Dalam Islam, Allah SWT telah menjamin rezeki untuk setiap makhluknya, sekalipun hewan, tumbuhan dan juga manusia. Hal ini tertera dalam firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Hud ayat 6:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīn(in).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).
Tertahan dan lancarnya rezeki tidak hanya berkaitan dengan usaha dan ikhtiar yang telah dilakukan oleh seorang hamba. Lantas, apakah dosa yang diperbuat menjadi sebab tertahannya rezeki seseorang? Lalu bagaimana cara agar Allah SWT memaafkan kita dan membuka kembali pintu rezeki tersebut? Simak penjelasan berikut ini, sebagaimana telah dirangkum detikHikmah.
Rezeki Tertahan karena Dosa
Dikutip dalam buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustadz Ali Amrin Al Qurawy, salah satu penyebab tertahannya rezeki seseorang adalah karena dosa yang telah diperbuatnya.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya, seorang hamba bisa tertahan rezekinya karena dosa yang dilakukannya." (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah."
Hadits tersebut menjelaskan bahwa salah satu yang menjadi penyebab tertahannya pintu rezeki seorang hamba adalah perbuatan dosa yang dia lakukan selama ini. Maka salah satu cara untuk membuka pintu rezeki tersebut adalah dengan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan dengan cara beristigfar.
Beristighfar untuk Memperlancar Rezeki
Dikutip dalam buku Agar Rezekimu Tak Seret Oleh Rizem Aizid, kalimat istighfar menyimpan suatu mukjizat yang dahsyat bagi siapa saja yang membacanya. Salah satu mukjizat yang dahsyat tersebut adalah dilapangkan atau dibukakan pintu rezekinya.
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang rutin membaca istighfar, Allah akan memberikan solusi pada setiap kesulitannya, dan penyelesaian bagi setiap permasalahannya. Dan, dia akan memberikan rezeki dari jalan yang tidak terduga." (HR Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Majah, dan Baihaqi)
Macam-macam Istighfar dan Artinya
Masih dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa, terdapat beberapa kalimat istighfar yang dapat kita amalkan untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
Istighfar Versi Pertama
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullahal 'azhim
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."
Istighfar Versi Kedua
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahal 'azhim wa atuubu ilaih.
Artinya: "Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung dan bertobat kepada-Nya."
Istighfar Versi Ketiga
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahal azhim alladzii laa ilaaha illa huwal hayyuul qayyuum wa atuubu ilaih
"Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri dan aku bertobat kepada-Nya."
Sayyidul Istighfar
Selain ketiga bacaan istighfar di atas, umat Islam juga dapat membaca sayyidul istighfar untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Dinukil dari buku Ternyata Kita Tak Pantas MAsuk Surga oleh Ahmad Zacky El-Syafa, berikut bacaan sayyidul istighfar:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَى وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u laka bidzanbii faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang ku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Deal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Kritik Keras
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
Hilal Tak Terlihat di RI, Awal Puasa Ramadan 2026 Tak Serentak