Bulan Syaban merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang memiliki kedudukan istimewa. Memasuki bulan Syaban, ada doa yang dapat diamalkan oleh umat Islam.
Syaban berada di antara bulan Rajab dan Ramadan, hal ini menjadikan Syaban sebagai masa persiapan sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari buku Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah karya H. Amirulloh Syarbin, penyebutan bulan Syaban sering disatukan dengan bulan Rajab dan Ramadan, seperti dalam doa yang serig dibaca oleh umat Islam, "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikan umur kami di bulan Ramadan."
Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap bulan ini, baik melalui ibadah puasa maupun doa-doa yang beliau panjatkan.
Keutamaan Bulan Syaban
Syaban dikenal sebagai bulan diangkatnya amal manusia kepada Allah SWT. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda,
"Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan. Padahal bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam. Maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasa'i)
Hadits ini menunjukkan bahwa Syaban merupakan waktu yang sangat baik untuk memperbanyak amal saleh, termasuk doa, sebagai bentuk kesiapan menyambut Ramadan.
Anjuran Memperbanyak Doa di Bulan Syaban
Di bulan Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa sebagai bentuk syukur, permohonan ampun, dan harapan agar dipertemukan dengan Ramadan dalam keadaan sehat dan beriman.
Doa di bulan Syaban juga menjadi sarana muhasabah diri, memohon agar dosa-dosa diampuni dan amal diterima sebelum memasuki bulan suci.
Doa Rasulullah SAW di Bulan Syaban
Berikut bacaan doa menyambut bulan Syaban yang dikutip dari buku 175 Doa dalam Keseharian Kita karya Muhammad Azri Zulal bin Kholid Baraja:
1. Doa Syaban Pertama
اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيطَانِ، وَرِضوَانٍ مِنَ الرَّحمَنِ
Allahumma ad-khilhu 'alainaa bil amni wal iimaani was salaamati wal islaam, wa jiwaarim minasy-syaithaani, wa ridhwanim minar rahmaani
Artinya: "Ya Allah, masukkanlah kami pada bulan ini dengan rasa aman, keimanan, keselamatan, dan Islam, juga lindungilah kami dari gangguan setan, dan agar kami mendapat rida Allah (Ar-Rahman)." (HR Al-Baghawi dalam Mu'jam Ash-Shahabah, sanadnya shahih)
2. Doa Syaban Kedua
Sementara itu, apabila seseorang melihat hilal secara langsung, maka doa yang dibaca sebagai berikut:
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allahumma ahlilhu 'alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Rabbi wa rabbukallah
Artinya: "Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah." (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Ad-Darimi. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan gharib. Syaikh Al-Albani mengatakan shahih)
3. Doa Syaban Menjelang Ramadan
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya'bâna wa ballighnâ Ramadhânâ
Artinya: "Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rajab dan bulan Syaban. Sampaikan kami dengan bulan Ramadan."
Doa ini mencerminkan harapan besar seorang muslim agar diberi umur panjang, kesehatan, dan kesempatan untuk meraih keberkahan Ramadan.
Doa Ampunan di Bulan Syaban
Selain doa tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar dan permohonan ampun. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullāhal-'aẓīmalladzī lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūmu wa atūbu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."
Istighfar di bulan Syaban sangat dianjurkan sebagai bentuk permohonan ampunan sebelum memasuki Ramadan.
Doa Malam Nisfu Syaban
Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan munajat. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَاثْبُتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ
Allahumma in kunta katabtanii 'indaka fī ummil-kitābi shaqiyyan aw maḥrūman aw maṭrūdan aw muqattaran 'alayya fir-rizqi, famḥu Allāhumma bifaḍlika shaqāwatī wa ḥirmānī wa ṭardī wa iqtāra rizqī, waṡbitnī 'indaka fī ummil-kitābi sa'īdan marzūqan muwaffaqan lil-khayrāt.
Artinya: "Ya Allah, jika Engkau telah menuliskanku di sisi-Mu sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuslah dengan karunia-Mu segala kecelakaan, penghalangan, pengusiran, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan dimudahkan dalam kebaikan."
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Tidak Jadikan Isra Miraj Hari Libur Nasional, Ini Alasannya!
Ilmuwan Temukan Bukti Hajar Aswad Bukan Berasal dari Bumi
10 Dalil tentang Rezeki Sudah Diatur oleh Allah SWT