon penghuni Surga Al-Firdaus. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Mu'minun ayat 1-11, yang artinya:
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara salat. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya."
Wallahu a'lam.
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Deal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Kritik Keras
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
Waspada! Kurma Israel Dijual dengan Nama Berbeda