Setiap rezeki manusia telah ditetapkan dan diatur oleh Allah SWT. Dalam Islam, konsep rezeki banyak dijelaskan melalui ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits yang menegaskan bahwa rezeki tidak akan tertukar.
Umat Islam sebaiknya tidak hanya percaya bahwa rezeki sudah diatur Allah, tapi juga mengetahui dalil-dalilnya dalam Al-Qur'an, supaya hati semakin tenang dan berserah diri kepada Allah SWT.
Manusia diberikan akal dan pikiran oleh Allah SWT untuk berusaha mencari rezeki. Namun, usaha saja tidak cukup. Harus disertai rasa syukur, ikhlas, dan keyakinan penuh bahwa rezeki akan datang dari pintu yang tak disangka-sangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 7, Allah SWT berfirman,
ŲŲØ§ŲØ°Ų ØĒŲØ§ŲذŲŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØąŲØĒŲŲ Ų ŲŲØ§ŲØ˛ŲŲŲØ¯ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØąŲØĒŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ ØšŲØ°ŲابŲŲŲ ŲŲØ´ŲدŲŲŲØ¯Ų
Wa iÅŧ ta'aÅŧÅŧana rabbukum la'in syakartum la'azÄĢdannakum wa la'in kafartum inna 'aÅŧÄbÄĢ lasyadÄĢd(un).
Artinya: "(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.'"
Lalu, apa saja dalil tentang rezeki sudah diatur oleh Allah SWT? Simak penjelasannya secara lengkap berikut ini.
Dalil tentang Rezeki Sudah Diatur oleh Allah SWT
Berikut ini beberapa dalil Al-Qur'an tentang rezeki sudah diatur oleh Allah SWT:
1. Surah Hud Ayat 6
ŲŲŲ
ŲØ§ Ų
ŲŲŲ Ø¯ŲØ§Û¤Ø¨ŲŲØŠŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲØąŲØļŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ØąŲØ˛ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲØšŲŲŲŲ
Ų Ų
ŲØŗŲØĒŲŲŲØąŲŲŲŲØ§ ŲŲŲ
ŲØŗŲØĒŲŲŲØ¯ŲØšŲŲŲØ§ Û ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØĒŲ°Ø¨Ų Ų
ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲ
Wa mÄ min dÄbbatin fil-ará¸i illÄ 'alallÄhi rizquhÄ wa ya'lamu mustaqarrahÄ wa mustauda'ahÄ, kullun fÄĢ kitÄbim mubÄĢn(in).
Artinya: "Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz)."
2. Surah At-Talaq Ayat 3
ŲŲŲŲŲØąŲØ˛ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØŲŲŲØĢŲ ŲŲØ§ ŲŲØŲØĒŲØŗŲبŲÛ ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲØĒŲŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ØŲØŗŲØ¨ŲŲŲ ÛØ§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲØēŲ Ø§ŲŲ ŲØąŲŲŲÛ ŲŲØ¯Ų ØŦŲØšŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØĄŲ ŲŲØ¯ŲØąŲØ§
Wa yarzuqhu min á¸Ĩaiᚥu lÄ yaá¸Ĩtasib(u), wa may yatawakkal 'alallÄhi fa huwa á¸Ĩasbuh(ÅĢ), innallÄha bÄligu amrih(ÄĢ), qad ja'alallÄhu likulli syai'in qadrÄ(n).
Artinya: "Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu."
3. Surah An-Najm Ayat 39-41
- Ayat 39
ŲŲØ§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲØŗŲ ŲŲŲŲØ§ŲŲŲØŗŲاŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ Ų ŲØ§ ØŗŲØšŲ°ŲÛ
Wa al laisa lil-insÄni illÄ mÄ sa'Ä.
Artinya: "Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya."
- Ayat 40
ŲŲØ§ŲŲŲŲ ØŗŲØšŲŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲŲ ŲŲØąŲ°ŲÛ
Wa anna sa'yahÅĢ saufa yurÄ.
Artinya: "Bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)."
- Ayat 41
ØĢŲŲ ŲŲ ŲŲØŦŲØ˛Ų°ŲŲŲ Ø§ŲŲØŦŲØ˛ŲØ§Û¤ØĄŲ Ø§ŲŲØ§ŲŲŲŲŲ°ŲÛ
áš umma yujzÄhul-jazÄ'al-aufÄ.
Artinya: "Kemudian dia akan diberi balasan atas (amalnya) itu dengan balasan yang paling sempurna."
4. Surah Al-Baqarah Ayat 245
Ų ŲŲŲ Ø°ŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲ ŲŲŲŲØąŲØļŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØąŲØļŲØ§ ØŲØŗŲŲŲØ§ ŲŲŲŲØļŲ°ØšŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØļŲØšŲاŲŲØ§ ŲŲØĢŲŲŲØąŲØŠŲ ÛŲŲØ§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲØ¨ŲØļŲ ŲŲŲŲØ¨ŲØĩÛŖŲØˇŲÛ ŲŲØ§ŲŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØąŲØŦŲØšŲŲŲŲŲ
Man Åŧal-laÅŧÄĢ yuqriá¸ullÄha qará¸an á¸Ĩasanan fayuá¸Ä'ifahÅĢ lahÅĢ aá¸'Äfan kaᚥÄĢrah(tan), wallÄhu yaqbiá¸u wa yabsuáš(u), wa ilaihi turja'ÅĢn(a).
Artinya: "Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah? Dia akan melipatgandakan (pembayaran atas pinjaman itu) baginya berkali-kali lipat. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
5. Surah Nuh Ayat 10-11
- Ayat 10
ŲŲŲŲŲŲØĒŲ Ø§ØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲŲŲØ§ ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ ØēŲŲŲŲØ§ØąŲاÛ
FaqultustagfirÅĢ rabbakum innahÅĢ kÄna gaffÄrÄ(n).
Artinya: "Lalu, aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun,"
- Ayat 11
ŲŲŲØąŲØŗŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲØ§Û¤ØĄŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ų ŲŲØ¯ŲØąŲØ§ØąŲاÛ
Yursilis-samÄ'a 'alaikum midrÄrÄ(n).
Artinya: "(Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,"
- Ayat 12
ŲŲŲŲŲŲ ŲØ¯ŲدŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲØ§ŲŲ ŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØŦŲØšŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ Ų ØŦŲŲŲŲ°ØĒŲ ŲŲŲŲŲØŦŲØšŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲ°ØąŲØ§Û
Wa yumdidkum bi'amwÄliw wa banÄĢna wa yaj'al lakum jannÄtiw wa yaj'al lakum anhÄrÄ(n).
Artinya: "Memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.'"
6. Surah Al-Baqarah Ayat 212
Ø˛ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØąŲŲØ§ اŲŲØŲŲŲ°ŲØŠŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲØŗŲØŽŲØąŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ Ø§Ų°Ų ŲŲŲŲŲØ§ Û ŲŲØ§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ Ø§ØĒŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ°Ų ŲØŠŲ Û ŲŲØ§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØąŲØ˛ŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲŲŲØ´ŲØ§Û¤ØĄŲ Ø¨ŲØēŲŲŲØąŲ ØŲØŗŲØ§Ø¨Ų
Zuyyina lil-laÅŧÄĢna kafarul-á¸ĨayÄtud-dun-yÄ wa yaskharÅĢna minal-laÅŧÄĢna ÄmanÅĢ, wal-laÅŧÄĢnattaqau fauqahum yaumal-qiyÄmah(ti), wallÄhu yarzuqu may yasyÄ'u bigairi á¸ĨisÄb(in).
Artinya: "Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kufur dan mereka (terus) menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan."
7. Surah Al-Isra Ayat 30
اŲŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲØŗŲØˇŲ Ø§ŲØąŲŲØ˛ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲØ´ŲØ§Û¤ØĄŲ ŲŲŲŲŲŲØ¯ŲØąŲ ÛØ§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ Ø¨ŲØšŲØ¨ŲØ§Ø¯ŲŲŲ ØŽŲØ¨ŲŲŲØąŲاÛĸ Ø¨ŲØĩŲŲŲØąŲا
Inna rabbaka yabsuášur-rizqa limay yasyÄ'u wa yaqdir(u), innahÅĢ kÄna bi'ibÄdihÄĢ khabÄĢram baášŖÄĢrÄ(n).
Artinya: "Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (-nya bagi siapa yang Dia kehendaki). Sesungguhnya Dia Maha Teliti lagi Maha Melihat hamba-hamba-Nya."
8. Surah Al-Jumuah Ayat 10
ŲŲØ§ŲØ°ŲØ§ ŲŲØļŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØĩŲŲŲŲ°ŲØŠŲ ŲŲØ§ŲŲØĒŲØ´ŲØąŲŲŲØ§ ŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲØąŲØļŲ ŲŲØ§Ø¨ŲØĒŲØēŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ ŲŲØļŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ§Ø°ŲŲŲØąŲŲØ§ اŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØĢŲŲŲØąŲا ŲŲŲØšŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØĒŲŲŲŲŲØŲŲŲŲŲ
Fa iÅŧÄ quá¸iyatiášŖ-ášŖalÄtu fantasyirÅĢ fil-ará¸i wabtagÅĢ min faá¸lillÄhi waÅŧkurullÄha kaᚥÄĢral la'allakum tufliá¸ĨÅĢn(a).
Artinya: "Apabila salat (Jumat) telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung."
9. Surah Ibrahim Ayat 7
ŲŲØ§ŲØ°Ų ØĒŲØ§ŲذŲŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØąŲØĒŲŲ Ų ŲŲØ§ŲØ˛ŲŲŲØ¯ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØąŲØĒŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ ØšŲØ°ŲابŲŲŲ ŲŲØ´ŲدŲŲŲØ¯Ų
Wa iÅŧ ta'aÅŧÅŧana rabbukum la'in syakartum la'azÄĢdannakum wa la'in kafartum inna 'aÅŧÄbÄĢ lasyadÄĢd(un).
Artinya: "(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.'"
10. Surah Al-Ankabut Ayat 60
ŲŲŲŲØ§ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲ Ø¯ŲØ§Û¤Ø¨ŲŲØŠŲ ŲŲŲØ§ ØĒŲØŲŲ ŲŲŲ ØąŲØ˛ŲŲŲŲŲØ§Û اŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØąŲØ˛ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲŲŲØšŲ اŲŲØšŲŲŲŲŲŲ Ų
Wa ka'ayyim min dÄbbatil lÄ taá¸Ĩmilu rizqahÄ, allÄhu yarzuquhÄ wa iyyÄkum, wa huwas-samÄĢ'ul-'alÄĢm(u).
Artinya: "Betapa banyak hewan bergerak yang tidak dapat mengusahakan rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Apakah Rezeki Manusia Sudah Ditentukan oleh Allah?
Mengutip buku Seni Menikmati Hidup : Perspektif Al-Quran, Hadis, dan Ulama' oleh Abdul Aziz, Rezeki setiap orang telah ditetapkan oleh Allah SWT dengan porsi dan takarannya masing-masing.
Jika sesuatu bukan bagian dari rezeki seseorang, meski ia berusaha keras, hasil itu tidak akan diperoleh. Sebaliknya, jika itu memang sudah rezekinya, meski dengan usaha yang terbatas, Allah pasti akan tetap memberikannya.
Hal ini mengajarkan bahwa setiap orang sudah memiliki takdir rezekinya sendiri sejak awal penciptaan, termasuk penghasilan, harta, kesehatan, dan kesuksesan. Dengan begitu, seorang muslim diajarkan untuk menerima dan bersyukur atas rezeki yang sudah Allah SWT berikan, tanpa cemas atau iri pada orang lain.
Islam juga mengajarkan bahwa mencari rezeki harus dilakukan dengan cara halal dan menjauhi yang haram. Hindari sumber rezeki yang dilarang agama atau cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Rezeki yang halal akan membawa keberkahan dan menenangkan hati.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya Jibril menyampaikan wahyu ke hatiku bahwa seseorang tidak akan mati sehingga menyempurnakan rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki dengan cara yang baik." (HR al-Hakim, al-Baihaqi, dan disebutkan oleh al-Qudha'i dalam Musnad asy Syihab dengan lafaznya).
Seringkali umat Islam merasa cemas tentang rezeki, jodoh, keturunan, ujian, atau masalah sehari-hari. Syekh Ibnu Athaillah mengingatkan, hasil semua itu pada akhirnya sama seperti kedatangan ajal yang pasti menimpa setiap orang. Jadi, umat Islam tidak perlu terlalu khawatir tentang apa yang telah ditetapkan Allah SWT.
Namun, ini bukan berarti umat Islam tidak boleh berusaha. Dalam hal rezeki, misalnya, Allah memberi kebebasan untuk bekerja dan menjemput rezeki, bukan langsung memberikannya tanpa usaha. Ibnu Athaillah menekankan pentingnya menyelaraskan ikhtiar dan tawakal: umat Islam berupaya sebaik mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Manusia tidak bisa mengendalikan takdir sepenuhnya, yang bisa dilakukan adalah berusaha dan bertawakal. Setelah berikhtiar, umat Islam harus pasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Dengan cara ini, umat Islam bisa hidup menjadi lebih tenang dan bahagia.
Baca juga: Apakah Rezeki Bisa Tertahan karena Dosa? |
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Perkiraan 1 Ramadan 2026: Pemerintah, BRIN, Muhammadiyah dan NU
Gaji ASN Nunggak 2 Bulan, Kemenhaj-Kemenag Saling Tuding
Keseharian Rasulullah yang Jarang Diketahui Orang