- Niat Sholat Subuh Sendiri: Arab, Latin dan Arti
- Sholat Subuh Lebih Utama Dikerjakan Berjamaah
- Cara Sholat Subuh Sendiri
- Zikir Setelah Sholat Subuh 1. Istighfar 2. Memohon Perlindungan dari Siksa Api Neraka 3. Memuji Allah 4. Membaca Surah Al Fatihah 5. Membaca Ayat Kursi 6. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil 7. Membaca Surah Al Ikhlas 8. Membaca Surah Al Falaq 9. Membaca Surah An Naas
Niat sholat Subuh sendiri dibaca muslim jika mengerjakan sholat secara munfarid atau bukan berjamaah. Ibadah wajib ini dilakukan sejak terbit fajar shadiq sampai sebelum matahari terbit.
Perintah sholat Subuh tercantum dalam surah Al Isra ayat 78, Allah SWT berfirman:
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
Umar Sulaiman Al Asyqar dalam karyanya kitab Maqaashidul Mukallafin: An Niyyat fil Ibadaat yang diterjemahkan Faisal Saleh menyebut niat jadi hal penting dalam setiap ibadah. Hal ini bahkan ditegaskan Nabi SAW dalam haditsnya.
Beliau bersabda,
"Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Niat Sholat Subuh Sendiri: Arab, Latin dan Arti
Dikutip dari buku Tata Cara Shalat karya Ajen Dianawati, bacaan niat sholat Subuh sendiri adalah sebagai berikut.
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Usholli fardhos shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta'aala
Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardhu Subuh dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta'ala."
Sholat Subuh Lebih Utama Dikerjakan Berjamaah
Meski sholat Subuh bisa dilakukan sendiri, ibadah wajib ini lebih utama dikerjakan secara berjamaah. Diterangkan dalam buku Jangan Remehkan Amalan-amalan Ringan karya Abdul Aziz Sa'du, ada keutamaan luar biasa yang bisa dilakukan muslim dari mengerjakan sholat Subuh berjamaah.
Berdasarkan hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA dikatakan,
"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Sholat berjamaah lebih utama dibanding sholatnya salah seorang dari kalian dengan sendirian dengan dua puluh lima bagian. Dan, para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada sholat fajar (Subuh)'." Kemudian Abu Hurairah RA menambahkan, "Jika mau, silahkan baca, 'Sesungguhnya bacaan (sholat) fajar disaksikan (oleh para malaikat)'." (HR Bukhari dan Muslim)
Cara Sholat Subuh Sendiri
Dinukil dari buku Praktis Panduan Sholat Wajib-Sunnah karya Abu Sakhi, tata cara sholat Subuh sendiri adalah sebagai berikut:
- Berdiri menghadap kiblat
- Membaca niat sholat Subuh sendiri
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca surah Al Fatihah
- Membaca salah satu surah dalam Al-Qur'an
- Rukuk
- Itidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangkit dari sujud untuk memulai rakaat kedua.
- Pada rakaat kedua lakukan hal yang sama tanpa membaca doa iftitah. Mulai dari Al Fatihah, surah pendek pilihan, rukuk, itidal, hingga sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Salam
Zikir Setelah Sholat Subuh
Usai mengerjakan sholat Subuh, muslim bisa membaca zikir setelah sholat Subuh. Berikut bacaan Arab, latin, dan artinya yang dikutip dari buku Panduan Salat Doa & Zikir tulisan Abdurrahman Adiib.
1. Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullâhal 'azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qayyûm wa atûbu ilaih. (3x)
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."
Lalu lanjutkan dengan bacaan berikut:
لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Lâ ilâha illallah, wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku, lahul hamdu, yuhyî wa yumîtu, wa huwa 'alâ kulli syay`in qadîr.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala puji. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
2. Memohon Perlindungan dari Siksa Api Neraka
اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ
Allahumma ajirni minan-naar
Artinya: "Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka."
3. Memuji Allah
للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.
Allahumma antassalam, waminkassalam, wa ilayka ya'uudussalam fakhayyina rabbanaa bissalaam wa-adkhilnaljannata darassalaam tabarakta rabbanaa wata'alayta yaa dzaljalaali wal ikraam
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dan dari-Mu lah datangnya keselamatan, dan kepada-Mu kembali lagi segala keselamatan. Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan kesejahteraan. Masukkanlah kami ke dalam surga kampung keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, yang Maha Tinggi, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."
4. Membaca Surah Al Fatihah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-raḥmānir-raḥīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm sirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
5. Membaca Ayat Kursi
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal 'aliyyul 'azhiim.
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Maha Agung."
6. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil
Membaca kalimat tasbih 33 kali,
سُبْحَانَ اللهِ
Subhanallah
Artinya: "Maha Suci Allah."
Lanjutkan dengan kalimat tahmid 33 kali,
الْحَمْدُلِلهِ
Alhamdulillah
Artinya: "Segala puji bagi bagi Allah."
Kemudian baca kalimat takbir 33 kali,
اللهُ اَكْبَرُ
Allahu akbar
Artinya: "Allah Maha Besar."
Setelahnya amalkan kalimat tahlil 33 kali,
لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ
Lailaha illallah
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."
7. Membaca Surah Al Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallahu ahad. Allahu samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad. (3x)
Artinya: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."
8. Membaca Surah Al Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a'uudzu birab-bil falaq, min syarri ma khalaq, wa min syarri ghasiqin idza waqab, wa min syarri n-naffaasaati fil 'uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad. (3x)
Artinya: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan penyihir-penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."
9. Membaca Surah An Naas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Qul a'uudzu birab-bin naas, malikin naas, ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas. (3x)
Artinya: "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Ilah manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia."
Itulah bacaan niat sholat Subuh sendiri disertai zikir setelahnnya. Semoga bermanfaat.
(aeb/kri)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Prabowo Akan Salat Idul Adha di Prancis, Kurban 1.098 Sapi Tetap Jalan
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara