7 Dalil tentang Perintah Berdoa dalam Al-Qur'an dan Hadits

7 Dalil tentang Perintah Berdoa dalam Al-Qur'an dan Hadits

Tia Kamilla - detikHikmah
Rabu, 28 Jan 2026 11:00 WIB
7 Dalil tentang Perintah Berdoa dalam Al-Quran dan Hadits
Ilustrasi berdoa. Foto: iStock
Jakarta -

Secara bahasa, kata doa berasal dari bahasa Arab da'aa-yad'uu-du'aa-an, yang artinya memohon atau meminta. Menurut istilah, doa dimaknai sebagai permohonan yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalulurrahman Al-Mahfani.

Allah SWT sudah memberikan perintah berdoa dalam Al-Qur'an untuk semua umat-Nya. Lalu, apa saja dalil tentang perintah berdoa? Berikut penjelasannya.

Dalil Perintah Berdoa dalam Al-Qur'an

Berikut ini adalah beberapa dalil perintah berdoa dalam Al-Quran mengutip buku Riyadush Shalihin 2 oleh Imam Nawawi lengkap arab, latin dan artinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1.Surah Gafir Ayat 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Latin: Wa qāla rabbukumud'ūnī astajib lakum, innal-lażīna yastakbirūna 'an 'ibādatī sayadkhulūna jahannama dākhirīn(a).

ADVERTISEMENT

Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.'"

2. Surah Al Araf Ayat 55

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ

Latin: Ud'ū rabbakum taḍarru'aw wa khufūyah(tan), innahū lā yuḥibbul-mu'tadīn(a).

Artinya: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

3. Surah Al Baqarah Ayat 186

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Latin: Wa iżā sa'alaka 'ibādī 'annī fa innī qarīb(un), ujību da'watad-dā'i iżā da'ān(i), falyastajībū lī walyu'minū bī la'allahum yarsyudūn(a).

Artinya: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

4. Surah An-Naml Ayat 62

اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْۤءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗقَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ

Latin: Am may yujībul-muḍṭarra iżā da'āhu wa yaksyifus-sū'a wa yaj'alukum khulafā'a fil-arḍ(i), a'ilāhum ma'allāh(i), qalīlam mā tażakkarūn(a).

Artinya: "Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang mengabulkan (doa) orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, menghilangkan kesusahan, dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat."

5. Surah Al Araf Ayat 205

وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ

Latin: Ważkur rabbaka fī nafsika taḍarru'aw wa khīfataw wa dūnal-jahri minal-qauli bil-guduwwi wal-āṣāli wa lā takum minal-gāfilīn(a).

Artinya: "Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah."

6. Surah Yunus Ayat 12

وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْۢبِهٖٓ اَوْ قَاعِدًا اَوْ قَاۤىِٕمًا ۚفَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهٗ مَرَّ كَاَنْ لَّمْ يَدْعُنَآ اِلٰى ضُرٍّ مَّسَّهٗۗ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Latin: Wa iżā massal-insānaḍ-ḍurru da'ānā lijambihī au qā'idan au qā'imā(n), falammā kasyafnā 'anhu ḍurrahū marra ka'allam yad'unā ilā ḍurrim massah(ū), każālika zuyyina lil-musrifīna mā kānū ya'malūn(a).

Artinya: "Apabila manusia ditimpa kesusahan, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Namun, setelah Kami hilangkan kesusahan itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) kesusahan yang telah menimpanya. Demikianlah, dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas itu apa yang selalu mereka kerjakan."

7. Surah Al Isra Ayat 110

قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا

Latin: Qulid'ullāha awid'ur-raḥmān(a), ayyam mā tad'ū fa lahul-asmā'ul-ḥusnā, wa lā tajhar biṣalātika wa lā tukhāfit bihā wabtagi baina żālika sabīlā(n).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Serulah 'Allah atau serulah Ar-Raḥmān! Nama mana saja yang kamu seru, (maka itu baik) karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaulhusna). Janganlah engkau mengeraskan (bacaan) salatmu dan janganlah (pula) merendahkannya. Usahakan jalan (tengah) di antara (kedua)-nya!'"

Dalil Perintah Berdoa dalam Hadits Rasulullah SAW

Selain ayat Al-Qur'an, Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya berdoa melalui hadits-hadits beliau. Salah satu haditnya yaitu, dari Nu'man bin Basyir, Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Doa itu adalah ibadah." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Artinya, setiap kali kita berdoa, itu termasuk ibadah yang bernilai di mata Allah. Doa bukan sekadar meminta sesuatu, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian dan komunikasi langsung dengan Sang Pencipta.

Dari Aisyah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW menyukai doa-doa yang singkat,

"Rasulullah SAW menyukai doa-doa yang singkat padat dan meninggalkan selain itu." (HR. Abu Daud)

Hadits ini mengajarkan kita agar berdoa dengan bahasa yang mudah dimengerti, jelas, dan langsung, tanpa bertele-tele. Yang paling penting adalah ketulusan hati saat memohon kepada Allah SWT.

Doa yang Paling Sering Dibaca Rasulullah SAW

Dikutip dari sumber sebelumnya, dari Anas RA, ia menceritakan bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW adalah:

اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka." (HR. Muslim)

Dalam riwayatnya, Muslim menambahkan bahwa Anas RA mengatakan, jika ingin berdoa, ia selalu mengucapkan doa tersebut. Dan jika dia ingin berdoa dengan sebuah doa, ia juga menggunakan doa yang sama.

Hal ini menunjukkan bahwa doa ini merupakan doa utama Rasulullah SAW, mencakup kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan perlindungan dari siksa neraka.

Apa Manfaat Berdoa?

Berdoa bukan hanya sekadar mengucapkan permintaan, tapi juga memiliki banyak manfaat bagi hidup seorang muslim. Berdasarkan buku Doa dan Dzikir untuk Ibu Hamil karya Ust K. Akbar Saman, berikut manfaat berdoa.

1. Doa Bisa Menolak Bencana

Doa bisa menjadi pelindung dari bencana yang membuat hidup sulit dan penuh kesedihan. Rasulullah SAW bersabda:

"Doa adalah penolak bala." (HR. Abu Hurairah)

Artinya, doa bisa menjaga dari hal-hal buruk jika Allah mengizinkan.

2. Doa Membuka Rahmat Allah

Berdoa membuat seorang muslim memperoleh rahmat Allah, yaitu kasih sayang dan kebaikan dari Allah bagi hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

"Doa adalah kunci rahmat Allah SWT, wudhu adalah kunci salat dan salat adalah kunci surga." (HR. Ad-Dailami)

3. Doa Bisa Mengubah Takdir

Doa bisa memengaruhi ketentuan Allah dalam hidup, selain takdir yang sudah tetap. Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Doa dapat menolak ketentuan Allah SWT. Sesungguhnya kebaikan dapat menyebabkan bertambahnya rezeki. Seorang hamba rezekinya pasti terhalang jika ia berbuat dosa." (HR. Imam Al-Hakim)

Mengutip Sunan Ibnu Majah Jilid 1 terjemahan Abdul Hayyie Al-Kattani, doa dapat menolak takdir, kecuali takdir yang bersifat Maa Fii Ilmillah (takdir qadim atau ajali, yaitu yang tidak memiliki awal dan akhir).

Selain itu, Surah Ar-Ra'd ayat 39 menjelaskan bahwa Allah SWT berkuasa untuk menghapus atau menetapkan sesuatu sesuai kehendak-Nya yang tercatat di Lauhil Mahfudz.

4. Doa Menjadi Senjata dan Perisai Manusia

Doa dapat menjadi pelindung dan kekuatan seorang muslim. Rasulullah SAW bersabda:

"Bagi orang yang beriman, doa merupakan senjata, tiang agama dan cahaya langit dan bumi." (HR. Abu Ya'la dan Al-Hakim)

5. Doa Memberi Manfaat untuk Segala Hal

Doa dapat membawa manfaat terhadap sesuatu yang sudah terjadi maupun yang akan datang. Dari Ibnu Umar RA, Nabi SAW bersabda:

"Doa dapat memberikan manfaat terhadap sesuatu yang telah turun ataupun belum turun. Wahai hamba-hamba Allah, berdoalah kamu sekalian." (HR. Al-Hakim)

6. Doa Melancarkan Rezeki dan Melindungi dari Musuh

Doa juga dapat memperlancar rezeki dan menjadi pelindung dari musuh. Rasulullah SAW bersabda:

"'Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang menyelamatkan kalian dari musuh kalian dan mempercepat datangnya rezeki kalian?' (Rasulullah melanjutkan), 'Maka berdoalah pada tengah malam dan pada siang hari kalian, sebab hanya doa yang menjadi senjata ampuh orang beriman'." (HR. Abu Ya'la, dari Jabir bin Abdullah)

7. Doa Membantu Keberlangsungan Hidup

Doa bermanfaat untuk masa lalu maupun masa depan. Rasulullah SAW bersabda:

"Doa itu bermanfaat untuk apa yang sudah terjadi dan apa yang belum terjadi. Karena itu para hamba Allah SWT, hendaklah kalian berdoa." (HR. Hakim)

Dengan memahami manfaat ini, berdoa menjadi sarana ampuh untuk mendekatkan diri kepada Allah, membuka rahmat, melindungi diri, dan menjadikan hidup lebih tenang dan berkah.




(inf/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads