Jelang Ramadan, JK Ajak Perkuat Doa dan Solidaritas di Situasi Ekonomi Sulit

Jelang Ramadan, JK Ajak Perkuat Doa dan Solidaritas di Situasi Ekonomi Sulit

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Minggu, 25 Jan 2026 14:00 WIB
Dr. (H.C) Drs. H Muhammad Jusuf Kalla di acara Pelatihan Akustik Masjid di Paragon Community Hub, Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Dr. (H.C) Drs. H Muhammad Jusuf Kalla di acara Pelatihan Akustik Masjid di Paragon Community Hub, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Foto: Anisa Rizki/detikHikmah
Jakarta -

Dr. (H.C) Drs. H Muhammad Jusuf Kalla mengimbau agar masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kehati-hatian. Selain itu, dia juga meminta masyarakat memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi khususnya di tengah kondisi alam yang penuh tantangan.

"Dalam situasi masyarakat dan kondisi alam seperti sekarang, Ramadan harus mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati," ungkap JK --sapaan akrabnya-- usai menghadiri acara Pelatihan Akustik Masjid di Paragon Community Hub, Minggu (25/1/2026).

Dia menilai situasi yang sedang dihadapi masyarakat menuntut adanya kesadaran bersama untuk tetap bekerja keras dan saling mendukung, tak hanya dalam aspek ibadah melainkan juga dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangunan serta pemulihan ekonomi, lanjut Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 itu, memerlukan kerja keras yang berkelanjutan walau tantangan yang dihadapi tidaklah mudah.

"Kami bekerja keras membangun kondisi seperti ini. Banyak ahli ekonomi mengatakan bahwa kita memang sedang menghadapi situasi yang sulit," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Kemudian, JK mengajak masyarakat senantiasa berdoa agar perekonomian bisa berjalan dengan baik.

"Kita perlu saling mendoakan agar masyarakat tetap bekerja dengan baik dan keras, serta saling memberikan dorongan agar ekonomi tetap berjalan," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia.

Selain itu, JK juga mengatakan Ramadan tak hanya dimaknai sebagai peningkatan ibadah personal melainkan juga sarana memperkuat solidaritas.

"Jadi Ramadan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bagaimana kita membangun masyarakat," tandasnya.



(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads