Doa Sholat Taubat Hajat untuk Memohon Ampunan dan Pertolongan

Doa Sholat Taubat Hajat untuk Memohon Ampunan dan Pertolongan

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Sabtu, 17 Jan 2026 15:57 WIB
Doa Sholat Taubat Hajat untuk Memohon Ampunan dan Pertolongan
Ilustrasi salat taubat. Foto: Getty Images/CihatDeniz
Jakarta -

Sholat taubat dan hajat merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan untuk memohon ampunan atas dosa serta meminta pertolongan Allah SWT dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Sholat taubat dan sholat hajat dapat dilakukan dengan penuh kesadaran dan penyesalan, disertai doa yang dipanjatkan dengan kerendahan hati kepada Allah SWT.

Perintah untuk bertaubat sendiri telah terdapat dalam Al Qur'an. Allah SWT berfirman dalam surah At Tahrim ayat 8:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanū tūbū ilallāhi taubatan naṣūḥā(n), 'asā rabbukum ay yukaffira 'ankum sayyi'ātikum wa yudkhilakum jannātin tajrī min taḥtihal-anhār(u), yauma lā yukhzillāhun-nabiyya wal-lażīna āmanū ma'ah(ū), nūruhum yas'ā baina aidīhim wa bi'aimānihim yaqūlūna rabbanā atmim lanā nūranā wagfir lanā, innaka 'alā kulli syai'in qadīr(un).

ADVERTISEMENT

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS At-taḥrīm: 8)

Berdasarkan Tafsir Kemenag, ayat ini menegaskan bahwa Allah memerintahkan orang beriman untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh disertai perubahan perilaku. Taubat yang tulus akan menghapus dosa-dosa dan mengantarkan hamba kepada keselamatan dan surga, serta memperoleh cahaya iman pada hari kiamat sebagai tanda keridaan Allah.

Sholat Taubat

Dalam Buku Praktis Ibadah karya Irwan, Ahmad Jafar, dan Husain dijelaskan bahwa setiap hamba Allah tidak luput dari kesalahan dan dosa. Ketika seorang Muslim terjerumus dalam perbuatan salah, ia dianjurkan untuk segera bertaubat dengan memohon ampun kepada Allah, menyesali kesalahan yang telah dilakukan, serta bertekad kuat untuk tidak mengulanginya di kemudian hari.

Taubat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam. Bahkan, menunda taubat dari suatu dosa termasuk kesalahan yang juga perlu ditaubati. Hal ini menegaskan bahwa taubat bukan sekadar anjuran, melainkan kewajiban bagi setiap Muslim yang melakukan kesalahan.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءُ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya: "Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat."

Salah satu bentuk taubat yang dianjurkan adalah dengan melaksanakan sholat taubat. Tata cara sholat taubat pada dasarnya tidak berbeda dengan sholat sunnah lainnya. Setelah sholat, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak istighfar dan doa dengan penuh kesadaran, disertai penyesalan yang mendalam serta tekad kuat untuk menjauhi perbuatan dosa dan tidak mengulanginya kembali.

Bacaan Doa, Tata Cara dan Syarat Sholat Taubat

1. Doa Taubat Nabi Adam dan Siti Hawa

Adapun salah satu lafadz doa taubat yang diajarkan dan dicontohkan dalam Al-Qur'an adalah doa taubat Nabi Adam 'alaihis salam dan Siti Hawa, sebagai berikut:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Latin: Rabbanā ẓalamnā anfusanā wa in lam taghfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal khāsirīn

Artinya: Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Kau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk hamba-Mu yang merugi."(Surah Al-A'raf ayat 23)

2. Lafadz Taubat Nabi Yunus.

Doa taubat Nabi Yunus AS dipanjatkan ketika beliau berada dalam perut ikan, sebagai ungkapan penyesalan dan pengakuan atas kekhilafan yang telah dilakukan.

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Artinya: Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim. (Surah Al-Anbiya ayat 87)

3. Doa ketika Nabi Ayub AS sakit

Ketika Nabi Ayub 'alaihis salam diuji dengan penyakit yang berat, beliau tidak berhenti memohon kepada Allah. Doa yang dipanjatkannya mencerminkan kepasrahan, kesabaran, serta keyakinan penuh akan kasih sayang Allah SWT.

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّحِمِينَ

Latin: Wa Ayyūba idz nādā rabbahū annī massaniyadh-ḍurru wa anta arḥamur-rāḥimīn

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. (Surah Al-Anbiya ayat 83)

4. Doa Taubat yang Diajarkan Rasulullah SAW

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengajarkan sebuah doa taubat kepada Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu. Doa ini berisi pengakuan dosa, permohonan ampun, serta harapan akan rahmat Allah SWT.

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا, وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ, فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ, وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Latin: Allāhumma innī ẓalamtu nafsī ẓulman katsīrā, wa lā yaghfiruẓ-ẓunūba illā anta, faghfir lī maghfiratan min 'indika, warḥamnī innaka antal-ghafūrur-raḥīm

Artinya: Tuhanku, sungguh aku telah menganiaya diri sendiri dengan penganiayaan yang banyak (sebagian riwayat 'yang besar'). Tiada yang dapat mengampuninya kecuali Engkau. Anugerahkanlah ampunan dari sisi-Mu. Rahmatilah aku. Sungguh, Kau maha pengampun, lagi maha penyayang," (HR Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Sholat Taubat

Berikut adalah tata cara melaksanakan sholat Taubat yang dapat diikuti, dimulai dari niat hingga selesai dengan penuh ketulusan hati.

1. Membaca niat sholat Sunnah Taubat 2 rakaat:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushallī sunnatat-taubati rak'ataini lillāhi ta'ālā
Artinya: "Aku niat melaksanakan sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Takbiratul ihram dan membaca surah Al-Fatihah
3. Membaca surah dari Al-Qur'an
4. Rukuk
5. I'tidal
6. Sujud pertama
7. Duduk di antara dua sujud
8. Sujud kedua
9. Berdiri untuk rakaat kedua
10. Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah Al-Qur'an
11. Rukuk
12. I'tidal
13. Sujud pertama rakaat kedua
14 Duduk di antara dua sujud
15. Sujud kedua rakaat kedua
16 Tahiyat akhir
17. Salam
18. Membaca istighfar
19. Membaca doa setelah sholat Taubat

Dijelaskan dalam sumber yang sama, syarat agar taubat diterima Allah SWT tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga harus disertai dengan kesungguhan hati dan perubahan sikap. Seorang hamba terlebih dahulu wajib menyesali kesalahan yang telah diperbuat sebagai bentuk kesadaran atas dosa yang dilakukan.

Penyesalan ini kemudian diikuti dengan meninggalkan perbuatan maksiat tersebut secara nyata, bukan sekadar berniat tanpa tindakan. Selain itu, taubat juga harus disertai dengan tekad dan janji yang kuat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari, sehingga taubat yang dilakukan benar-benar mencerminkan keikhlasan dan komitmen untuk kembali ke jalan Allah SWT.

Sholat Hajat

Dikutip dalam buku Shalat Hajat karya Ghaida Halah Ikram, dijelaskan bahwa Sholat Hajat merupakan salah satu ibadah yang dilakukan untuk memohon mengabulkan keinginan atau hajat tertentu kepada Allah SWT. Waktu pelaksanaan sholat hajat pada dasarnya tidak ditentukan secara khusus. Namun demikian, sholat hajat tidak boleh dikerjakan pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat, seperti setelah sholat Subuh hingga terbit matahari dan setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam.

Sholat hajat dilaksanakan secara sendiri atau tidak berjamaah. Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat. Apabila dikerjakan pada malam hari, sholat hajat dilakukan dengan salam setiap dua rakaat. Sementara itu, jika dilaksanakan pada siang hari, sholat hajat boleh dikerjakan empat rakaat dengan satu kali salam, dan seterusnya sesuai kemampuan.

Bacaan Doa Sholat Hajat

Dikutip dalam buku Shalat Hajat karya Ghaida Halah Ikram, berikut bacaan doa yang dianjurkan dibaca setelah melaksanakan sholat hajat:

لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْعَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَوعزائم مغفرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبِ وَالْغَيْمَةَ مِنْ كُلِّ بر وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَأَسْأَلُكَ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ لَا تدع لي ذنبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمَا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا دَيْنَا إِلَّا قَضَيْتَهُ وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا قَضَيْتَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Latin: Lā ilāha illallāhul 'alīmul karīm, subḥānallāhi rabbil 'arsyil 'aẓīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil 'ālamīn. As'aluka mujibāti raḥmatik, wa 'azā'ima maghfiratik, wal-'iṣmata min kulli dzanb, wal-ghanīmata min kulli birr, was-salāmata min kulli itsm. Wa as'alukal 'ulā minal jannah. Lā tad'a lī dzanban illā ghafartah, wa lā hammā illā farrajtah, wa lā daynan illā qaḍaytah, wa lā ḥājatan min ḥawā'ijid-dunyā wal-ākhirah illā qaḍaytah, yā arḥamar-rāḥimīn.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia. Mahasuci Allah, Tuhan pemilik 'Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu segala hal yang mendatangkan rahmat-Mu, dan sebab-sebab ampunan-Mu, serta kebaikan dari setiap kebajikan dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan Engkau biarkan satu dosa pun padaku kecuali Engkau ampuni, tidak pula suatu kesedihan kecuali Engkau lapangkan, tidak pula suatu utang kecuali Engkau lunasi, dan tidak pula suatu hajat dari urusan dunia dan akhirat kecuali Engkau kabulkan. Wahai Yang Maha Pengasih di antara para penyayang.

Tata Cara Sholat Hajat

Berikut tata cara sholat Hajat:

1. Niat sholat hajat di dalam hati (aku niat sholat sunnah hajat karena Allah);

اصَلَّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushallī sunnatal ḥājati rak'ataini lillāhi ta'ālā

Artinya: "Aku niat sholat sunnah Hajat dua rakaat karena Allah Taala."

2. Takbiratul ihram;

3. Membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan Surah Al-Fatihah, kemudian membaca salah satu surah di dalam Al-Quran;

4. Ruku' sambil membaca tasbih tiga kali;

5. I'tidal sambil membaca bacaannya;

6. Sujud yang pertama sambil membaca tasbih tiqa kali;

7. Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya;

8. Sujud yang kedua sambil membaca tasbih tiga kali;

9. Setelah menyelesaikan rakaat pertama, dilanjutkan rakaat kedua dengan tata cara yang sama. Setelah itu, membaca tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam dua kali.

10. Apabila sholat hajat dilaksanakan empat rakaat dengan satu salam, maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa membaca tasyahud awal, kemudian melanjutkan rakaat ketiga dan keempat. Setelah selesai, membaca tasyahud akhir dan salam dua kali.

Setelah menyelesaikan sholat hajat, dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa. Salah satunya dengan membaca istighfar minimal 100 kali, yaitu:

اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ رَبِّيْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullahal 'azhim rabbi min kulli dzanbin wa atûbu ilaih

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung atas segala dosa dan aku bertaubat kepada-Nya."

Setelah itu, dianjurkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam minimal 100 kali, kemudian menyampaikan hajat atau kebutuhan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan. Doa dapat dipanjatkan sambil bersujud dan memperbanyak bacaan:

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Selanjutnya, sampaikanlah segala kebutuhan dan harapan kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan. Insya Allah, atas kehendak-Nya, doa dan hajat tersebut akan dikabulkan.

Imam Al-Hakim dalam sumber yang sama juga menyebutkan bahwa sebelum melaksanakan sholat hajat, dianjurkan untuk mandi dan mengenakan pakaian yang bersih. Sholat hajat sebaiknya dikerjakan menjelang waktu fajar dengan niat yang tulus agar permohonan yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah SWT. Apabila Allah menghendaki, maka keinginan dan hajat seorang hamba akan terpenuhi.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads