Salat Subuh adalah salah satu salat wajib yang memiliki dua rakaat dan dikerjakan saat masuk waktu Subuh. Bacaan salat Subuh dari niat sampai salam penting diketahui bagi setiap Muslim.
Melalui surah Al-Isra ayat 78, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menunaikan salat Subuh. Dalam ayat tersebut, Allah juga menjelaskan bahwa salat Subuh memiliki keutamaan yang besar. Allah SWT berfirman,
اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aqimiṣ-ṣalāta lidulūkisy-syamsi ilā gasaqil-laili wa qur'ānal-fajr(i), inna qur'ānal-fajri kāna masyhūdā(n).
Artinya: "Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh! Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
Agar tidak salah dalam pelaksanaannya, berikut urutan bacaan salat Subuh lengkap mulai dari niat sampai salam.
Bacaan Salat Subuh dari Niat sampai Salam
Berikut ini adalah bacaan salat Subuh mulai dari niat hingga salam, merangkum dari beberapa kitab rujukan terpercaya, seperti Sifat Shalat Nabi karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Al-Adzkar karya Imam Nawawi, serta Kitab Lengkap Panduan Shalat yang disusun oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani dan Abdurrahim Hamdi.
1. Niat
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Latin: Usholli fardlon shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta'aala
Artinya: "Aku niat melakukan salat fardhu Subuh dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul Ihram
اللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu akbar
Artinya: "Allah Maha Besar." (HR Muslim & Ibnu Majah)
3. Doa Iftitah
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Bacaan latin: Allahu akbar kabiiraa wal hamdu lillahi katsiiraa washub-haanallahi bukratan wa ashiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassa maawaati wal ardla haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wama maati lillahi rabbil aalamiina. Laasyriika lahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimin.
Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna Kebesaran-Nya, segala pugi bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku ibadahku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.
4. Membaca Surah Al-Fatihah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina anʼamta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalliin.
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.
5. Membaca Surah Lain dari Al-Qur'an
Mengutip buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, Rasulullah SAW saat salat Subuh biasanya membaca sekitar 60 sampai 100 ayat Al-Qur'an setelah Surah Al-Fatihah.
Surah yang sering dibaca Rasulullah SAW antara lain Surah Qaf, Ar-Rum, Asy-Syams, Al-Zalzalah, Al-Mukminun, As-Sajdah, Al-Insan, serta dua surah Muawwidzatain, yaitu Al-Falaq dan An-Nas.
6. Rukuk
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ
Latin: Subhaana rabbiyal 'adziimi
Artinya: "Mahasuci Tuhanku yang Maha Agung." (HR Muslim, An-Nasa'i, & Ahmad)
7. I'tidal
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin: Sami'allaahu liman hamidah
Artinya: "Allah Maha Mendengar kepada siapa saja yang memuji-Nya." (Riwayat dari Abu Hurairah, HR Bukhari, Muslim, Nasa'i, Ahmad, Darimi, Ibnu Hibban & Baihaqi)
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Latin: Rabbanaa walakal hamdu mil-us samaawaati wa mil-ul ardhi wa mil-u maa syi'ta min syai-in ba'du.
Artinya:"Ya Tuhan kami bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa-apa yang Engkau sukai." (Riwayat dari Ibnu Abi Aufa, HR Muslim)
8. Sujud
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى
Latin: Subhaana rabbiyal a'laa
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi." (Riwayat dari Hudzaifah, HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasa'i, Ahmad & Tirmidzi)
9. Duduk di Antara Dua Sujud
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْني وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي
Latin: Rabbighfir lii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii
Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku, sayangilah aku, tutupilah kesalahanku, angkatlah derajatku, limpahkanlah rezekiku, dan berilah petunjuk kepadaku." (Riwayat dari Abdullah bin Abbas, HR Tirmidzi)
10. Doa Qunut
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Latin: Allahummah dinii fiiman hadait wa 'aafinii fiiman 'aafait wa tawallanii fiiman tawallait wa baarik lii fiima a'thait wa qinii maa qadhait innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaika wa innahu laa yadzillu man waalait wa laa ya'izzu man 'aadait tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait
Artinya: "Ya Allah, anugerahkanlah petunjuk kepadaku dan jadikanlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, lindungilah aku dari penyakit dan segala perkara yang tidak baik dan jadikanlah sebagaimana orang-orang yang Engkau lindungi dari penyakit dan segala perkara yang tidak baik, jadikanlah aku penguasa sebagaimana orang-orang yang telah Engkau anugerahkan kekuasaan, turukanlah keberkahan kepadaku atas segala sesuatu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, lindungilah aku dari berbagai keburukan dan ancaman bahaya yang telah Engkau tetapkan, karena sesungguhnya hanya Engkau yang berhak memutuskan dan tiada yang dapat menolak ketetapan-Mu. Sesungguhnya tiada yang dapat menghinakan orang yang telah Engkau muliakan, dan Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami lagi Mahatinggi." (Riwayat dari Hasan bin Ali, HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad & Baihaqi)
Selain itu, ada juga bacaan doa qunut yang lebih panjang. Bacaan ini bisa diamalkan dan sebagaimana dikutip dari NU Online, lafaznya sebagai berikut,
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Allahummahdini fî man hadait, wa 'âfini fî man 'âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a'thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ 'alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya'izzu man 'âdait, tabârakta rabbanâ wa ta'âlait, fa lakal hamdu a'lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alâ âlihi wa shahbihi wa sallam
Artinya: "Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertobat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya."
Lebih lanjut, menurut Prof. Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu, ulama Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa doa qunut boleh dibaca dengan lafaz selain yang biasa diajarkan. Syaratnya, bacaan tersebut tetap berupa doa dan pujian kepada Allah. Ketentuan ini juga berlaku bagi orang yang belum hafal bacaan doa qunut.
Adapun contoh bacaan doa qunut Subuh yang boleh diamalkan antara lain allahummaghfir lii yaa Ghafur, warhamnii yaa Rahiim, atau walthuf bii yaa Lathiif.
11. Duduk Tasyahud Akhir
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Latin: Attahiyyatul mubaarakaatush sholawatuth thayyibaatus lillaahi asalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuhu, Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin, asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu
Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan-kebaikan diperuntukkan hanya kepada Allah semata. Semoga salam sejahtera, rahmat Allah dan keberkahan-Nya senantiasa terlimpahkan kepadamu wahai Sang Nabi. Semoga salam sejahtera terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Sedangkan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya." (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad, Thabrani & Baihaqi)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلَ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: Allaahumma shalli 'alaa muhammadin wa 'alaa aali muhammad, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima wa aali ibrahiim, wa baarik 'alaa muhammadin wa 'alaa aali muhammad, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima wa aali ibraahiim, innaka hamiidum majiid
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berkahilah Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia." (HR Muslim & Ahmad)
12. Salam
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Latin: Assalaamu 'alaikum warahma-tullaahi wabarakaatuh
Artinya: "Keselamatan, rahmat Allah, dan barakah-Nya semoga tetap menyertai kamu sekalian." (HR Muslim)
Kapan Waktu Melaksanakan Salat Subuh?
Salat Subuh dikerjakan sebanyak dua rakaat. Waktu salat ini dimulai sejak munculnya fajar shadiq hingga matahari terbit. Fajar shadiq adalah cahaya putih yang tampak di ufuk timur saat waktu Subuh, bentuknya melebar dari kiri ke kanan.
Lawan fajar shadiq adalah fajar kazib, yaitu cahaya yang terlihat memanjang ke atas di langit, tetapi belum menandakan masuknya waktu Subuh. Penjelasan ini mengutip buku Fiqih Ibadah karya Rudi Hartono.
Merujuk buku Berkah Sholat Subuh Berjamaah karya Ust. Fahrur Mu'is, batas waktu salat Subuh dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim. Rasulullah SAW bersabda:
وَوَقْتُ صَلَاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ
Wa waqtu shalātish-shubḥi min ṭulū'il-fajri mā lam taṭlu'is-shamsu.
Artinya: "Waktu salat Subuh adalah dari terbit fajar sampai terbit matahari." (HR Muslim).
Hadits lain yang menjelaskan waktu salat Subuh juga diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصُّبْحِ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الصُّبْحَ
Man adraka rak'atan minaṣ-ṣubḥi qabla an taṭlu'a asy-syamsu faqad adraka aṣ-ṣubḥa.
Artinya: "Siapa yang mendapatkan satu rakaat salat Subuh sebelum terbit matahari, maka ia telah mendapati salat Subuh." (HR Bukhari).
Dari dua hadits tersebut dapat dipahami bahwa waktu salat Subuh dimulai sejak terbit fajar shadiq hingga sebelum matahari terbit. Jika salat Subuh dilakukan sebelum waktunya masuk, maka salat tersebut tidak sah.
Namun, bila seseorang masih sempat mengerjakan satu rakaat salat Subuh sebelum matahari terbit, salatnya tetap dianggap sah.
Meski begitu, hal tersebut hanya sebatas menggugurkan kewajiban, bukan pelaksanaan salat yang ideal karena seharusnya dikerjakan tepat waktu.
Itulah dia penjelasan mengenai bacaan salat Subuh mulai dari niat sampai salam. Semoga bermanfaat, ya!
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi
Profil Raja Charles III yang Disebut Seorang Muslim