Dr. (H.C) Drs. H Muhammad Jusuf Kalla mengimbau agar masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kehati-hatian. Selain itu, dia juga meminta masyarakat memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi khususnya di tengah kondisi alam yang penuh tantangan.
"Dalam situasi masyarakat dan kondisi alam seperti sekarang, Ramadan harus mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati," ungkap JK --sapaan akrabnya-- usai menghadiri acara Pelatihan Akustik Masjid di Paragon Community Hub, Minggu (25/1/2026).
Dia menilai situasi yang sedang dihadapi masyarakat menuntut adanya kesadaran bersama untuk tetap bekerja keras dan saling mendukung, tak hanya dalam aspek ibadah melainkan juga dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan serta pemulihan ekonomi, lanjut Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 itu, memerlukan kerja keras yang berkelanjutan walau tantangan yang dihadapi tidaklah mudah.
"Kami bekerja keras membangun kondisi seperti ini. Banyak ahli ekonomi mengatakan bahwa kita memang sedang menghadapi situasi yang sulit," jelasnya.
Kemudian, JK mengajak masyarakat senantiasa berdoa agar perekonomian bisa berjalan dengan baik.
"Kita perlu saling mendoakan agar masyarakat tetap bekerja dengan baik dan keras, serta saling memberikan dorongan agar ekonomi tetap berjalan," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia.
Selain itu, JK juga mengatakan Ramadan tak hanya dimaknai sebagai peningkatan ibadah personal melainkan juga sarana memperkuat solidaritas.
"Jadi Ramadan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bagaimana kita membangun masyarakat," tandasnya.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia, Indonesia Berapa?
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris