Tokoh Pendidikan Asal Afganistan Raih Zayed Award for Human Fraternity 2026

Tokoh Pendidikan Asal Afganistan Raih Zayed Award for Human Fraternity 2026

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Selasa, 20 Jan 2026 06:30 WIB
Tokoh Pendidikan Asal Afganistan Raih Zayed Award for Human Fraternity 2026
Zarqa Yaftali, tokoh advokasi pendidikan asal Afganistan. Foto: dok. Zayed Award for Human Fraternity 2026
Jakarta -

Zayed Award for Human Fraternity mengumumkan penerima penghargaan tahun 2026, yakni perjanjian perdamaian antara Republik Azerbaijan dan Republik Armenia, serta tokoh advokasi pendidikan anak perempuan Afghanistan, Zarqa Yaftali. Penetapan ini menandai untuk pertama kalinya penghargaan tersebut diberikan kepada penerima dari kawasan Kaukasus dan Afghanistan.

Agreement on Establishment of Peace and Inter-State Relations between the Republic of Azerbaijan and the Republic of Armenia (Perjanjian tentang Pembentukan Perdamaian dan Hubungan Antarnegara antara Republik Azerbaijan dan Republik Armenia) ditetapkan sebagai penerima penghargaan atas proses perdamaian, dialog, normalisasi hubungan, serta penyelesaian konflik yang berlangsung selama puluhan tahun di wilayah Kaukasus. Perjanjian ini menegaskan bahwa rekonsiliasi merupakan proses berkelanjutan.

Selain perjanjian perdamaian antarnegara, penghargaan tahun 2026 juga diberikan kepada Zarqa Yaftali. Ia menerima pengakuan atas dedikasinya dalam melindungi hak pendidikan perempuan dan anak-anak. Melalui penyediaan sumber daya pendidikan, dukungan psikososial, serta layanan berbasis komunitas, Zarqa Yaftali telah menjangkau lebih dari 100.000 orang di Afghanistan dan wilayah sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi penghargaan tersebut, Presiden Republik Azerbaijan, Ilham Heydar oglu Aliyev, menyampaikan apresiasi atas pengakuan terhadap perjanjian perdamaian yang telah dicapai. Ia menyebut penghargaan ini sebagai "kehormatan ganda" karena menyandang nama almarhum Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan serta didukung Paus Leo XIV dan Ahmed Al-Tayeb, Imam Besar Al-Azhar.

Senada dengan itu, Perdana Menteri Republik Armenia, Nikol Pashinyan, menyebut penghargaan ini sebagai sebuah "kehormatan besar" atas pengakuan terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mewujudkan perdamaian. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif banyak pihak.

ADVERTISEMENT

"Bahwa penghargaan bersama yang diberikan kepada kami (Armenia dan Azerbaijan) adalah cerminan sebuah pencapaian bersama dan kolektif," ungkapnya dalam rilis yang diterima detikHikmah, Senin (19/1/2026).

Sementara itu, Zarqa Yaftali menyampaikan bahwa dirinya merasakan "sukacita dan keharuan yang mendalam" serta menyebut penetapan ini sebagai "pesan yang kuat dan bermakna" bagi perempuan Afghanistan, khususnya para pelajar sekolah daring dan perempuan muda yang mengikuti program pendidikan di bidang perdamaian, keamanan, dan kepemimpinan.

Para penerima penghargaan tahun 2026 tersebut akan diberikan penghormatan pada 4 Februari 2026 mendatang, bertepatan dengan Hari Persaudaraan Manusia Internasional, yang diakui oleh PBB dalam upacara yang diselenggarakan di Founder's Memorial, Abu Dhabi,Uni Emirat Arab, pukul 19.00 waktu setempat. Acara ini akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube @ZayedAwardforHumanFraternity.

Sebagai informasi, sejak 2019 Zayed Award for Human Fraternity telah memberikan penghargaan kepada 19 tokoh dan entitas dari 19 negara, yakni:

  • Paus Fransiskus (penerima kehormatan)
  • Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb (penerima kehormatan)
  • Sekretaris Jenderal PBB António Guterres
  • Aktivis anti-ekstremisme Prancis-Maroko Latifa Ibn Ziaten
  • Raja Abdullah II bin Al Hussein dan Ratu Rania Al Abdullah dari Kerajaan Hasyimiyah Yordania
  • Organisasi kemanusiaan Haiti Foundation for Knowledge and Liberty (FOKAL)
  • Organisasi Italia Komunitas Sant'Egidio
  • Pembangun perdamaian asal Kenya Shamsa Abubakar Fadhil
  • Organisasi kemasyarakatan Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah
  • Ahli bedah jantung ternama dunia asal Mesir Profesor Sir Magdi Yacou
  • Pendiri LSM Chili Suster Nelly León Correa
  • Perdana Menteri Barbados Yang Terhormat Mia Amor Mottley
  • Organisasi bantuan pangan Amerika Serikat World Central Kitchen
  • Inovator kesehatan remaja Ethiopia-Amerika, Heman Bekele.




(inf/erd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads