Ada 4 Golongan Orang yang Haram Tersentuh Api Neraka

Ada 4 Golongan Orang yang Haram Tersentuh Api Neraka

Kristina - detikHikmah
Selasa, 13 Jan 2026 06:30 WIB
Ada 4 Golongan Orang yang Haram Tersentuh Api Neraka
Ilustrasi api neraka. Foto: Getty Images/iStockphoto/koyu
Jakarta -

Neraka adalah tempat akhir yang digambarkan dengan nyala apinya yang sangat panas. Api tersebut akan membakar kulit para penghuninya. Menurut sebuah hadits, api tersebut diharamkan bagi empat golongan manusia.

Golongan orang yang haram tersentuh api neraka adalah orang yang hayyin, layyin, qarib, dan sahl. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud RA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diriwayatkan, suatu ketika Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, "Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?"

Para sahabat menjawab, "Mau, wahai Rasulullah!"

ADVERTISEMENT

Rasulullah SAW bersabda, "(Haram tersentuh api neraka orang yang) hayyin, layyin, qarib, sahl." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Menurut penjelasan dalam buku 100 Fakta Menakjubkan Nabi, Rasul, dan Dunia Islam susunan Muhammad Khalil, orang yang hayyin adalah mereka yang memiliki pribadi tenang baik lahir maupun batin, tidak mudah marah dan memaki, serta penuh pertimbangan.

Adapun, layyin adalah orang yang santun baik dalam berperilaku maupun berbicara. Golongan orang ini tidak hanya mementingkan kemauannya sendiri dan tidak memaksakan kehendak. Mereka ingin kebaikan untuk sesama manusia.

Kemudian, qarib adalah orang yang menyenangkan saat diajak bicara. Orang-orang qarib juga murah senyum. Sikap ini lahir dari perilaku tawadhu atau rendah hati. Sementara itu, sahl adalah orang yang memudahkan segala sesuatu, dia tidak mempersulit orang lain, dan justru memberikan solusi setiap permasalahan.

Empat golongan orang itu, hayyin, layyin, qarib, dan sahl, disebut tubuhnya tak tersentuh api neraka. Allah SWT mengharamkan neraka baginya.

Sementara itu, menurut hadits lain, golongan yang tidak tersentuh api neraka ada tiga. Mereka adalah orang yang menutup matanya dari perkara yang diharamkan Allah SWT, orang yang senantiasa terjaga di jalan Allah SWT, dan orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Tiga pasang mata tidak akan menyentuh api neraka, yaitu mata yang menutup dari apa yang diharamkan oleh Allah, mata yang terjaga di jalan Allah, dan mata yang menangis karena takut kepada Allah." (HR Hakim dan Baihaqi)

Gambaran Dahsyatnya Api Neraka

Api neraka digambarkan sangat panas. Bahkan api dunia pun tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan panasnya neraka. Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam buku Dahsyatnya Neraka susunan Syaiful Bachri az-Zidani, Rasulullah SAW bersabda,

"Panasnya api kalian (bani Adam) yang digunakan di dunia untuk membakar merupakan sebagian dari 70 bagian panasnya api neraka Jahannam." Para sahabat bertanya, "Demi Allah, apakah itu cukup wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Belum, sesungguhnya panasnya sebagian yang satu melebihi sebagian yang lainnya sebanyak 69 kali lipat." (HR Bukhari dan Muslim)

Allah SWT telah memerintahkan umat manusia menjaga dirinya dari panasnya api neraka. Allah SWT berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ٦

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At-Tahrim: 6)

Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, melalui ayat tersebut, Allah SWT memerintahkan untuk mengamalkan ketaatan dan menghindari perbuatan durhaka serta memerintahkan keluarga untuk berzikir, niscaya Dia akan menyelamatkan manusia dari api neraka.

Menurut Mujahid, maksud "peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" dalam ayat tersebut adalah bertakwalah kamu kepada Allah SWT dan perintahkan keluargamu untuk bertakwa kepada-Nya.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam At-Takhwif min An-Naar yang diterjemahkan Abdul Rosyad Shiddiq mengatakan banyak para salah ash-shalih yang tidak bisa tidur bahkan tertawa karena takut neraka. Ismail as-Sudi menceritakan tentang al-Hajjaj yang bertanya kepada Sa'id bin Jubair, "aku mendengar kamu sama sekali tidak mau tertawa, kenapa?"

Sa'id menjawab, "Bagaimana aku bisa tertawa ketika api Jahannam telah dinyalakan, belenggu-belenggu telah dipasang, dan para Malaikat Zanabinyah telah disiapkan?

Banyak ulama salaf yang berjanji tidak tertawa selama-lamanya sebelum mereka benar-benar tahu di mana tempat kembali mereka, surga atau neraka.

Wallahu a'lam.




(kri/erd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads