- Keutamaan-keutamaan Bulan Syaban 1. Bulan Dilaporkannya Amal Manusia 2. Adanya Malam Nisfu Syaban 3. Syaban Disebut sebagai Bulan Rasulullah SAW 4. Bulan yang Dipenuhi Ampunan Allah SWT 5. Keutamaan Puasa di Bulan Syaban 6. Puasa Syaban sebagai Puasa Paling Utama Setelah Ramadan 7. Turunnya Perintah Bershalawat kepada Nabi SAW 8. Bulan Berubahnya Arah Kiblat
- Amalan Sunnah Bulan Syaban 1. Berpuasa Syaban Senin Kamis 2. Berpuasa Syaban Ayyamul Bidh 3. Perbanyak Membaca Al-Quran 4. Berdoa Kepada Allah SWT
Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, terletak di antara Rajab dan Ramadan. Mengutip buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa karya Abdillah F. Hasan, kata "Syaban" berasal dari kata "Sya'aba" yang berarti merekah, karena posisinya terletak di antara dua bulan yang dimuliakan. Syaban menjadi bulan penghubung antara Rajab dan Ramadan dalam penanggalan Hijriah.
Pada bulan ini, Rasulullah SAW paling banyak mengerjakan puasa sunnah dibandingkan bulan-bulan lainnya selain Ramadan. Di bulan ini, Umat Islam juga bisa mempersiapkan diri untuk melakukan puasa Ramadan sebulan penuh.
Selain itu, bulan Syaban memiliki berbagai keutamaan yang perlu diketahui oleh umat Islam. Berikut ini penjelasan mengenai sejumlah keutamaan bulan Syaban berdasarkan hadits Rasulullah SAW dan amalan sunnah yang bisa dikerjakan di bulan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keutamaan-keutamaan Bulan Syaban
Adapun keutamaan bulan Syaban yang telah banyak dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW adalah sebagai berikut.
1. Bulan Dilaporkannya Amal Manusia
Syaban dikenal sebagai waktu diangkatnya seluruh amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Keutamaan ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Dawud, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Khuzaimah.
Dari Usamah bin Zaid berkata: Aku bertanya, "Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya)," beliau menjawab, "Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa."
2. Adanya Malam Nisfu Syaban
Bulan Syaban memiliki satu malam istimewa, yaitu malam Nisfu Syaban yang terjadi pada malam pertengahan bulan, tepatnya tanggal 15. Keutamaan malam ini dijelaskan dalam sebuah hadits.
Sayyidah Aisyah RA berkata, "Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi' Al-Gharqad." Maka beliau bersabda, "Apakah engkau khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menyia-nyiakanmu?" Kemudian aku berkata, "Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian istri-istrimu."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nisfu Syaban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab." (HR Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Ibnu Hibban)
3. Syaban Disebut sebagai Bulan Rasulullah SAW
Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW menyebut bulan Syaban sebagai bulan yang dinisbatkan kepada beliau. Keterangan tersebut disampaikan dalam hadits berikut,
رَجَبٌ شَهْرُ اللَّهِ وَ شَعْبَانُ شَهْرِي وَ رَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي
Artinya: "Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku."
Namun, para ulama menilai hadits ini berstatus dhaif atau lemah.
4. Bulan yang Dipenuhi Ampunan Allah SWT
Mengacu pada buku Mana Dalil Malam Nisfu Syaban? karya Ustaz Ma'ruf Khozin, bulan Syaban juga disebut sebagai waktu yang sarat dengan ampunan Allah SWT. Penjelasan ini didasarkan pada hadits berikut,
"(Hadits) Jika ada malam pertengahan dari bulan Syaban, maka Allah memperhatikan makhluk-Nya dengan penuh rahmat. Allah akan mengampuni orang yang beriman, menangguhkan orang kafir, dan meninggalkan orang yang iri dengan sifat iri hatinya hingga mereka meninggalkannya."
5. Keutamaan Puasa di Bulan Syaban
Berdasarkan buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa, keutamaan puasa pada bulan Syaban dijelaskan melalui riwayat dari Usamah bin Zaid RA. Ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa pada bulan Syaban."
Rasulullah menjawab, "Bulan itu (Syaban) adalah bulan yang dilupakan oleh manusia, yaitu bulan di antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Tuhan semesta alam. Aku suka amal-amalku diangkat, sementara aku sedang berpuasa." (HR. Abu Dawud dan Nasa'i)
6. Puasa Syaban sebagai Puasa Paling Utama Setelah Ramadan
Dalam riwayat Imam Tirmidzi, puasa di bulan Syaban disebut sebagai puasa sunnah paling utama setelah puasa Ramadan. Anas RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya,
"Puasa manakah yang paling afdal setelah puasa Ramadan?"
Rasulullah SAW menjawab, "Puasa Syaban untuk mengagungkan Ramadan." (HR. Tirmidzi)
7. Turunnya Perintah Bershalawat kepada Nabi SAW
Salah satu keutamaan bulan Syaban adalah turunnya ayat Al-Quran yang memerintahkan umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah ini menjadi pengingat agar kaum muslimin terus memuliakan Rasulullah SAW dengan memperbanyak shalawat dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Ahzab ayat 56,
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Innallāha wa malā'ikatahū yuṣallūna 'alan-nabiyy(i), yā ayyuhal-lażīna āmanū ṣallū 'alaihi wa sallimū taslīmā(n).
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."
8. Bulan Berubahnya Arah Kiblat
Bulan Syaban juga memiliki keutamaan sebagai waktu terjadinya perubahan arah kiblat. Pada bulan ini, Allah SWT menetapkan perintah agar arah salat umat Islam dialihkan dari Baitul Maqdis di Palestina menuju Ka'bah di Makkah.
Perintah tersebut dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surah Al-Baqarah ayat 144,
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Latin: Qad narā taqolluba wajhika fis-samā'(i), fa lanuwalliyannaka qiblatan tarḍāhā, fawalli wajhaka syaṭral-masjidil-ḥarām(i), wa ḥaiṡumā kuntum fawallū wujūhakum syaṭrah(ū), wa innal-lażīna ūtul-kitāba laya'lamūna annahul-ḥaqqu mir rabbihim, wa mallāhu bigāfilin 'ammā ya'malūn(a).
Artinya: "Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."
Amalan Sunnah Bulan Syaban
Berikut adalah beberapa amalan sunnah di bulan Syaban yang bisa umat Islam lakukan, yaitu:
1. Berpuasa Syaban Senin Kamis
Amalan sunnah yang pertama adalah berpuasa Senin Kamis, berikut ini adalah bacaan niat puasa Senin Kamis mengutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustaz Ali Amrin al-Qurawy.
Bacaan niat puasa Syaban di hari Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'ala."
Bacaan niat puasa Syaban di hari Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ."
2. Berpuasa Syaban Ayyamul Bidh
Kemudian, amalan sunnah lainnya adalah mengerjakan puasa Ayyamul Bidh. Berikut adalah bacaan niat puasa Syaban Ayyamul Bidh lengkap dengan arab, latin, dan artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'ala."
3. Perbanyak Membaca Al-Quran
Dalam kitab Dzuratun Nashihin disebutkan bahwa para ulama menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan bacaan Al-Quran di bulan Syaban, sebagaimana kebiasaan yang dilakukan saat Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Syaban memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan dengan bulan-bulan Islam lainnya.
Memperbanyak membaca Al-Quran di bulan Syaban juga menjadi cara agar umat Islam lebih siap menyambut dan menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
4. Berdoa Kepada Allah SWT
Umat Islam dianjurkan memohon keberkahan di bulan Syaban sekaligus berharap dapat kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan. Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dijelaskan bahwa ketika memasuki bulan Syaban, Rasulullah SAW membaca doa berikut ini,
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.
Latin: Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan."
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Apakah Haji Bisa Tidak Mabrur? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Jemaah
Pendapat Hukum Austria Sebut Larangan Jilbab Tak Sesuai dengan Konstitusi
Nabung 21 Tahun Mulai Rp 10 Ribu, Penjual Es Keliling Akhirnya Naik Haji