- Hukum dan Jenis Sholat Sunnah Rawatib Sunnah Muakkad Sunnah Gairu Muakkad
- Niat Sholat Sunnah Rawatib 1. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sebelum Sholat Dzuhur 2. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sesudah Sholat Dzuhur 3. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sesudah Sholat Magrib 4. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sesudah Sholat Isya 5. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sebelum Sholat Subuh 6. Niat Sholat Sunnah Rawatib 4 Rakaat Sebelum Sholat Ashar 7. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sebelum Sholat Magrib 8. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sebelum Sholat Isya
- Tata Cara Sholat Sunnah Rawatib
Ibadah sholat dalam Islam tidak hanya mencakup sholat wajib, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai amalan sunnah yang memiliki nilai keutamaan tersendiri. Salah satunya sholat sunnah rawatib.
Sholat sunnah rawatib adalah sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu. Ibadah ini memiliki dasar yang kuat dalam hadits Nabi Muhammad SAW dan menjadi amalan yang dianjurkan untuk menjaga kesempurnaan sholat wajib.
Baca juga: 6 Syarat Sah Sholat yang Muslim Wajib Tahu |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pelaksanaannya, sholat sunnah rawatib terbagi menjadi dua jenis, yaitu rawatib muakkad dan rawatib ghairu muakkad. Pembagian ini menunjukkan perbedaan tingkat anjuran dalam pelaksanaannya, sehingga pemahaman mengenai jenis, niat, dan keutamaan sholat sunnah rawatib menjadi penting bagi setiap muslim.
Hukum dan Jenis Sholat Sunnah Rawatib
Merujuk pada buku Fikih susunan Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib, sholat sunnah rawatib merupakan sholat sunnah yang dilaksanakan beriringan dengan sholat fardhu.
Pelaksanaannya dilakukan sebelum atau sesudah sholat wajib. Sholat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum sholat fardu disebut sholat sunnah rawatib qabliyah, sedangkan sholat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah sholat fardhu disebut sholat sunnah rawatib ba'diyah.
Pelaksanaan sholat sunnah rawatib bertujuan untuk menyempurnakan kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan sholat-sholat fardu. Selain itu, sholat sunnah rawatib memiliki keutamaan tersendiri yang membedakannya dari ibadah sunnah lainnya, karena berkaitan langsung dengan sholat wajib yang menjadi kewajiban utama bagi setiap muslim.
Hukum pelaksanaan sholat sunnah rawatib terbagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.
Sunnah Muakkad
Sebagian sholat sunnah rawatib memiliki hukum sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Anjuran kuat ini didasarkan pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang senantiasa melaksanakan sholat sunnah tersebut semasa hidupnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits:
حَفِظْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ فِي بَيْتِهِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ رواه البخاري
Artinya: "Saya hafal/ingat dari Nabi Muhammad SAW sepuluh rakaat (sholat sunnah), yaitu dua rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Magrib dikerjakan di rumahnya, dua rakaat sesudah Isya dikerjakan di rumahnya, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR Bukhari)
Mengacu hadits tersebut, sholat sunnah rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah sebagai berikut.
- Dua rakaat sebelum sholat Dzuhur
- Dua rakaat sesudah sholat Dzuhur
- Dua rakaat sesudah sholat Magrib
- Dua rakaat sesudah sholat Isya
- Dua rakaat sebelum sholat Subuh
Sunnah Gairu Muakkad
Sunnah gairu muakkad adalah sholat sunnah yang anjurannya tidak sekuat sunnah muakkad. Sholat sunnah ini dinamakan gairu muakkad karena tidak dilakukan secara terus-menerus, melainkan kadang dikerjakan dan kadang ditinggalkan. Oleh sebab itu, pelaksanaannya tidak menjadi kebiasaan tetap Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW, bersabda dalam sebuah hadits sebagai berikut.
صَلُّوا قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ رواه البخاري
Artinya: "Sholatlah kamu sebelum Magrib." Kemudian, Nabi Muhammad SAW mengatakan yang ketiga kalinya, "Bagi yang menghendakinya." (HR Bukhari)
Adapun banyaknya rakaat sholat sunnah rawatib yang hukumnya gairu muakkad adalah sebagai berikut.
- Dua rakaat sebelum dan sesudah sholat Dzuhur. Sholat sunnah ini dikerjakan setelah dua rakaat sholat sunnah rawatib muakkad
- Empat rakaat sebelum sholat Ashar
- Dua rakaat sebelum sholat Magrib
- Dua rakaat sebelum sholat Isya
Niat Sholat Sunnah Rawatib
Setiap pelaksanaan sholat sunnah rawatib harus diawali dengan niat yang disesuaikan dengan jenis sholat yang dikerjakan. Niat ini menjadi pembeda antara satu sholat sunnah rawatib dengan yang lainnya. Berikut penjelasannya.
1. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sebelum Sholat Dzuhur
أصَلِّي سُنَّةَ الْظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Uşalli sunnataz-zuhri rak'ataini qabliyyatal lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah dua rakaat sebelum Dzuhur karena Allah Ta'ala."
2. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sesudah Sholat Dzuhur
أَصَلِّي سُنَّةَ الْظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Uşalli sunnataz-zuhri rak'ataini ba'diyyatal lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah dua rakaat sesudah Dzuhur karena Allah Ta'ala."
3. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sesudah Sholat Magrib
أَصَلِّي سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Uşalli sunnatal-magribi rak'ataini ba'diyyatal lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah dua rakaat sesudah Magrib karena Allah Ta'ala."
4. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sesudah Sholat Isya
أَصَلِّي سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Uşalli sunnatal-'isyā'i rak'ataini ba'diyyatal lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah dua rakaat sesudah Isya karena Allah Ta'ala."
5. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sebelum Sholat Subuh
أَصَلِّي سُنَّةَ الْصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Uşalli sunnatal-şubhi rak'ataini qabliyyatal lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah dua rakaat sebelum Subuh karena Allah Ta'ala."
6. Niat Sholat Sunnah Rawatib 4 Rakaat Sebelum Sholat Ashar
Sholat sunnah ini dilaksanakan dengan cara sholat dua rakaat kemudian salam. Setelah itu, mengerjakan sholat dua rakaat lagi. Adapun niatnya adalah sebagai berikut.
أصَلِّي سُنَّةَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatan Al-Ashri arba'a raka'atin qabliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat melakukan sholat sunnah sebelum Ashar empat rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
7. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sebelum Sholat Magrib
أَصَلِّي سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Uşalli sunnatal-magribi rak'ataini qabliyyatal lillāhī talā.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah dua rakaat sebelum Magrib karena Allah Ta'ala."
8. Niat Sholat Sunnah Rawatib 2 Rakaat Sebelum Sholat Isya
أَصَلِّي سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Uşalli sunnatal-'isyā'i rak'ataini qabliyyatal lillāhi ta ālā.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah dua rakaat sebelum Isya karena Allah Ta'ala."
Niat dalam sholat sunnah rawatib boleh diucapkan secara jelas. Niat tersebut juga bisa diucapkan dalam hati.
Tata Cara Sholat Sunnah Rawatib
Sholat sunnah rawatib dianjurkan untuk dibiasakan sejak dini agar seorang muslim terbiasa melaksanakan amalan-amalan sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Sholat sunnah ini dikerjakan sebelum atau sesudah menunaikan sholat fardu sebagai bentuk penyempurna ibadah wajib.
Secara umum, tata cara pelaksanaan sholat sunnah rawatib sama dengan sholat fardu, baik dari segi gerakan maupun bacaannya. Namun demikian, terdapat beberapa ketentuan khusus yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya, antara lain sebagai berikut.
- Sholat sunnah rawatib tidak diawali dengan adzan maupun iqamah.
- Dilaksanakan secara munfarid atau sendirian.
- Diawali dengan niat yang disesuaikan dengan jenis sholat sunnah rawatib yang dikerjakan.
- Bacaan sholat dilakukan dengan suara pelan dan tidak dikeraskan.
- Apabila dikerjakan lebih dari dua rakaat, maka setiap dua rakaat diakhiri dengan satu salam.
- Dianjurkan untuk berpindah tempat sedikit dari posisi sholat fardu saat mengerjakan sholat sunnah rawatib.
Ketentuan pelaksanaan sholat sunnah rawatib tersebut didasarkan pada kebiasaan dan tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang